Di sini semua tangisan berkumpul
Tangisan kematian, tangisan kesunyian
Atau apalah nama tangis yang bersandar
Sepi, kabut, bisik-bisik, lalu gelap
Derap langkah berbunyi, lalu tua beriak-riak datar
Semua hati mengenang
Semua hati ingin membuang
Sekat gerigi tak mau lepas
Gesekannya pelan nan menyayat pekat
Birahi menggelincir dipeluh lelah
Siang-siang begini bulu-bulu beraksi ?
Nyanyian tubuh masih memanas, putih, lalu kelabu
Aku atau hati hati yang lain terkapar karang
Ingin pulang melepas malang
Kala belati semakin curam
Doa-doa tersungut entah kemana
Arah-arah culas enggan menabrak takdir
2004
Based on: Kumpulan Puisi "Jangan Malu Pada Sepi"
Dua gereja baru menunjukkan jalan menuju toleransi beragama
-
Pemerintah harus mengubah atau mencabut peraturan yang mendiskriminasi
minoritas agamaAndreas HarsonoBanten NewsGereja Bersama, multi denominasi,
dan Gerej...
3 minggu yang lalu


0 komentar:
Posting Komentar