Jika benar aku mimpi indahmu
mengapa malam itu kita terbungkus batu?
Aku termangu oleh lidah beku
dan lirikan bulan
semakin membikin waktu kian lusuh
Pelatuk mana bisa meruntuh asa kelam
dari sulaman sejarah yang mengacum
deretan aksara berdarah
Kedua hati kita di antaranya
Begini saja,
khianati tautan senyum sore itu
agar bibir kita masih setia
merindu..
September 2005
Based on: Kumpulan Puisi "Jangan Malu Pada Sepi"
Bertemu Goenawan Mohamad
-
Oleh Falahi MubarokAda banyak perjumpaan yang datang tanpa direncanakan.
Namun, ada pula perjumpaan yang terasa seperti hadiah dari semesta. Bagi
saya, ber...
3 hari yang lalu
0 komentar:
Posting Komentar