<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023</id><updated>2012-02-16T00:12:42.138-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Cerpen'/><category term='Esai'/><category term='Diary Tinutuan'/><category term='Novel'/><category term='Foto'/><category term='Drama'/><category term='Puisi Bahasa Manado'/><title type='text'>Dean Joe Kalalo</title><subtitle type='html'>... works, imagination, adventure ...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>174</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4860425145061035255</id><published>2011-05-23T09:35:00.000-07:00</published><updated>2011-05-23T09:36:42.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Terorisme Dan Keteguhan Hati</title><content type='html'>Dekade 2000-an barangkali merupakan dekade bersejarah yang akan selalu dikenang semua fans, praktisi, maupun para ideolog terorisme. Pada dekade ini mereka begitu berjaya di Indonesia. Pada dekade inilah mereka begitu berhasil dari segi misi. Nyaris semua program dan agenda teror yang direncanakan berjalan mulus bagai jalan tol. Bahkan ada dua target lokasi teror, yang berhasil diluluhlantakkan hingga dua kali, Bali, dan hotel JW Mariot Jakarta. Indonesia patut malu bila mengingat kembali pepatah klasik itu, “Keledai pun tak akan jatuh dua kali pada lubang yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya tak akan memusingkan keberhasilan program teror mereka yang mahadahsyat itu. Yang harus kita akui bersama bahwa, siapapun yang mampu menjalankan program sehebat itu, dengan presentase kegagalan hanya sepersekian persen, tentulah mereka adalah orang-orang yang “luar biasa”. Selain memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, juga memiliki keberanian, integritas, loyalitas, dan pastinya, keteguhan hati. Sesuatu yang hampir mustahil ditemukan pada semua manusia yang lahir dari rahim kapitalisme. Iman, etika, prinsip, moral, idealisme, nyaris selalu oleng ketika berhadapan dengan kekuatan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi ekonomi memang banyak juga berperan dalam misi-misi mereka, seperti membeli bahan-bahan untuk membuat bom, dan biaya operasional lain yang tak sedikit jumlahnya. Namun bagi mereka itu hanyalah alat untuk mencapai tujuan prinsipil yang lebih besar. Berkompromi dengan kapitalisme, dan bukan menjadi budak kapitalisme. Bagi mereka memperjuangkan sebuah tujuan bukanlah wacana kosong, bukanlah retorika belaka. Mereka tak pernah menggembar-gemborkan visi misi mereka. Tak pernah ada teroris yang berkampanye sana-sini sebelum menjalankan program-programnya. Bertolak belakang dengan calon-calon pemimpin dalam Pilkada atau anggota dewan yang banyak mendongeng dengan janji-janji palsu. Sesuatu yang diam, namun memiliki daya hancur yang sangat kuat. Masyarakat hanya tercengang, ketika tiba-tiba program-program mereka telah terlaksana. Mereka sama sekali tak mengincar kekayaan, kekuasaan, atau ambisi-ambisi manusia kebanyakan di era konsemerisme kapitalis ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sampel yang bisa kita jadikan studi kasus mengenai keteguhan hati mereka. Salah satu yang paling fenomenal mungkin adalah serangan bunuh diri 11 September 2001 di gedung World Trade Center New York. Orang yang mampu menerobos tembok pertahanan Amerika Serikat dengan kekuatan intelejennya yang melegenda tentulah bukan orang yang dipungut dari pinggir jalan, dan dibodohi agar rela bunuh diri. Orang-orang tersebut bertahun-tahun disekolahkan, mempelajari seluk-beluk pertahanan Amerika, Pesawat boeing, dsb. Bayangkan saja, waktu dan tenaga rela dikorbankan selama bertahun-tahun. Belajar, mengorbankan kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, kebahagiaan duniawi, untuk kemudian “mati” pada suatu saat nanti. Setiap manusia yang masih berpikiran waras, pasti menggeleng-gelengkan kepala membayangkan sebuah kesetiaan semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan program-program yang amat berbahaya sepeti itu tentu mengalami banyak sekali tantangan dan hambatannya. Namun mereka tetap setia karena memiliki keteguhan hati yang amat kuat. Semua dilakukan demi suatu “kebenaran” yang diyakini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kemudian berpikir, alangkah dahsyatnya jika keteguhan hati semacam itu diterapkan untuk memperjuangkan hal-hal lain. Di dalam hal pembangunan, politik, pemerintahan, kebudayaan, seni, ekonomi, dsb. Tak terbayangkan betapa besar dampak positif dan kekuatan yang akan kita peroleh nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pemerintah perlu melakukan studi banding dengan para petinggi-petinggi teroris, mempelajari bagaimana kiat-kiat mereka dalam mendoktrin anak buahnya hingga memiliki keteguhan hati seperti itu. Agar kelak para elit pemerintahan kita bisa rela berkorban, mengesampingkan kepentingan pribadi, kebahagiaan duniawi, hawa nafsu, bahkan siap mati untuk memperjuangkan kepentingan rakyat dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menurut kaum teroris mati demi agama adalah ibadah dan pasti masuk surga, bukankah bagi birokrat atau elit pemerintah mati untuk kepentingan rakyat dan orang banyak juga adalah ibadah dan pasti masuk surga?. Jika orang-orang seperti Amrozi, Noordin M Top, rela mati demi membela kepentingan yang diyakininya, apakah para elit negara, birokrat, politisi, anggota dewan mau melakukan hal yang sama, rela mati demi kepentingan rakyat?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bila semua kalangan masyarakat, baik birokrat, politisi, ekonom, seniman, budayawan, mau belajar untuk memiliki keteguhan hati seperti para teroris, niscaya tak akan adalah lagi Gayus Tambunan lain, elit-elit busuk lain, semua tujuan mulia pasti tercapai, dan semua penjara pasti sepi,..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4860425145061035255?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4860425145061035255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2011/05/terorisme-dan-keteguhan-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4860425145061035255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4860425145061035255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2011/05/terorisme-dan-keteguhan-hati.html' title='Terorisme Dan Keteguhan Hati'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3509234489518678877</id><published>2010-09-06T19:43:00.000-07:00</published><updated>2010-09-06T20:15:09.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Menulis Skenario Cerita Sebagai Peluang Usaha Yang Potensial</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5Cuser%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="&amp;#45;-"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-US; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page WordSection1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.WordSection1 	{page:WordSection1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:46999732; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1424469960 1750083408 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:72.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:93743573; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-527001634 -1203703460 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l1:level1 	{mso-level-start-at:2; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:63.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:63.0pt; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @list l2 	{mso-list-id:525828000; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-657053430 -759668926 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:63.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:63.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l3 	{mso-list-id:805508925; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-262658392 -854315108 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:81.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:81.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l4 	{mso-list-id:1192450858; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1315787894 353690666 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-tab-stop:81.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:81.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-size:14pt;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;Seiring dengan pesatnya perkembangan televisi swasta di Indonesia belakangan ini, tayangan hiburan lokal yang disediakan oleh pihak televisi dan rumah-rumah produksi juga semakin bervariasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi keinginan pemirsa maka rumah produksi giat memproduksi tayangan-tayangan untuk perusahan televisi yang membutuhkan produk baru yang segar dan memikat. Dengan banyaknya rumah produksi dan televisi swasta maka peluang untuk menulis skenario sinetron dan FTV akan selalu ada. Di Indonesia sendiri saat ini terdapat kurang lebih delapan stasiun TV Swasta. Masing-masing stasiun TV setiap harinya menayangkan tidak kurang dari empat sinetron atau FTV. Berarti rata-rata perharinya seluruh perusahan televisi kita membutuhkan sekitar 32 naskah skenario siap pakai. Melihat kenyataan ini maka patut dimaklumi jika kualitas sinetron dan film cerita kita tak jarang menjadi sangat rendah. Karena kebutuhan akan ide-ide yang segar tak diimbangi dengan jumlah penulis-penulis skenario kreatif dari kita yang masih tergolong minim.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sudah jelas bahwa kegiatan menulis mempunyai manfaat yang besar. Selain menambah kecerdasan dan daya imajinasi, menulis juga bisa mendatangkan banyak uang. Apalagi bila yang kita maksudkan adalah menulis skenario.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat hitung-hitungan pendapatan para penulis skenario, ladang pekerjaan di dunia ini tampak cukup menggiurkan. Betapa tidak? Seorang penulis skenario profesional biasanya mempunyai banyak waktu luang setelah berhasil menyelesaikan 2-4 skenario per bulan hanya dengan berkonsentrasi kerja di depan layar komputer atau mesin tik. Mereka umumnya tinggal di rumah dan sesekali masuk kantor hanya untuk menyerahkan naskah, revisi dan mengambil honor tentunya- sebuah pekerjaan yang sangat didambakan setiap orang, mempunyai waktu lebih untuk keluarga dan kebebasan berimajinasi. Pengalaman para penulis skenario profesional, jika mereka mendapat mood yang tepat, sebuah skenario dapat dikerjakan hanya dalam waktu tiga hari. Sementara, untuk beberapa orang penulis yang terbiasa bekerja dengan sistem kejar tayang, mereka sanggup menyelesaikan seluruh pekerjaannya hanya dalam tempo dua minggu. Melelahkan tapi menarik bukan?.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menulis skenario yang pertama-tama dibutuhkan adalah ide. Kita tidak mungkin menulis sebuah cerita tanpa ada ide di kepala kita. Menulis tanpa ada seculipun inspirasi sama saja mengerjakan sesuatu yang antah berantah. Ini bukan berarti ide adalah sesuatu yang sukar dicari. Seorang penulis sejati bisa memperoleh ide dari banyak hal. Suatu hal yang menjadi masalah bagi seseorang untuk menjadi penulis skenario adalah bagaimana memulai menulis. Melakukannya untuk pertama kali sering menjadi kendala bagi para penulis pemula. Banyak penulis yang dihantui perasaan bisa atau tidak, dapat dijual atau tidak, bagus atau tidak, atau perasaan yang lebih ekstrem lagi, benar atau tidak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak penulis pemula yang gugur dalam melewati langkah pertama ini. Mereka cenderung terlalu mengharapkan imbalan materi secara instan sehingga lupa akan kemampuannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ide cerita ada di sekeliling kita dan menunggu untuk dipetik, kitalah yang harus jeli dalam mencari kesempatan. “Tulislah apa yang kamu ketahui” adalah mantra bagi penulis pemula. Apabila ini adalah saat pertama anda mencoba menulis maka tulislah apa yang anda ketahui. Galilah ingatan anda, apakah anda pernah mengalami kejadian yang unik, aneh, atau ajaib?, selain itu anda juga bisa menggali ide-ide untuk dijual melalui cerita rakyat, misalnya cerita Sitti Nurbaya yang diadaptasi kembali dan sisesuaikan dengan setting zaman sekarang, atau cerita si Doel anak Sekolahan. Cerita ini mampu menuai kesuksesan besar walaupun isi ceritanya telah usang, namun menjadi menarik karena telah diadaptasi kembali. Selain itu anda juga bisa menggali ide cerita melalui koran. Koran adalah alternatif yang relatif murah dan meriah. Bila hari ini kita tidak mendapatkan cerita yang menarik maka kita bisa menunggu koran besok atau membaca koran kemarin. Satu halaman koran rata-rata memuat 4-7 artikel. Satu edisi koran terdiri dari 12 halaman atau lebih maka setiap hari ada lebih dari 48 cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Tahap paling mendebarkan yang harus dilalui seorang penulis skenario adalah ketika mengajukan hasil karyanya ke rumah produksi sinema. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, pemasaran sebuah ide dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;skenario kini justru semakin mudah dengan menggunakan fasilitas internet dan e-mail. Anda tidak perlu terseok-seok seperti pelamar kerja yang keluar masuk perusahaan hanya untuk bertemu dengan manajer SDM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia penulisan skenario juga sangat unik. Anda tidak perlu berbekal ijazah atau referensi dari siapapun untuk menjual karya anda. Justru dunia pertelevisian dan sinema Indonesia yang sedang berlomba-lomba mencari ide-ide terbaik yang keluar dari kepala penulis skenario.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah berikutnya yang harus anda perhatikan adalah menyiapkan bahan presentasi terhadap karya anda. Biasanya apabila ada pihak yang tertarik melihat skenario anda, mereka akan mengundang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anda untuk memberikan presentasi langsung. Persiapkan berbagai macam proposal atau presentasi yang mendukung karya skenario anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Untuk membuat sebuah cerita skenario sesungguhnya kita tidak membutuhkan biaya apa-apa. Yang kita butuhkan hanyalah kemauan keras dan kreatifitas yang inovatif. Kita hanya membutuhkan sebuah komputer sebagai sarana untuk menulis, dan sedikit biaya untuk memasarkan karya kita lewat internet. Dan apabila karya yang kita hasilkan bisa diterima oleh rumah produksi, semua pengorbanan itu menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pendapatan yang akan kita peroleh?. Secara matematis, jika kita menulis sebuah skenario sinetron, maka penghasilan yang akan kita peroleh adalah minimal Rp. 3.000.000 per episode, maka penghasilan total penulis selama 5 tahun adalah Rp. 3 juta x 48 minggu x 5 = Rp 720 juta, suatu angka yang cukup menggiurkan bukan?. Apalagi saat ini rata-rata stasiun televisi swasta menayangkan sinetron secara striping. Dan tarif penulis skenario untuk sinetron-sinetron tertentu, yang ratingnya sedang naik bahkan mencapai Rp. 25 juta per episode!, ini berarti penghasilannya per bulan mencapai Rp. 750 juta, hanya dengan berdiam diri di rumah saja!. Siapapun tentu akan tergiur dengan angka-angka tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinetron yang sukses ditayangkan kadang membuat seorang penulis skenario terpaku untuk terus melanjutkan ceritanya karena karena tuntutan produser, pasar, dan tawaran honor yang akan didapatnya. Kita tidak dapat menampik kenyataan itu, bukankah sebuah tayangan yang berhasil bertahan lama merupakan bukti loyalitas penonton terhadap karya sebuah cerita skenario.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti peluang-peluang usaha lainnya, menulis skenario adalah peluang yang sangat potensial. Hanya memang masih sangat jarang sekali ada orang yang mau memanfaatkan peluang besar ini. Saran yang harus kita lakukan adalah mulailah menulis dan pasarkanlah hasil imajinasi kita ke televisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3509234489518678877?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3509234489518678877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/09/menulis-skenario-cerita-sebagai-peluang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3509234489518678877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3509234489518678877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/09/menulis-skenario-cerita-sebagai-peluang.html' title='Menulis Skenario Cerita Sebagai Peluang Usaha Yang Potensial'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4719385100775038110</id><published>2010-08-21T11:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T05:55:09.535-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996 Dalam Novel Larung Karya Ayu Utami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEafz_oFsI/AAAAAAAAAME/WfMek6iEwSM/s1600/CIMG1144.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 162px; height: 234px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEafz_oFsI/AAAAAAAAAME/WfMek6iEwSM/s320/CIMG1144.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508212953086170818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selain  menitikberatkan pada masalah-masalah seksualitas, pada novel “Larung” Ayu Utami secara sekilas juga mengangkat tentang masalah politik yang pernah melanda negeri ini. Masalah politik yang diangkat adalah Peristiwa 27 Juli 1996 yang merenggut banyak korban. Beberapa tokoh dalam “Larung” diceritakan melewati konflik yang mengenaskan itu, sebagai aktivis yang dijadikan kambing hitam oleh pelaku sesungguhnya, yakni pemerintahan Suharto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh tersebut adalah Wayan Togog, Bilung, dan Koba. Mengingat keberadaan mereka di dalam negeri sangat terancam, Yasmin dan teman-temannya memutuskan untuk melarikan mereka ke luar negeri. Demi tujuan tersebut mereka membutuhkan satu orang lain yang sudah berada di luar negeri untuk membantu pelarian ini. Orang yang membantu mereka adalah Saman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian ini Ayu Utami mengungkap kronologi dan beberapa hal yang menyangkut peristiwa tersebut. Poin utama yang diungkapkannya adalah bagaimana keterlibatan pemerintahan orde baru dalam sengketa internal yang terjadi antara Partai Demokrasi Indonesia kubu Megawati Soekarnoputri, dan kubu Soerjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Meskipun para penyerbu kantor DPP PDI menggunakan atribut partai, nyata indikasi keterlibatan aparat militer orde baru di sini. Nama Megawati Soekarnoputri mulai muncul sebagai simbol perlawanan terhadap Suharto sejak ia secara de facto menjadi ketua umum partai dalam musyawarah nasional luar biasa di Surabaya, yang disahkan Kongres III di Kemang, Jakarta, tahun 1993. Sejak itu wanita pendiam ini berpotensi menjadi ancaman bagi Suharto dalam Pemilu 1997 mendatang. Pemerintah Suharto mencoba menjatuhkan putri presiden pertama itu dengan merekayasa perlawanan dari dalam yang berpuncak pada kongres IV di Medan Pertengahan Juni 1996 lalu. Kongres ini mengangkat kader jenggot Soerjadi menjadi ketua umum partai.” (Larung, 2002:176).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas bisa dilihat bahwa peristiwa 27 Juli 1996 adalah sebuah strategi politik yang dilakukan rezim orde baru demi kepentingan kelanggengan kekuasaannya. Indikasi-indikasi keterliban Suharto dalam perebutan secara paksa kantor DPP PDI Jakarta Pusat yang dikuasai kubu Megawati terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Beberapa saksi mata mengatakan, Komandan Kodim Jakarta Pusat Letkol. Zul Effendi terlihat berada di sana dan ikut mengatur menit-menit awal penyerbuan.&lt;br /&gt;Sepuluh menit kemudian sekitar 500 personil pasukan anti huru hara berseragam lengkap telah tiba. Kapolres Jakarta Pusat Letkol. Abu Bakar bersama mereka. Pasukan membagi diri menjadi dua kelompok, dan menutup lokasi kejadian di ruas Megaria dan jalan Surabaya. Akibatnya, pendukung Mega dari luar lokasi tak bisa memberi bantuan. Di lokasi, penyerangan terhadap markas PDI terus berlangsung. Setelah lebih kurang sepuluh menit dua panser AD ditempatkan&lt;br /&gt;di bawah jembatan layang kereta api.” (Larung, 2002:174).&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEagagteXI/AAAAAAAAAMM/stBvsnGK01g/s1600/27juli1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 285px; height: 219px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEagagteXI/AAAAAAAAAMM/stBvsnGK01g/s320/27juli1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508212963425483122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lewat kutipan di atas dapat dilihat bahwa penyerbuan tersebut dilakukan secara terencana, dan disiapkan secara matang. Keterlibatan TNI maupun POLRI adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan. Peristiwa ini meluas menjadi kerusuhan di beberapa wilayah di Jakarta, terutama di kawasan Jalan Diponegoro, Salemba, dan Kramat. Beberapa kendaraan dan gedung dibakar massa yang tak terkendali. Selain terjadi sejumlah pelanggaran Hak Asasi Manusia, hasil penyelidikan Komnas HAM menemukan data bahwa dalam tragedi ini, 5 orang meninggal dunia, 149 orang (sipil maupun aparat) luka-luka, dan 136 orang ditahan.&lt;br /&gt;Keterlibatan pemerintah orde baru juga diungkapkan Komnas HAM seperti yang terdapat dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dokumen dari Laporan Akhir Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menyebut pertemuan tanggal 24 Juli 1996 di Kodam Jaya dipimpin oleh Kasdam Jaya Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono. Hadir pada rapat itu adalah Brigjen Zacky Anwar Makarim, Kolonel Haryanto, Kolonel Joko Santoso, dan Alex Widya Siregar. Dalam rapat itu, Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan penyerbuan atau pengambilalihan kantor DPP PDI oleh Kodam Jaya.&lt;br /&gt;Dokumen tersebut juga menyebutkan aksi penyerbuan adalah garapan Markas Besar ABRI c.q. Badan Intelijen ABRI bersama Alex Widya S. Diduga, Kasdam Jaya menggerakkan pasukan pemukul Kodam Jaya, yaitu Brigade Infanteri 1/Jaya Sakti/Pengamanan Ibu Kota pimpinan Kolonel Inf. Tri Tamtomo untuk melakukan penyerbuan. Seperti tercatat di dokumen itu, rekaman video peristiwa itu menampilkan pasukan Batalion Infanteri 201/Jaya Yudha menyerbu dengan menyamar seolah-olah massa PDI pro-Kongres Medan. Fakta serupa terungkap dalam dokumen Paparan Polri tentang Hasil Penyidikan Kasus 27 Juli 1996, di Komisi I dan II DPR RI, 26 Juni 2000.” (http://id.wikipedia.org/wiki/peristiwa 27- Juli.htm)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah orde baru pada peristiwa tersebut mencoba memanipulasi fakta sejarah dengan menjadikan para aktivis PRD sebagai kambing hitam yang menjadi dalang dari kerusuhan ini. Akibatnya beberapa aktivis PRD dijebloskan ke dalam penjara. Pemerintah dengan ini mencoba membentuk opini publik untuk menutupi keterlibatan mereka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wayan Togog, Bilung, dan Koba ada di Jakarta bulan Juli lalu. Dan seperti Budiman Sudjatmiko serta yang lain, mereka juga terpanggil untuk berbicara di mimbar bebas jalan Diponegoro, di depan kantor PDI, saling memperkuat antara orang-orang yang melawan Suharto. Di situlah intel-intel mencatat dan merekam wajah mereka.” (Larung, 2002:183).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah rezim orde baru tumbang proses hukum untuk menyelesaikan masalah ini juga terkesan angin-anginan. Beberapa tokoh militer yang dianggap terlibat pun divonis bebas oleh pengadilan. Tidak tuntasnya penyelesaian kasus ini adalah cermin penegakan hukum di Indonesia yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dari sini masyarakat bisa melihat, bila sudah berhadapan dengan penguasa, hukum pun tidak bisa berbuat apa-apa. Peristiwa 27 Juli juga mencerminkan karakteristik kediktaktoran pemerintahan orde baru yang selalu menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4719385100775038110?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4719385100775038110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/pengungkapan-peristiwa-27-juli-1996.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4719385100775038110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4719385100775038110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/pengungkapan-peristiwa-27-juli-1996.html' title='Pengungkapan Peristiwa 27 Juli 1996 Dalam Novel Larung Karya Ayu Utami'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEafz_oFsI/AAAAAAAAAME/WfMek6iEwSM/s72-c/CIMG1144.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3939096664613257063</id><published>2010-08-21T11:20:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T06:24:07.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Seksualitas Dalam Novel "Nayla" Karya Djenar Maesa Ayu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Seksualitas Remaja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja adalah masa peralihan bagi seorang manusia, dari anak-anak menuju dewasa. Masa ini adalah masa yang rentan dengan konflik psikologis, karena manusia mengalami proses pembentukan diri, dan pencarian identitas dirinya. Di tengah situasi tersebut kepribadian manusia menjadi labil, mudah menerima berbagai bentuk pengaruh. Usia Remaja adalah 12 hingga 21 tahun. Di usia ini seksualitas mulai menampakkan eksistensinya secara penuh. Aktifitas reproduksi memasuki fungsinya yang maksimal, dan lawan jenis mulai memberikan daya tarik yang utuh. Hubungan dengan lawan jenis menjadi lebih matang dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEkZqAlLqI/AAAAAAAAANE/pc7sV7VsVgE/s1600/Naylal.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 168px; height: 250px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEkZqAlLqI/AAAAAAAAANE/pc7sV7VsVgE/s320/Naylal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508223842442882722" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dijelaskan Ratna Eliyawati, pada saat ini juga remaja sudah mampu menghayati makna rangsangan seksual terlepas dari apakah rangsangan seksual tersebut berasal dari proses persentuhan hati dengan lawan jenis (sosio-erolik) atau akibat berfantasi (auto-erotik), (http://yudhim.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Rata Penuh" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;img src="http://www.blogger.com/img/blank.gif" alt="Rata Penuh" class="gl_align_full" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Para ahli psikologi mengatakan pada masa ini informasi yang benar tentang masalah seksualitas penting untuk diberikan, karena saat periode remaja rasa ingin tahu kita mengenai seksualitas sedang membumbung tinggi. Jika tidak mendapatkan informasi yang benar, remaja akan akan mencari sendiri informasi-informasi di luar yang bisa saja keliru, yang dapat berpengaruh pada kejiwaannya. Pendapat sebagian besar masyarakat yang mengatakan bahwa masalah seksualitas adalah hal alamiah yang akan diketahui dengan sendirinya ketika seseorang melakukan pernikahan harus segera dikikis. Terjadinya kasus aborsi, hamil di luar nikah atau penyakit kelamin adalah akibat dari kurangnya informasi mengenai seksualitas terhadap anak muda. Peran orangtua untuk pemberian informasi tersebut dalam hal ini sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta menunjukkan bahwa sebagian besar remaja kita tidak mengetahui dampak dari perilaku seksual yang mereka lakukan, seringkali remaja sangat tidak matang untuk melakukan hubungan seksual terlebih lagi jika harus menanggung resiko dari hubungan seksual tersebut (http://agoesramdhanie.wordpress.com/2008/12/19/psikologi-pendidikan-seks-pada-remaja).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla, tokoh utama dalam novel ini adalah seorang perempuan yang melewati masa kecil hingga remaja dengan berbagai pengalaman pahit. Masa tersebut ia lewati dengan tekanan batin dan tekanan psikologis yang ia alami di lingkungan sekitarnya. Sejak kecil ibunya sering menusukkan peniti ke selangkangannya setiap kali Nayla ngompol di celana. Ia tak mengerti mengapa ibunya melakukan cara-cara seperti itu untuk menghukumnya. Padahal, Nayla mengharapkan ibunya memperlakukannya layaknya ibu-ibu lain memperlakukan anak mereka. Lahir dari keluarga broken home membuat Nayla berusaha mencari kebahagiaannya tanpa bantuan orang lain. Di usia yang rentan seperti itu Nayla tak mempunyai pegangan ketika ia tak mampu berdiri sendiri. Di tengah situasi psikologis yang sangat labil, Nayla berkenalan dengan Juli, seorang perempuan yang sama-sama bekerja dengannya di sebuah diskotek. Nayla bekerja sebagai juru lampu, dan Juli sebagai juru musik. Juli adalah seorang wanita yang memiliki sisi kelaki-lakian dalam dirinya. Ia seorang lesbian, dan dengan Juli Nayla seperti mendapatkan seorang sahabat sejati. Ia merasa mendapatkan kasih sayang yang tidak ia dapatkan dari ibunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak pernah saya mencintai satupun laki-laki. Tidak sebagai ayah, tidak sebagai kekasih. Saya pernah belajar mencintai perempuan. Mencintai Ibu. Tapi sayangnya, Ibu tak pernah belajar mencintai saya. Ia lebih senang belajar mencintai kekasih-kekasihnya. Bersama Juli, saya merasakan kehangatan kasih yang pernah ingin saya berikan kepada Ibu” (2005:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kutipan tersebut kita bisa mendapatkan kesan bahwa, problem psikologis seseorang dapat mempengaruhi kehidupan seksualnya. Karena hidup tanpa mendapatkan kasih sayang dari sosok ayah, Nayla dikatakan tidak bisa mencintai laki-laki. Bersama Juli, Nayla merasakan kenyamanan dan tempat berlabuh dari tekanan yang terus menerus ia terima. Bahkan, ia merasa cemburu ketika melihat Juli bermesraan dengan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekanan psikologis dalam dirinya semakin bertambah ketika ia secara paksa dimasukkan dalam rumah perawatan anak nakal dan narkotika. Nayla tidak pernah mengerti kenapa dirinya dimasukkan ke sana. Ibu memasukkan ia ke sana karena mendapati Nayla mabuk dan dipengaruhi obat-obatan terlarang. Padahal Nayla hanya mencoba mencari ketenangan dengan teman-temannya. Terjeblos di tempat itu bagi Nayla seperti keluar dari satu neraka dan masuk ke neraka lainnya. Di sana ia terpaksa menjalani rutinitas-rutinitas yang sedikitpun tak memberi pengaruh positif dalam dirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pada saat berada di kamar tak ada yang diperbolehkan berbicara. Tak boleh melakukan aktifitas apa pun. Tampaknya mereka tak diperbolehkan berinteraksi dengan dunia luar. Tak boleh ada kertas. Tak ada pensil. Tak ada televisi. Tak ada majalah. Bahkan sendok garpu pun tak disediakan. Mereka menyantap makanan berkuah sekali pun dengan tangan. Tak ada kehidupan. Selain mematuhi peraturan.” (2005:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nayla semakin merasa tersiksa, ia pun akhirnya memutuskan melarikan diri dari rumah perawatan tersebut. Tapi setelah itu, pengalaman hidup kelam Nayla justru semakin bertambah ketika ia berurusan dengan polisi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepala Nayla terjungkal ke belakang ketika seorang polisi yang sedang berdiri menjambak rambutnya.&lt;br /&gt;“Kecil-kecil sok mau jadi preman kamu, ya! Ngapain jalan-jalan bawa senjata tajam?!”&lt;br /&gt;“Bukan punya saya, Pak!”&lt;br /&gt;“Eh, perek kecil! Temen kamu udah ngaku kalo itu senjata tajamnya dia. Jadi kamu jangan bohong!”&lt;br /&gt;Nayla melirik ke arah Luna yang sedang diinterogasi di meja sebelah. Luna memberi kode supaya tidak mengaku.” (2005:73).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usianya yang ke empat belas tahun Nayla begitu terobsesi untuk bisa merasakan cinta. Rasa cinta baginya seolah menjadi sesuatu yang amat langka sejak kecil. Pengalaman-pengalaman pahit membuatnya ingin mandiri dan merasa benci ketika Juli memperlakukannya seperti seorang remaja yang harus dilindungi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sering kesal setiap kali Juli bersikap ingin melindungi. Di matanya, saya hanyalah perempuan berumur empat belas tahun yang frustasi dan sedang mencari jati diri. Padahal saya mampu mencinta dan bercinta. Saya ingin belajar merasa. Tapi saya tak ingin memberi cinta saya kepada orang-orang yang tak semestinya menerima. Lebih baik saya memilih mencintai Juli ketimbang laki-laki yang menginginkan selaput dara saja” (2005:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEiqrxN9fI/AAAAAAAAAMs/cIx5MZ5P7JI/s1600/adolescent-stress.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 188px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEiqrxN9fI/AAAAAAAAAMs/cIx5MZ5P7JI/s320/adolescent-stress.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508221935949837810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pengalaman traumatik membuat Nayla selalu curiga dan tidak mudah mempercayai orang lain. Meski, ia ingin sekali mencintai maupun dicintai oleh seseorang, dibutuhkan sebuah proses untuk meyakinkan Nayla bahwa orang tersebut pantas ia cintai. Baik Nayla maupun Juli merupakan tokoh yang oleh pengarang digambarkan sebagai sosok yang membenci laki-laki. Mereka menganggap laki-laki hanyalah mahluk berpikiran kerdil yang di otaknya cuma ada senggama belaka. Masalah seksualitas perempuan dalam novel ini tampak bersumber pada laki-laki. Sebuah bentuk perlawanan yang menyebabkan sosok lelaki menjadi unsur yang tidak penting dan tidak perlu dikaitkan dengan eksistensi perempuan. Tokoh-tokoh perempuan bergelut mencari kebahagiaan tanpa melibatkan lelaki sebagai bagian untuk memperoleh semua itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Otak laki-laki memang kerdil. Senggama bagi mereka hanya berkisar di seputar kekuatan otot Vagina,” kata Juli.&lt;br /&gt;Saya sependapat dengannya. Karena itu saya tak terlalu bangga ketika banyak tamu laki-laki dan juru musik yang lain mengaku tergila-gila pada saya. Mereka berlomba-lomba mendapatkan tubuh saya. Mereka pasti bangga jika berhasil merobek selaput dara saya. Bodoh. Mereka mengira saya perawan. Padahal hati saya yang perawan, bukan vagina saya. Meskipun usia saya masih sangat muda” (2005:5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara implisit tergambar rasa sinis Nayla bahwa laki-laki hanya melihat perempuan untuk urusan fisik semata. Lelaki di matanya tidak pernah memusingkan perasaan perempuan. Ia menganggap tidak ada gunanya memberikan cinta kepada orang yang tidak mengerti perasaan perempuan. Baginya hanya Juli yang mengerti isi hatinya. Bila dilihat lebih jauh sesungguhnya akar dari permasalahan Nayla dan ibunya terletak pada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa remaja adalah masa di mana setiap manusia harusnya memperoleh pendidikan seks secara benar, baik mengenai peranan seks, fungsinya, serta hubungannya dengan masalah moral, etika, ataupun agama. Telah dipaparkan bahwa untuk urusan yang satu ini orangtua mempunyai peran yang sangat vital. Namun, semua itu tidak didapatkan Nayla. Hal ini menyebabkan dirinya bertindak sesuai dengan respon yang ia dapatkan dalam lingkungan sosialnya. Selain pendidikan secara langsung, sikap orangtua terhadap seksualitas juga berpengaruh terhadap sikap seksual seorang anak. Ibu Nayla adalah sosok berkarakter keras yang memiliki dendam terhadap lelaki. Ia mendidik Nayla seorang diri, karena suaminya meninggalkannya dengan alasan bahwa Nayla bukanlah anak dari benihnya. Rasa dendam terhadap suaminya itu berimbas pada perkembangan psikologi Nayla. Gadis itu dididik secara keras agar kelak tidak menjadi korban kesia-siaan lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Homoseksualitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homoseksualitas novel “Nayla” ditampilkan lewat unsur lesbian. Sama seperti kaum gay, pada masyarakat Indonesia lesbian juga belum mendapatkan kedudukan sosial yang sesuai sebagai manusia. Keberadaan mereka juga masih terkesan samar, mengingat kaum lesbian memiliki interaksi sosial tak seaktif kaum gay. Sesuai dengan karakteristiknya, bagaimanapun lelaki memiliki perilaku seksual lebih agresif daripada perempuan. Lesbian yang melakukan ‘coming out’ juga sangat minim, jika boleh dibilang tidak ada sama sekali. Untuk bisa mengidentifikasi mereka secara langsung juga sangat sulit, berbeda dengan gay yang ciri-cirinya bisa terlihat lewat pembawaan atau cara berbusana. Sedangkan perempuan yang memiliki ciri-ciri kelaki-lakian atau tomboi tidak bisa langsung divonis sebagai lesbian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila melihat sejarah, citra buruk lesbian di Indonesia mulai terkonstruksi sejak masa organisasi wanita, Gerwani masih berkiprah. Citra gerwani yang kejam, melakukan praktek prostitusi dan berhubungan sesama jenis berpengaruh pada citra kaum lesbian secara keseluruhan. Tetapi, sesungguhnya jika kita coba mengkaji kembali sumber-sumber sejarah, yang terjadi di tubuh Gerwani bertolak belakang dengan stigma seperti itu. Dijelaskan Oryza Sativa bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEirKnt4iI/AAAAAAAAAM8/GVw2ChJZKpE/s1600/show.php.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 243px; height: 211px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEirKnt4iI/AAAAAAAAAM8/GVw2ChJZKpE/s320/show.php.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508221944231485986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Konstruksi tersebut adalah perjalanan panjang yang muncul dari kombinasi: usaha untuk maju dan sejajar dengan lelaki serta tidak menelan mentah-mentah konsep kodrat dan dinamika politik Indonesia. Namun dengan beraneka alasan, tujuan-tujuan itu malah menjadi semacam bumerang yang dipicu oleh faktor eksternal yakni rezim Orde Baru” (http://sepocikopi.blogspot.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezim Orde Baru yang terkenal dengan sifat feodalismenya, dengan tujuan-tujuan politis memanipulasi perjuangan kaum Gerwani sebagai gerakan negatif di mata masyarakat. Manipulasi tersebut berkaitan dengan ideologi yang dipegang organisasi ini, yang menurut pemerintahan Orde Baru dapat mengancam stabilitas negara. Konstruksi moral yang dibangun terus berlaku dan masih dirasakan sampai saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam novel “Nayla” terdapat dua tokoh dengan tipikal invert berbeda. Juli dan Nayla. Tidak dijelaskan latar belakang mengapa Juli menjadi lesbian. Ia digambarkan telah memiliki orientasi seksual ke sesama jenis sejak masih remaja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya memperhatikan Juli. Perawakan dan sikap Juli tak ubahnya seorang laki-laki. Ia memang pencinta sesama jenis. Tapi kelainannya bukan faktor genetis. Keluarganya normal-normal saja, akunya. Normal dalam pengertian, bukan pencinta sesama jenisnya. Tapi Juli mempunyai karisma. Banyak tamu perempuan tergila-gila padanya. Yang laki-laki pun tak jarang ingin menaklukkannya. Pasti enak meniduri perawan, pikir mereka. Padahal sebagai sahabatnya, saya tahu Juli sudah tidak perawan. Semenjak remaja ia suka memasukkan benda-benda ke dalam vaginanya sambil membayangkan perempuan yang ia idamkan. Sekarang pun dengan kekasihnya yang seorang model mereka sering bercinta dengan cara saling memasuki vagina satu sama lain dengan jari mereka” (2005:4-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kutipan tersebut kita bisa mendapat kesan bahwa Juli adalah perempuan yang masuk dalam kategori absolutely inverted. Kesan itu diperkuat karena di dalam novel tidak dijelaskan apakah dirinya menyukai, atau pernah menjalin hubungan dengan lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nayla termasuk dalam kategori psychosexually hermaphroditic, atau seorang biseksual. Sebelumnya Nayla adalah seorang perempuan yang mempunyai orientasi seks normal. Karakter invertnya muncul akibat adanya konflik psikologi yang mempengaruhi kejiwaannya. Perkenalannya dengan Juli menjadi faktor penting yang mempengaruhi proses peralihan tersebut. Dengan Juli ia merasakan kasih sayang dan rasa nyaman yang tidak ia peroleh dari kedua orangtuanya. Karena sejak kecil sangat jarang merasakan kasih sayang seperti itu, cinta Nayla kepada Juli menjadi berlebihan. Hal ini disebabkan oleh perasaan takut kehilangan akan perlakuan dan rasa nyaman yang jarang ia dapati tersebut. Bahkan, ia memutuskan menjadikan Juli sebagai kekasihnya. Di sini kita bisa melihat bahwa Perilaku invert Nayla lebih cenderung bersifat emosional daripada seksual. Ketika hubungannya dengan Juli berakhir, dampaknya dalam diri Nayla terasa begitu besar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akhirnya Juli pergi. Kembali, saya sendiri. Tak pernah saya bayangkan akan merasa sangat kehilangan seperti ini walaupun secara moril materiil saya sudah mempersiapkan diri” (2005:104).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menjalin hubungan dengan Juli, Nayla juga berhubungan dengan laki-laki pengunjung diskotek yang tertarik padanya. Akan tetapi, dengan mereka Nayla tidak pernah mendapatkan kepuasan seperti yang ia dapatkan ketika berhubungan seks dengan Juli. Ia lebih menikmati ketika melihat semua laki-laki itu berada di bawah cengkramannya, ketika mereka semua mengemis ingin mendapatkannya. Nayla merasa senang karena ia merasa bisa memperbudak kaum lelaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3939096664613257063?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3939096664613257063/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/seksualitas-dalam-novel-nayla-karya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3939096664613257063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3939096664613257063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/seksualitas-dalam-novel-nayla-karya.html' title='Seksualitas Dalam Novel &quot;Nayla&quot; Karya Djenar Maesa Ayu'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEkZqAlLqI/AAAAAAAAANE/pc7sV7VsVgE/s72-c/Naylal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1970993675029105359</id><published>2010-08-21T11:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T06:45:54.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Biseksualitas Dalam Dwilogi Novel "Saman"-"Larung" Karya Ayu Utami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEos-3h3LI/AAAAAAAAANM/qSs7qeNmiuc/s1600/saman-ayu-lontarnalar.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 199px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEos-3h3LI/AAAAAAAAANM/qSs7qeNmiuc/s320/saman-ayu-lontarnalar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508228572506086578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sama halnya dengan lesbian, kaum biseksual atau psychosexually hermaphroditic dari kalangan perempuan juga sangat jarang kita temui. Kalaupun ada, mereka hanya ada terbatas dalam lingkungan pergaulan masyarakat hedonis yang identik dengan kehidupan malam. Di dalam pergaulan seperti itu hubungan heteroseksual adalah sesuatu yang sudah sangat biasa, bahkan mungkin membosankan. Keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, menjadi dasar kuat merebaknya gaya hidup seks non heteroseksual.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian mengatakan, orientasi biseksual cenderung terdapat pada perempuan. Tetapi, seperti yang dikatakan Lisa Diamond, (http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0627/kes2.html), orientasi seksual sesungguhnya merupakan sebuah fenomena yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan. Orientasi ini sangat dipengaruhi oleh berbagai variasi emosi dan faktor fisik, terutama pada perempuan. Hal tersebut pula yang menyebabkan mengapa kecenderungan biseksual pada kebanyakan perempuan tidak tampak ke permukaan, dan hanya menemukan kebebasan eksistensinya di dalam lingkungan-lingkungan tertentu seperti dalam gaya hidup kehidupan malam kaum hedonis. Padahal  perempuan memiliki orientasi seks jauh lebih kaya daripada lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sahabat dekat Laila selain Yasmin adalah Shakuntala. Seorang perempuan bertubuh semampai yang juga seorang penari. Identitas Shakuntala sebagai seorang biseks langsung dipaparkan pengarang pada penggalan pertama ketika cerita memaparkan narasi tentang dirinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namaku Shakuntala. Ayah dan kakak-perempuanku menyebutku sundal.&lt;br /&gt;Sebab aku telah tidur dengan beberapa lelaki dan beberapa perempuan. Meski tidak menarik bayaran. Kakak dan ayahku tidak menghormatiku. Aku tidak menghormati mereka.” (Saman, 2002:115).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kutipan yang sangat eksplisit tersebut langsung diketahui latar belakang kehidupan sang tokoh, dan permasalahan yang ia alami akibat dari perilaku seksualnya. Kepribadian Shakuntala dan kecenderungan seksual ganda yang dimilikinya juga dilukiskan pengarang lewat ciri khas berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mahir merubah suaraku. Kadang aku ini kera Sugriwa dengan geram egresif maupun ingresif dalam trakhea. Kali lain aku adalah cangik yang suaranya yang klemak-klemek seperti kulit ketiaknya yang lembek. Ketika remaja aku selalu menari sebagai Arjuna dalam Wayang orang, dan gadis-gadis memujaku sebab tanpa sadar mereka tak menemukan sisa-sisa femininiti dalam diriku. Tapi aku juga Drupadi, yang memurubkan gairah pada kelima pandawa.” (Saman, 2002:117-118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat suara dan tariannya Shakuntala digambarkan memiliki sisi feminim maupun sisi maskulin.&lt;br /&gt;Hampir sama dengan Laila, Shakuntala hidup di bawah didikan orangtua yang mempunyai standarisasi tertentu tentang bagaimana tingkah laku perempuan yang dianggap baik. Sejak kecil ia tidak merasa nyaman dengan pandangan orangtuanya mengenai pembagian etika lelaki dan perempuan. Seperti wewejang ayahnya tentang cinta yang dinasehatkan padanya berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pertama. Hanya lelaki yang boleh menghampiri perempuan. Perempuan yang mengejar-ngejar lelaki pastilah sundal. Kedua. Perempuan akan memberikan tubuhnya pada lelaki yang pantas, dan lelaki itu akan menghidupinya dengan hartanya. Itu dinamakan perkawinan. Kelak, ketika dewasa, aku menganggapnya persundalan yang hipokrit.” (Saman, 2002:120-121).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasehat ayahnya di atas adalah nasehat orangtua konservatif pada umumnya. Cara pandang seperti itu masih terus berkembang karena diwariskan turun-temurun. Setiap anak diharuskan untuk patuh terhadap orangtua, bagi yang melawan dianggap anak durhaka dan tak tahu diuntung. Sistem kepatuhan tanpa ada proses penyaringan inilah yang menyebabkan cara pandang ini terus berkembang. Dari orang tua ke anak, dan dari anak menyebar ke lingkungan pergaulan sosial. Di dalam diri Shakuntala terdapat keinginan untuk memberontak, tidak hanya ayahnya, ibunya memiliki perspektif yang tak jauh beda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibuku berkata, aku tak akan retak selama aku memelihara keperawananku. Aku terheran, bagaimana kurawat sesuatu yang aku belum punya? Ia memberitahu bahwa di antara kedua kakiku, ada tiga lubang. Jangan pernah kau sentuh yang tengah, sebab di situlah ia tersimpan. Kemudian hari kutahu, dan aku agak kecewa, bahwa ternyata bukan cuma aku saja yang sebenarnya istimewa. Semua anak perempuan sama saja. Mereka mungkin saja teko, cawan, piring, atau sendok sup, tetapi semuanya porselin. Sedangkan anak laki-laki? Mereka adalah gading: tak ada yang tak retak. Kelak, ketika dewasa, kutahu mereka juga daging.” (Saman, 2002:124).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shakuntala merasa ada yang janggal dengan kodrat yang diberikan kepada wanita, di sana terdapat diskriminasi. Keperawanan hanya boleh diberikan kepada suami, tanpa harus menuntut sang suami menyerahkan hal yang sama. Doktrin tersebut tertanam ke dalam pikiran sampai ke alam bawah sadar. Hal ini yang menyebabkan perempuan merasa sakit ketika berhubungan seks untuk pertama kali, karena yang ada dalam benaknya adalah rasa takut ketimbang menikmati senggama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shakuntala adalah sosok yang memiliki kehidupan unik. Ia memiliki jiwa sebagai seorang seniman yang menikmati keindahan menurut tafsirannya sendiri. Kapan ia menyadari ada sisi kelaki-lakian dalam dirinya dan apa penyebabnya juga bagai misteri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tetapi lelaki dalam diriku datang suatu hari. Tak ada yang memberi tahu dan ia tak memperkenalkan diri, tapi kutahu dia adalah diriku laki-laki. Ia muncul sejak usiaku amat muda, ketika itu aku menari baling-baling.” (Larung, 2002:133).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosok Shakuntala oleh pengarang dijadikan sebagai wujud metaforis dari jiwa manusia dengan dua dimensinya. Lelaki dan perempuan. Pembagian tersebut tidak hanya sebatas pada jenis kelamin yang dimiliki, tapi memiliki makna lebih di luar hal-hal fisik. Daya tarik kepribadian atau karisma, dan lain-lain. Laila, sahabatnya bisa secara spesifik merasakan unsur kelaki-kelakian dalam diri Shakuntala ketika Shakuntala mempertunjukan kemampuan menarinya yang bisa menampakkan dua kepribadian sekaligus:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu musik berhenti. Telah satu jam. Telah satu jam kami berdansa. Kami saling melepas pelukan. Saya melihat ia berkeringat. Ia mencopot kamejanya begitu saja seperti seorang lelaki menanggalkan pakaiannya yang telah basah. Dan tengkurap. Saya melihat otot punggungnya. Titik-titik peluh. Ia berbalik. Lalu saya menemukan wajah saya telah bersandar pada siku lehernya. Dan saya menangis. Sebab sesungguhnya saya tahu saya terluka oleh sikap Sihar. Sebab kini saya tak tahu lagi siapa dia. Apakah Tala apakah Saman apakah Sihar. Hangat nafasnya terasa. Cahaya rendah.” (Larung, 2002:131-132).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEpxrKy2CI/AAAAAAAAANU/c9RmWT870i8/s1600/Lesbian.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 283px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEpxrKy2CI/AAAAAAAAANU/c9RmWT870i8/s320/Lesbian.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508229752629155874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laila yang baru saja mengalami kekecawaan terhadap Sihar terhipnotis oleh daya tarik yang ditunjukkan Shakuntala lewat kemampuan menarinya, begitu terhipnotis hingga ia pun secara alamiah larut dalam pelukan sahabatnya itu. Ia melepaskan hasrat seksual dengannya. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang mengatakan, bahwa pada kaum perempuan, pengalaman atraksi seks tidak tergantung pada gen pasangannya saja, tapi juga terpengaruh oleh segala sesuatu di sekitarnya. Itulah yang dialami Laila, atraksi seksualnya dengan Shakuntala lebih dipengaruhi oleh faktor situasi yang mereka berdua lewati. Jadi, meski Laila memiliki orientasi seks normal, ia bisa saja mendapatkan kenikmatan seks dengan Shakuntala.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1970993675029105359?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1970993675029105359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/biseksualitas-dalam-dwilogi-novel-saman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1970993675029105359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1970993675029105359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/biseksualitas-dalam-dwilogi-novel-saman.html' title='Biseksualitas Dalam Dwilogi Novel &quot;Saman&quot;-&quot;Larung&quot; Karya Ayu Utami'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEos-3h3LI/AAAAAAAAANM/qSs7qeNmiuc/s72-c/saman-ayu-lontarnalar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6809638998183111141</id><published>2010-08-21T11:07:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T08:37:44.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Unsur Perselingkuhan Dalam Dwilogi novel “Saman”-“Larung” Karya Ayu Utami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEuX_fiAaI/AAAAAAAAANs/nRaC8i6y95o/s1600/ayuutami.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 195px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEuX_fiAaI/AAAAAAAAANs/nRaC8i6y95o/s320/ayuutami.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508234808966381986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Saman” dan “Larung” adalah novel dengan tokoh-tokoh perempuan yang melakukan perlawanan terhadap norma-norma mapan yang telah ada. Bagi mereka, sistem kebudayaan dan konstruksi moral yang ada di dalam masyarakat sangat mengungkung kebebasan perempuan. Lembaga perkawinan, masalah keperawanan, adalah beberapa contoh di antaranya. Tidak ada keadilan gender di dalam semua itu. Dengan tokoh-tokoh seperti itu, maka perselingkuhan adalah unsur paling dominan yang terdapat dalam kedua novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”, perselingkuhan menjadi konflik yang krusial karena yang berselingkuh adalah tokoh perempuan. Masyarakat patriarkal menganggap laki-laki yang berselingkuh adalah laki-laki kurang  ajar, tidak berperasaan, namun di satu sisi masih terselip rasa maaf karena perselingkuhan yang dilakukan lelaki dianggap sesuatu yang masih bisa diterima. Sedangkan perempuan yang berselingkuh dianggap perempuan hina, tak bermoral, tidak bertanggungjawab, bahkan kadang dianggap pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila Gagarina adalah seorang fotografer yang jatuh cinta kepada Sihar Situmorang, seorang insinyur perminyakan yang telah beristri. Laila begitu terobsesi dengan Sihar, ia sama sekali tak mempedulikan meskipun ia akan sulit mendapatkan lelaki itu sepenuhnya karena lembaga perkawinan yang mengikat Sihar. Ia juga tak mengambil pusing dengan dampak sosial yang akan diterimanya karena mengejar-ngejar suami orang. Ia hanya ingin bahagia sebagai perempuan dengan memperjuangkan rasa cintanya kepada Sihar. Di dalam masyarakat umum, standar nilai yang berlaku di kalangan perempuan, berhubungan dengan lelaki adalah dalam rangka mengejar sebuah ikatan resmi, kubutuhan ekonomi tercukupi, atau bisa juga urusan seks. Sosok Laila bertolak belakang dengan motivasi seperti itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi, apa sebetulnya yang kamu cari? Perkawinan bukan, seks bukan.”&lt;br /&gt;“Aku cuma pingin sama-sama dia.”&lt;br /&gt;“Laila, kalau kamu kencan dengan dia di sini, kamu pasti akan begituan, lho! Kamu sudah siap?”&lt;br /&gt;“Enggak, enggak tahu...”&lt;br /&gt;“Dia pasti minta. Kamu mau gimana?”&lt;br /&gt;“Aku cuma pingin sama-sama dia. Aku capek menahan diri.” (Saman, 2002:145).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi perubahan perspektif tentang masalah seksualitas dan gender antara Laila remaja dan Laila dewasa. Waktu masih remaja Laila sangat membenci laki-laki, ia menganggap laki-laki lah sumber masalah bagi perempuan:&lt;br /&gt;“Apa salah laki-laki?&lt;br /&gt;Jawab Laila: sebab mereka mengkhianati wanita. Mereka cuma menginginkan keperawanan, dan akan pergi setelah si wanita menyerahkan kesucian.” (Saman, 2002:148).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila remaja adalah perempuan yang bersikap berdasarkan perspektif yang terdapat dalam sistem nilai di lingkungan sekitarnya. Berasal dari keluarga Minang-Sunda, yang masih memegang nilai-nilai tradisi, sangat mempengaruhi sikap hidupnya. Artinya, belum ada kesadaran untuk memberontak akan sistem nilai tersebut. Cara pandangnya berubah ketika ia menemukan cinta pertamanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia jatuh cinta pertama kali pada Wisanggeni, dengan demikian ia sendiri membatalkan lelaki sebagai penjahat. Waktu itu pemuda itu mahasiswa seminari yang ditugaskan membimbing rekoleksi tentang kesadaran sosial di SMP kami. Dan terbukti lelaki itu tidak menginginkan keperawanan.” (Saman, 2002:149-150).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laila sendiri tidak mempunyai pacar. Kendala yang akan menghambat hubungannya dengan Sihar adalah kedua orangtuanya, yang sudah pasti tak menginginkan anak gadisnya berhubungan dengan pria yang sudah kawin. Tapi, Laila sama sekali tidak mempedulikan masalah perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Laila dan Sihar meskipun bertentangan dengan hukum negara dan hukum agama mengandung sesuatu yang paradoks. Ada semacam nilai yang masih dipegang Laila sebagai perempuan, yang bisa disebabkan beban moralnya terhadap orangtua. Meski, telah beberapa kali bercumbu dengan Sihar, Laila masih menjaga keperawanannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di perjalanan pulang dia bilang, sebaiknya kita tak usah berkencan lagi (saya tidak menyangka). “Saya sudah punya istri.”&lt;br /&gt;Saya menjawab, saya tak punya pacar, tetapi punya orangtua.&lt;br /&gt;“Kamu tidak sendiri, saya juga berdosa.”&lt;br /&gt;Ia membalas, bukan itu persoalannya. “Orang yang sudah kawin, tidak bisa tidak begitu.”&lt;br /&gt;Saya mengerti. Meskipun masih perawan.” (Saman, 2002:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang memutuskan berselingkuh biasanya didorong oleh keinginan untuk mendapatkan kepuasan yang tak lagi ia rasakan bersama istrinya. Kepuasan itu bisa berupa kepuasan seks, kasih sayang, dan lain sebagainya. Namun, dalam hal ini meskipun hanya sebagai pasangan selingkuh, Sihar menghormati Laila, walau pun di satu sisi ia ingin berhubungan seks dengan perempuan itu, ia tak memaksa Laila menyerahkan keperawanannya. Mereka pun menggunakan cara lain (selain senggama) untuk memuaskan hasrat seksual keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mengetahui Sihar mendapatkan tugas perusahan untuk berangkat ke Amerika, Laila memutuskan untuk menyusulnya. Di negara ini Laila merasakan suasana yang berbeda. Kendala-kendala yang menghambat hubungannya dengan Sihar terasa seperti hilang. Di sini ia merasakan kebebasan yang tak didapatkan sebelumnya. Bahkan, kali ini ia berangan-angan untuk menyerahkan keperawanannya kepada lelaki itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia akan terheran dan bertanya, dari mana kini saya mendapat keberanian itu. Juga dari teman-teman? Saya akan katakan, kita ini seperti burung yang bermigrasi ke musim kawin. Sihar, umurku sudah tiga puluh. Dan kita di New York. Beribu-ribu mil dari Jakarta. Tak ada orangtua, tak ada istri. Tak ada dosa. Kecuali pada Tuhan, barangkali. Tapi kita bisa kawin sebentar, lalu bercerai. Tak ada yang perlu ditangisi. Bukankah kita saling mencintai? Atau pernah saling mencintai? Apakah Tuhan memerintahkan lelaki dan perempuan untuk mencintai ketika mereka kawin? Rasanya tidak. (Saman, 2002:29-30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita bisa mendapatkan perbedaan kondisi dalam dua kebudayaan yang berbeda, yang bisa mempengaruhi sikap seseorang. Ketika berpindah ke lain tempat yang memiliki kultur yang berbeda, yang menjunjung tinggi kebebasan manusia, terjadi perubahan sikap pada diri Laila. Laila yang sebelumnya hati-hati dalam melakukan hubungan terlalu jauh dengan Sihar, kini merasa dirinya terlepas bagaikan seekor burung. Sebelumnya, ketika bercumbu dengan Sihar, meski tetap menjaga keperawanannya, Laila merasa telah berdosa. Karena ia masih berada di bawah aturan sistem nilai yang berlaku di Indonesia. Tetapi, kini situasinya menjadi lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah itu, Sayang, kita tertidur. Dan ketika terbangun, kita begitu bahagia. Sebab ternyata kita tidak berdosa. Meskipun saya tak lagi perawan.” (Saman, 2002:30).&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEthHkbVSI/AAAAAAAAANk/-5tEbPJWnoI/s1600/cheating_selingkuh.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 238px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEthHkbVSI/AAAAAAAAANk/-5tEbPJWnoI/s320/cheating_selingkuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508233866241594658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Laila tidak lagi memusingkan masalah keperawanannya. Karena di Amerika, orang sama sekali tidak mempedulikan apakah perempuan masih perawan atau tidak, dan status pernikahan juga tidak terlalu penting di sini. Laila telah membayangkan bagaimana ia akan mendapatkan kebebasan untuk mendapatkan Sihar tanpa ada halangan.&lt;br /&gt;Akan tetapi, ia harus membuang jauh keinginannya itu. Ternyata Sihar datang ke Amerika bersama istrinya. Hal ini menimbulkan kekecewaan yang mendalam pada diri Laila. Selama di sana pun Sihar tak pernah memberikan kabar, atau membuat janji untuk bertemu dengannya. Apa sesungguhnya motivasi Sihar untuk mengencani Laila menjadi tanda tanya besar bagi perempuan itu. Apakah Sihar benar-benar mencintainya? Namun, bagaimanapun sebagai kepala rumah tangga ia mempunyai beban dan tanggung jawab lain yang harus diprioritaskan? Ataukah ia hanya menganggap Laila sebagai selingan untuk mengisi kekosongan di waktu senggang. Tapi, nyatanya Laila akhirnya tidak lagi memusingkan masalah itu. Ia hanya memikirkan perasaannya sendiri, dan bagaimana agar ia bisa berkencan lagi dengan Sihar. Ada sebuah kenyataan ironi di dalam hubungan mereka. Dari sikap Sihar yang selalu menghindar, tidak memaksa Laila untuk melakukan senggama dengannya waktu di hotel, dan menyeret Laila pada sebuah ketidakpastian, secara tidak langsung mengisyaratkan bahwa Sihar adalah tipe laki-laki yang tidak terlalu memusingkan masalah keperawanan. Istrinya sebagai seorang janda beranak satu, semakin mempertegas hal itu. Sedangkan Laila, adalah perempuan yang begitu protektif dengan keperawanannya. Usaha protektif tersebut harusnya membuat Laila menjadi perempuan yang istimewa, sebab laki-laki pada umumnya mengincar keperawanan dari pasangannya. Namun, Laila Justru sebaliknya, ia terombang-ambing oleh rasa cintanya kepada laki-laki yang telah beristri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap setengah hati Sihar, membuat kebimbangan besar di dalam hati Laila. Kebimbangan yang akhirnya melahirkan keraguan. Ia sebelumnya begitu menggebu-gebu untuk bisa bercumbu dengan lelaki itu, sampai ia pun menyusul Sihar ke Amerika. Namun, di sana kesempatan itu tak kunjung datang karena keberadaan istri Sihar. Akan tetapi, keraguan tadi justru muncul setelah istrinya kembali ke Indonesia dan peluang melakukan selingkuh terbuka begitu lebar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Istrimu sudah pulang?”&lt;br /&gt;“Udah.” “Kamu mau ke sini?”&lt;br /&gt;“Memang kamu mau saya ke situ?”&lt;br /&gt;“Laila, saya kan menelepon kamu,” “Tapi, kalau ke sini, kamu jangan menginap di staff house. Kita cari hotel.”&lt;br /&gt;“Kenapa?”&lt;br /&gt;“Nggak begitu enak aja.”&lt;br /&gt;“Kalau saya di hotel, kamu sibuk training di staff house, kamu tak selalu bisa menengok saya, untuk apa saya ke sana?”&lt;br /&gt;“Saya usahakan menengok kamu tiap sore.”&lt;br /&gt;“Saya lihat dulu saya bisa apa tidak.”&lt;br /&gt;Pembicaraan telepon dengannya tak pernah diakhiri oleh kecupan.” (Larung, 2002:127-128).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan tersebut mengindikasikan ketidakjelasan sikap Sihar, dan Laila pun merasa ia tidak terlalu dibutuhkan oleh lelaki itu. Ini merupakan ironi karena sebelumnya Laila bahkan tak menuntut Sihar untuk mencintainya. Terjadi perubahan sikap di dalam dirinya setelah ia melewati proses bersama Sihar. Obsesi Laila pada lelaki itu seolah mencapai titik antiklimaks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh lain yang melakukan selingkuh dalam dwilogi “Saman”-“Larung” adalah Yasmin Moningka, seorang pengacara yang juga salah satu sahabat dekat Laila sejak masih kecil. Meski, telah menikah dengan Lukas Hadi, Yasmin melakukan hubungan gelap dengan Athanasius Wisanggeni atau Romo Wis, yang kemudian berganti nama menjadi Saman saat menjalani status buronan. Kasus perselingkuhan Yasmin dan Saman memiliki banyak persamaan dengan Ferre dan Rana dalam Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”. Di dalam konteks Yasmin, konflik moral yang ditonjolkan lebih kompleks karena Saman adalah seorang pastor. Yasmin berkutat dengan konflik batin dan sosial yang berhubungan dengan status perkawinannya. Sedangkan Saman berkutat dengan konflik aturan agama, yang mengharuskan ia sebagai pastor untuk hidup selibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, di dalam novel “Saman” kondisi tersebut tidak ditonjolkan sebagai konflik utama dalam cerita. Saman lebih sibuk mengurusi pelariannya ke Amerika atas kasus tuduhan penghasutan. Sedangkan Yasmin, bersama teman-temannya membantu Saman dalam proses pelarian itu. Agak berbeda dengan novel Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”, Latar belakang dan status Ferre ataupun Rana menjadi konflik yang dominan di dalam cerita. Yasmin dan Saman melakukan hubungan intim yang pertama kali dengan tanpa beban:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Namun, tanpa kupahami, akhirnya justru akulah yang menjadi seperti anak kecil: terbenam di dadanya yang kemudian terbuka, seperti bayi yang haus. Tubuh kami berhimpit. Gemetar, selesai sebelum mulai, seperti tak sempat mengerti apa yang baru saja terjadi. Tapi ia tak peduli, ia menggandengku ke kamar. Aku tak tahu bagaimana aku akhirnya melakukannya. Ketika usai aku menjadi begitu malu. Namun ada perasaan lega yang luar biasa sehingga aku terlelap.” (Saman, 2002:177).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman sendiri adalah seorang pelayan Tuhan yang memilki jiwa sosial tinggi. Ia juga terlibat dalam organisasi yang oleh pemerintah dianggap kiri. Keinginannya untuk turun langsung membantu permasalahan yang ada di dalam masyarakat begitu besar. Ia jenuh dengan segala aturan gereja dan hirarki organisasi yang membatasi ruang geraknya. Teguran pun disematkan padanya karena sering mengabaikan tugas parokial:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wis terdiam. Lalu ia meminta maaf. “Saya sama sekali tidak bermaksud menyepelekan pekerjaan gereja. Saya cuma tak bisa tidur setelah pergi ke dusun itu.” Ia ingin mengatakan, rasanya berdosa berbaring di kasur yang nyaman dan makan rantangan lezat yang dimasak ibu-ibu umat secara bergiliran. Bahkan rasanya berdosa jika hanya berdoa. Ia tak tahan melihat kemunduran yang menurut dia dapat diatasi dengan beberapa proposalnya. Dengan agak memelas ia memohon diberi kesempatan melakukan itu.” (Saman, 2002:81-82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap Saman adalah bentuk perlawanan terhadap tubuh organisasi gereja yang baginya terlalu sibuk mengurusi urusan internal, dan sangat sedikit memberikan perhatian langsung terhadap masalah-masalah masyarakat secara luas. Ketika ia melarikan diri dari Indonesia, ia mengundurkan diri dari segala aktifitas pastoral, dan lebih aktif dengan LSM yang memberi perhatian terhadap masalah-masalah sosial.&lt;br /&gt;Kekecewaannya terhadap gereja serta perkenalannya dengan Yasmin membuat hidup Saman berubah. Ia mulai meragukan kebenaran-kebenaran yang selama ini ia yakini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yasmin,&lt;br /&gt;Aku tak tahu lagi apakah masih ada dosa.&lt;br /&gt;Seks terlalu indah. Barangkali karena itu Tuhan begitu cemburu sehingga Ia menyuruh Musa merajam orang-orang yang berzinah?&lt;br /&gt;Tetapi perempuan selalu disesah dengan lebih bergairah. Ke manakah pria yang bersetubuh dengan wanita yang dibawa orang-orang Farisi untuk dilempari batu di luar gerbang Yerusalem?&lt;br /&gt;Aku mencintai kamu. Aku mencintai kamu.&lt;br /&gt;Aku tidak ingin kamu dihukum.” (Saman, 2002:183-184).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman menyadari bahwa apa yang dilakukannya bersama Yasmin adalah dosa di mata agama. Tapi, sesuatu yang ia rasakan bersama perempuan itu memiliki kekuatan yang terlalu besar, dan akhirnya ia pun menyerah. Ia terjabak pada dilema antara harus menjalankan hidup selibat, dan mengetahui bahwa persetubuhan adalah sesuatu yang indah. Meski, di satu sisi ia juga masih merindukan kehidupannya yang dulu sebagai seorang yang hidup menahan diri dari segala nafsu. Baginya seks adalah sesuatu yang sukar untuk ditafsirkan, yang membuat dirinya terjebak dalam kebingungan, dan semua itu disebabkan oleh seorang perempuan bersuami bernama Yasmin. Ketika jarak memisahkan mereka, komunikasi pun terjalin lewat email. Bahkan, karena membaca surat-surat Yasmin, Saman sampai terangsang dan melakukan masturbasi. Yasmin pun tak bisa melupakan Saman hingga ia terkena apa yang dinamakan aloerotisme:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saman,&lt;br /&gt;Aku terkena aloerotisme. Bersetubuh dengan Lukas tetapi membayangkan kamu. Ia bertanya-tanya, kenapa sekarang aku semakin sering minta agar lampu dimatikan. Sebab yang aku bayangkan adalah wajah kamu, tubuh kamu.” (Saman, 2002:194).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kepuasan seksual di mata Yasmin bukan hanya sebatas hubungan kelamin saja. Ia mempunyai pandangan sendiri tentang makna sebuah kepuasan seksual:&lt;br /&gt;“Saman,&lt;br /&gt;Orgasme dengan penis bukan sesuatu yang mutlak. Aku selalu orgasme jika membayangkan kamu. Aku orgasme karena keseluruhanmu.” (Saman, 2002:195).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan tokoh-tokoh perempuan lain dalam dwilogi novel ini, sikap Yasmin adalah perlawanan atas ketidakadilan. Laki-laki mempunyai kebebasan untuk memanjakan keliaran imajinasi seksualnya tanpa harus memusingkan efek moral di luar dirinya. Sedangkan perempuan terjebak dalam hegemoni budaya patriarki yang merepresi kebebasannya untuk menikmati nilai estetika seksualitas. Sebagai perempuan, Yasmin ingin kembali pada memori tentang naluri purbanya, dan baginya semua perempuan selama ini mengingkari insting alamiahnya karena dipasung oleh pengaruh di luar dirinya. Dengan Saman ia seolah menemukan kembali naluri itu dan bebas melampiaskannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bertahun-tahun aku hidup dengan fantasi itu, tanpa pernah mewujudkannya. Hingga hari aku bertemu kamu lagi. Kamu membangkitkan kembali khayal kanak-kanakku yang lama kukhianati. Tanpa kamu ketahui terlepaskanlah keperempuananku yang telah dipenjarakan hampir dua puluh tahun. Kini ia datang dengan memori purbanya. Seakan-akan ingatan primitif dari masa oral, ketika tubuhku belum diracuni oleh kekuatan luar yang mengagung-agungkan fallus dan memitoskan kesucian wanita. Ia datang dengan agresivitas yang murni, polos, inosen, yaitu dorongan untuk memakan, menghisap, mengconsume, mengexploit, memasukkan ke dalam dirinya benda-benda yang menarik hatinya. Juga kelamin laki-laki.” (Larung, 2002:161-162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saman yang hidup dalam kesendiriannya, dengan ketaatannya terhadap agama mampu dilumpuhkan Yasmin dengan naluri primitifnya. Di situlah letak kepuasan Yasmin terhadap Saman. Penaklukan atas keangkuhan soliternya. Hal tersebut juga yang menyebabkan Yasmin sangat tergila-gila kepada Saman dan bukan lelaki lain, termasuk suaminya sendiri. Dari sini bisa dilihat bahwa perselingkuhan yang dilakukan Yasmin selain disebabkan oleh alasan emosional dan seksual, juga merupakan wujud pemberontakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Laila dan Yasmin, perselingkuhan tokoh Cokorda Gita Magaresa tidak menjadi unsur penting di dalam dwilogi novel ini. Namun, Cok adalah tokoh perempuan yang paling membangkang dengan segala aturan yang ada di sekitarnya. Dialah sosok yang paling liar di antara teman-temannya, Laila, Yasmin, dan Shakuntala. Sejak remaja ia mempunyai kebiasaan gonta-ganti pacar. Meski, Shakuntala adalah orang pertama yang kehilangan keperawanan di antara mereka berempat, tetapi Cok yang lebih dulu melakukannya atas dasar keinginan dan kepuasan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Paling tidak, aku bisa menyombong bahwa akulah satu-satunya dari kami berempat yang pertama kali melakukan hubungan seks karena sadar dan suka. Shakuntala menghabisi keperawanannya lebih karena pemberontakan. Dia tidak menikmatinya. Laila masih suci-hama sampai sekarang. Dan Yasmin berbuat karena keterusan.” (Larung, 2002:86).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keberanian Cok untuk membangkang dan melakukan seks bebas, ia dipindahkan dari sekolahnya di Jakarta ke Bali, dengan alasan pergaulan di Jakarta sudah rusak. Kedua orangtuanya menemukan kondom di dalam tasnya. Apa yang dialami Cok merupakan resiko sosial yang harus diterimanya ketika ia melanggar sistem nilai yang berlaku. Hal ini yang menyebabkan mengapa Laila begitu takut untuk melepaskan keperawanannya, keberanian pada dirinya nanti timbul ketika ia berada jauh dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cok melakukan selingkuh dengan seorang tentara, Brigjen. Rusdyan Wardhana. Sama halnya dengan pacar-pacarnya yang lain, dengan lelaki ini ia juga tak merasakan ketergantungan emosional. Di dalam setiap hubungan Cok selalu mengincar kepuasan-kepuasan lain di luar rasa cinta: seksual, kepentingan bisnis, dan lain-lain. Tetapi, sama halnya dengan perselingkuhan-perselingkuhan lain dalam dwilogi novel ini, tidak ada motivasi ekonomi yang mendasarinya. Cok adalah seorang pengusaha yang mengelola sebuah hotel miliknya sendiri.&lt;br /&gt;Meski, perilaku seksual Laila dan Yasmin adalah pemberontakan, tapi hubungan mereka masih dilandasi dengan unsur perasaan yang mendalam, berbeda dengan Cok:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus, elu udah putus dari laki orang itu. Carilah bujangan, Cok. Jangan lakor. Bahaya.”&lt;br /&gt;Masa?&lt;br /&gt;“Lihat aja kasus Laila. Aku rasa dia dimain-mainkan saja oleh Sihar. Dijadikan selingan. Selingkuhan ringan.”&lt;br /&gt;Lho, justru lakor itu aman, Min. Mereka nggak posesif karena punya keluarga. Bujangan cenderung mau menguasai kita. Dengan lakor, kita bisa putus dengan gampang.” (Larung, 2002:89).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas bisa dilihat kalau Cok adalah perempuan yang tidak ingin terikat dengan laki-laki. Ia ingin bebas menikmati apapun tanpa ada sebuah ikatan. Ia pun tak akan menuntut lebih atau memaksakan setiap lelaki memberikan apa yang ia harapkan seperti yang dialami Laila. Cok adalah tipe perempuan yang mampu memerdekakan dirinya dari laki-laki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6809638998183111141?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6809638998183111141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-perselingkuhan-dalam-dwilogi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6809638998183111141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6809638998183111141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-perselingkuhan-dalam-dwilogi.html' title='Unsur Perselingkuhan Dalam Dwilogi novel “Saman”-“Larung” Karya Ayu Utami'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THEuX_fiAaI/AAAAAAAAANs/nRaC8i6y95o/s72-c/ayuutami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2158378045490365115</id><published>2010-08-21T10:51:00.001-07:00</published><updated>2010-08-22T07:21:09.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Dimensi Perselingkuhan Dalam Novel "Supernova" (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THExXXDOe1I/AAAAAAAAAN0/dFPmxFfTx10/s1600/supernova.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THExXXDOe1I/AAAAAAAAAN0/dFPmxFfTx10/s320/supernova.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508238096645126994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Secara umum perselingkuhan bisa diartikan sebagai penyelewengan yang terjadi pada suatu pasangan yang membangun sebuah hubungan, baik hubungan dalam ikatan pernikahan maupun yang tidak. Namun, pengertian secara khusus, yang paling sering dibahas dalam studi sosial budaya, selingkuh berarti, suami atau istri yang telah terikat dalam lembaga perkawinan, menjalin hubungan dengan laki-laki atau wanita lain dengan tanpa ikatan perkawinan. Unsur tanpa ikatan perkawinan harus ditegaskan mengingat di Indonesia poligami diperbolehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan adalah problem sosial yang terjadi di mana saja sejak zaman dahulu kala, dan dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, miskin atau kaya, tua atau muda, dari pengusaha hingga pejabat. Problem ini berkaitan erat dengan masalah moral, agama, etika, institusi, dan lain-lain. Bahkan, banyak sekali konflik-konflik kekuasaan dalam sejarah dunia disebabkan oleh perselingkuhan. Salah satu contoh adalah perselingkuhan yang dilakukan mantan presiden Amerika Serikat, Bill Clinton, menjadi skandal besar yang menghebohkan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah masyarakat urban, perselingkuhan sudah menjadi gaya hidup. Kondisi ini tak terelakan mengingat seksualitas merupakan unsur alamiah yang terdapat pada manusia. Aktifitas pemuasan hasrat seks menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan. Setiap manusia berkecenderungan mencari objek pemuasan seks lain ketika ia tak lagi mendapat kepuasan dengan pasangan yang sebelumnya. Selain faktor dorongan biologis dan lingkungan sosial, perselingkuhan juga banyak disebabkan oleh faktor psikologis, pencarian akan rasa nyaman ketika pasangan terdahulu dirasa tidak cukup memberikan kebahagiaan. Akar dari masalah perselingkuhan memang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur perselingkuhan dalam novel ini ditampilkan pengarang lewat tokoh Ferre dan Rana. Kedua tokoh inilah yang oleh pengarang (Dewi Lestari) dan pencerita (Dhimas dan Ruben) disimbolkan sebagai Ksatria dan Puteri. Ferre dan Rana adalah dua sosok dengan latar belakang keluarga dan kehidupan yang berbeda. Ferre adalah seorang eksekutif muda tampan yang tengah menapaki puncak karirnya. Di usianya yang masih relatif muda ia telah memiliki segalanya, kekayaan, kesuksesan, kepopuleran, dan lain-lain. Karakternya sebagai sosok pekerja keras dan mandiri terbentuk sejak masih kecil. Ibunya meninggal ketika ia masih berumur 5 tahun. Sejak saat itu ia hidup bersama kakek dan neneknya yang juga meninggal ketika ia berumur 11 tahun. Kondisi tersebut membentuk dirinya menjadi sosok yang memiliki keperibadian kuat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Banyak yang mengira ia menjalani kehidupan jet set, bergelimang wanita cantik, dan pesta-pesta gila. Apa yang dibayangkan kebanyakan orang jauh berbeda dengan apa yang sesungguhnya ia jalani.&lt;br /&gt;Ia selalu mendapatkan fasilitas nomor satu. Terbang dengan first class, mobil dinas setidaknya harga lima ratus jutaan, dan akomodasinya hampir selalu bintang lima. Namun ia melewati semuanya dalam keadaan berpikir, membuka-buka lembaran faks, menerima laporan ini-itu, telepon dari sana-sini yang tak mengizinkannya menikmati pemandangan jalan.” (2001:22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, di tengah puncak kesuksesan, Ferre belum juga mempunyai seorang pasangan hidup yang mendampinginya. Telah banyak wanita cantik mendekatinya tetapi tidak ada satu pun yang bisa memikat hatinya. Ia terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya sebagai managing director di sebuah perusahaan multinasional. Suatu waktu seorang wartawan sebuah majalah perempuan menemuinya untuk diwawancara. Wartawan itu adalah seorang wanita yang telah menikah bernama Rana. Wawancara tersebut menjadi awal kisah cinta mereka. Saat berkenalan dengan Ferre, Rana sudah tiga tahun menikah. Bertolak belakang dengan Ferre, Rana dibesarkan oleh keluarga yang dipenuhi dengan aturan. Sejak kecil kehidupan Rana dikendalikan oleh orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Willard Harley (dalam Ni Luh Putu Suciptawati, Made Susilawati) mengemukakan bahwa faktor yang menyebabkan perselingkuhan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak bertemunya kebutuhan suami dan isteri dalam rumah tangga. Kebutuhan isteri meliputi kebutuhan akan kasih sayang (affection), percakapan (conversation), ketulusan dan keterbukaan (honesty and openness), komitmen finansial (financial commitment), dan komitmen keluarga (Family commitment). Sedangkan kebutuhan suami meliputi kebutuhan seksual (sexual fulfillment), kebersamaan dalam rekreasi (recreational companionship), memiliki pasangan yang menarik (an attractive spouse), dukungan dalam rumah tangga (domestic support), dan kekaguman (admiration)”. (http://ejournal.unud.ac.id).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian di atas meski terlalu umum, memang cukup memadai untuk dijadikan acuan, karena cukup sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan. Satu faktor yang menjadi persamaan dan titik berat kebutuhan suami maupun isteri adalah faktor psikologis. Satu hal yang menarik, dan tentu saja bisa menimbulkan tarik menarik, yakni adanya dua unsur pembeda pada kebutuhan suami dan isteri. Kebutuhan seksual dan kebutuhan ekonomi. Secara tidak langsung bisa dikatakan bahwa perempuan lebih memprioritaskan kebutuhan ekonomi, sedangkan pria lebih memprioritaskan kebutuhan seksual. Dari sini bisa ditarik kesimpulan bahwa secara seksual perempuan memiliki kekuasaan lebih untuk mengendalikan laki-laki, sedangkan secara ekonomi laki-laki memiliki kekuasaan lebih untuk mengendalikan perempuan. Bila dilihat pada kasus-kasus yang terjadi di lapangan hal tersebut dapat dibenarkan. Laki-laki kaya sering memanfaatkan kekayaannya untuk memperoleh wanita cantik dan menarik supaya ia bisa memperoleh kepuasan sempurna secara seksual. Wanita pun sebaliknya, sering memanfaatkan kecantikannya untuk memikat hati pria-pria yang mapan secara ekonomi. Ditinjau dari sudut pandang sosiokultural pembagian kebutuhan tersebut sarat dengan politik budaya patriarkal, yang tidak memperhitungkan eksistensi perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan dalam Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh” memiliki dimensi tersendiri, karena pihak yang telah menikah adalah sosok perempuan. Bertolak belakang dengan kasus-kasus yang biasa terjadi di masyarakat, di mana kebanyakan hal tersebut dilakukan oleh pria yang telah menikah. Kasus tersebut identik dengan prinsip budaya patriarkal, laki-laki yang mapan meski telah berkeluarga bisa leluasa memperoleh pasangan selingkuh yang diinginkannya, dan perempuan mau saja dijadikan selingkuh asalkan laki-laki yang telah menikah tersebut memiliki kekayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya perselingkuhan dapat dibagi menjadi dua tipe, Pertama, perselingkuhan dengan keterlibatan emosional yang rendah. Kedua, perselingkuhan dengan keterlibatan emosional yang tinggi dan mendalam (http://www.geocities.com/dien_99/data1/sebab.html). Sifat yang membedakan kedua tipe ini  adalah perasaan yang dimiliki kedua pihak. Tipe pertama relatif hanya menitikberatkan pada kecocokan seksual. Sedangkan tipe kedua, selain kecocokan seksual, terdapat juga kecocokan kepribadian, dan kecocokan pemikiran atau ideologi. Frekuensi pertemuan bukanlah faktor penentu yang membedakan kedua tipe ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan dalam novel ini termasuk pada tipe yang kedua. Rana, adalah pihak yang melakukan selingkuh. Sementara Ferre, pasangan selingkuhnya adalah lelaki yang tidak mempunyai pasangan. Pengarang dengan sengaja membuat perselingkuhan tersebut menjadi konflik yang unik. Faktor-faktor umum penyebab perselingkuhan seperti masalah ekonomi, kurang komunikasi, kurang kasih sayang, komitmen keluarga, tidak terdapat dalam novel ini. Suami Rana yaitu Arwin, adalah pria mapan dengan latarbelakang keluarga baik-baik. Arwin dengan tulus selalu memperhatikan kebutuhan Rana dan keharmonisan hubungan mereka seperti terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THExwFQElrI/AAAAAAAAAN8/l2sDEJmQCzg/s1600/selingdeh5.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 262px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THExwFQElrI/AAAAAAAAAN8/l2sDEJmQCzg/s320/selingdeh5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508238521363895986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;“Arwin memandangi istrinya yang sedang menunduk menghadapi piring, menunggu saat-saat tepat untuk mulai berbicara.&lt;br /&gt;“Rana...,” panggilnya lembut.&lt;br /&gt;“Ya, Mas?”&lt;br /&gt;“Kamu kok jadi pendiam sih akhir-akhir ini? Ada masalah yang bisa aku bantu?”&lt;br /&gt;Rana menunduk lagi. Ya, Mas. Aku jatuh cinta dengan pria lain. Bisakah kita kembali ke masa lalu dan tidak perlu menikah?&lt;br /&gt;“Kalau Mas ada salah sama kamu, bilang saja. Jangan dipendam-pendam. Komunikasi di antara kita harus dijaga tetap lancar,” dengan lebih lembut Arwin berkata.&lt;br /&gt;“Mas Arwin nggak ada salah apa-apa, kok?.” Itulah satu-satunya kesalahanmu, Mas.&lt;br /&gt;“Kamu sehat-sehat, kan? Kapan terakhir kali check-up ke dokter?” (2001:40).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat yang bergaris miring dalam kutipan di atas adalah ungkapan isi hati Rana. Lewat kutipan tersebut dapat dilihat bahwa Arwin sangat sayang dan perhatian pada istrinya. Jadi, bisa dikatakan bahwa apa yang dibutuhkan Rana pada seorang lelaki, semuanya ada dalam diri Arwin, kecuali satu, cinta. Bagi masyarakat modern dewasa ini alasan Rana mungkin terlalu naif. Tetapi, itulah sisi yang coba diangkat pengarang,  di tengah arus budaya kapitalis yang semakin dahsyat dewasa ini, di mana segala sesuatu diukur dengan materi Dewi Lestari menyisipkan sesuatu yang menjadi nilai hakiki manusia yakni cinta. Meski, demi merebut cinta tersebut banyak hal yang harus dikorbankan, perkawinan, perasaan suami, orangtua, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, seperti dijelaskan sebelumnya, keputusan Rana menikahi Arwin memang lebih banyak dipengaruhi orangtuanya. Karena sejak kecil gerak-geriknya dikendalikan penuh oleh orangtua. Ia tak mempunyai kebebasan menentukan pilihan hidupnya sendiri. Sebelumnya ia merasa nyaman-nyaman saja hidup di bawah aturan seperti itu. Tetapi, setelah bertemu dengan Ferre ia baru menyadari bahwa ia telah dikungkung begitu jauh, dan ia pun menemukan cintanya.&lt;br /&gt;Dapat dilihat bahwa kisah cinta Rana dan Ferre mengandung beragam konflik. Konflik terbesar tentu dialami tokoh Rana, ia harus bergelut dengan pertentangan batin, moral, agama, institusi, dan lain-lain, seperti yang tampak dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ikatan saya banyak. Bukan hanya pernikahan dua orang, tapi saya juga menikah dengan keluarganya. Dengan segenap lapisan sosialnya. Saya tidak seperti kamu yang punya banyak kebebasan. Kamu tidak bisa membandingkan...”&lt;br /&gt;Re memutar tubuh Rana, menatapnya lurus-lurus. “Saya tidak membandingkan, karena saya tahu persis pembandingan tidak akan membawa kita ke mana-mana. Tapi saya bisa melihat kamu memilikinya. Kekuatan untuk mendobrak. Membebaskan diri kamu sendiri.”&lt;br /&gt;“Mendobrak apa? Moralitas? Norma sosial? Kita hidup di dalamnya, Re. Saya cuma ingin mencoba realistis...” (2001:85).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perselingkuhan bagaimanapun di dalam masyarakat Indonesia memang dianggap haram, amoral, dan melawan hukum. Tetapi, di satu sisi rasa cinta tulus yang mereka punyai adalah sesuatu yang hakiki, menyangkut kebahagiaan mereka sebagai manusia, seperti dalam lanjutan kutipan tadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah kamu menyakiti dirimu sendiri dengan menempatkannya demikian? Apa yang jahat di sini, Rana? Jahatkah saya mencintai kamu mati-matian? Begitu amoralkah semua perasaan ini?”&lt;br /&gt;Rana mendapatkan dirinya dalam dilema yang sama, lagi dan lagi. Ia lelah.” (2001:86).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hal ini pengarang mencoba menjelaskan bahwa sistem yang terdapat dalam masyarakat, baik sistem hukum, agama, sosial, kadang menjadi penghambat bagi setiap orang dalam menempuh sebuah nilai yang substansial.&lt;br /&gt;Satu hal yang di luar dugaan, ketika mengetahui istrinya menjalin hubungan gelap dengan lelaki lain, tidak ada setitik pun amarah meluap dalam diri Arwin. Karena begitu besar cintanya kepada Rana, Arwin pasrah asalkan istrinya bisa merasakan kebahagiaan. Suasana hati Arwin tampak dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak ada kebencian yang bisa ia keruk dari dalam hatinya untuk Rana. Tidak juga untuk pria itu. Yang ada hanyalah kebencian pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;Ya, aku memang tidak pernah pantas memilikinya. Bertahun-tahun aku tahu itu, tapi aku diam saja. Egois. Tidak pernah satu detik pun aku mampu membuat Rana bersinar bahagia seperti itu. Aku pikir aku telah seluruhnya mencintai, padahal aku hanyalah batu penghalang bagi kebahagiaannya. Maafkan aku Rana. Hanya sebeginilah kemampuanku. Andaikan aku bisa berbuat lebih...”(2001:113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketabahan dan kerelaan tokoh Arwin memiliki nilai filosofis yang mendalam, bahwa kadang perselingkuhan ternyata tidak butuh sebab, tidak butuh alasan, terjadi begitu saja ketika hal tersebut sudah menyangkut masalah cinta dan kebahagiaan individu manusia.  Ketabahan seperti itu sudah sangat jarang, atau bahkan tidak mungkin sama sekali ditemukan dalam masyarakat sekarang ini. Arwin pun merelakan istrinya menentukan pilihannya sendiri. Ia tak ingin menghalang-halangi kebahagiaan istrinya. Baginya cinta seharusnya membebaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lama aku berusaha menyangkal kenyataan ini, tapi sekarang tidak lagi. Kamu memang pantas mendapatkan yang lebih. Maafkan aku tidak pernah menjadi sosok yang kamu inginkan. Tidak menjadikan pernikahan ini seperti apa yang kau impikan. Tapi aku teramat mencintaimu, istriku...atau bukan. Kamu tetap Rana Yang kupuja. Dan aku yakin tidak akan ada yang melebihi perasaan ini. Andaikan saja kamu tahu.” (2001:161).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketabahan ini pula yang menimbulkan hikmah besar pada Arwin, yang membuat Rana melihat Arwin sebagai sosok yang baru, yang mengerti arti cinta sesungguhnya. Rana begitu tersentuh dengan kerelaan suaminya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada satu makna yang secara aneh terungkap: cinta yang membebaskan. Ternyata Arwin yang punya itu. Bukan dirinya, bahkan bukan pula kekasihnya.&lt;br /&gt;Giliran Arwin yang terenyak ketika istrinya malah menghambur jatuh, mendekapnya erat-erat. Rasanya itu bukanlah pelukan perpisahan, melainkan sebaliknya, pelukan seseorang yang kembali.” (2001:162).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah cinta yang dialami Rana dengan Ferre seolah terkesan mencapai titik antiklimaks. Namun, itulah klimaks yang sesungguhnya ketika Rana mulai belajar mengerti makna cinta yang sebenarnya di saat ia mengkhinati suaminya. Ia pun akhirnya kembali ke dalam pelukan sang suami yang mencintainya tanpa menuntut Rana membalas cintanya. Ini justru terjadi ketika Rana sudah mendapatkan kebebasan untuk bahagia bersama Ferre. Secara implisit pengarang coba menyampaikan bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini, semuanya serba relatif, penuh dengan kemungkinan-kemungkinan, termasuk masalah cinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2158378045490365115?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2158378045490365115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-perselingkuhan-dalam-novel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2158378045490365115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2158378045490365115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-perselingkuhan-dalam-novel.html' title='Dimensi Perselingkuhan Dalam Novel &quot;Supernova&quot; (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THExXXDOe1I/AAAAAAAAAN0/dFPmxFfTx10/s72-c/supernova.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4437341253580559271</id><published>2010-08-21T10:31:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T08:09:26.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Sosok Pelacur Dalam Novel "Supernova" (Ksatria, Puteri, Dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari (Sebuah Perlawanan Terhadap Budaya Patriarkhi)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE2GdkNntI/AAAAAAAAAOE/VK4WunZeKvU/s1600/IWD.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 225px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE2GdkNntI/AAAAAAAAAOE/VK4WunZeKvU/s320/IWD.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508243303894458066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ditinjau lewat aspek penokohan, maka akan ditemukan bahwa Diva adalah tokoh utama dalam novel ini. Sosok bintang jatuh yang digambarkan pengarang (Dewi Lestari) maupun pencerita (Dhimas dan Ruben) tak lain adalah perempuan cantik yang sering menjajahkan tubuhnya kepada banyak lelaki ini. Menurut kacamata masyarakat umum, apalagi dalam konteks budaya Indonesia, perempuan yang menjajahkan tubuhnya pada lebih dari satu lelaki tanpa ada ikatan resmi dan menerima imbalan berupa uang disebut pelacur.&lt;br /&gt;Encyclopaedia Britannica (dalam Dam Truong, 1992:15) mendefinisikan pelacuran sebagai:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“praktek hubungan seksual sesaat, yang kurang lebih dilakukan dengan siapa saja (promiskuitas), untuk imbalan berupa upah. Dengan demikian pelacuran dikarakterisasikan oleh tiga unsur utama: pembayaran, promiskuitas, dan ketidak acuhan emosional”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi tersebut khususnya tiga unsur yang dipaparkan di atas sangat sesuai dengan karatkteristik yang terdapat pada tokoh Diva. Meskipun definisi ini mempunyai kelemahan karena dua dari tiga unsur tadi tidak bisa diterapkan di semua situasi. Kita tidak bisa mengatakan setiap aksi pelacuran selalu dilandasi ketidak acuhan emosional ataupun pembayaran. Bagaimana dengan kasus ketika seorang perempuan melakukan hubungan intim dengan banyak lelaki (tanpa ikatan resmi), namun ia sendiri melibatkan unsur emosional dan menerima bayaran?. Jelas bahwa dalam hal ini kriteria ekonomi semata juga memang tidaklah memadai. Kita juga tidak bisa mengatakan bila hubungan intim dalam sebuah ikatan resmi sama sekali bebas dari tindakan pembayaran.  Banyaknya tarik menarik mengenai konsepsi pelacuran oleh banyak ilmuwan dikarenakan setiap konsep tidak selalu bisa diterapkan pada semua kebudayaan masyarakat. Semua bergantung dari etos budaya yang terdapat di pusat konstruksi sosial norma-norma seksual (Dam Truong, 1992:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara lebih luas istilah pelacur kadang ditempelkan kepada seseorang yang menjual keahliannya untuk sesuatu yang tak berharga. Contohnya, seorang seniman yang mempunyai potensi besar di bidangnya, namun lebih condong membuat karya-karya yang sifatnya komersil. Ia dianggap melacurkan diri karena mengorbankan idealismenya. Di dalam etika kristen juga terdapat makna pelacuran yang lebih luas, yakni tindakan penyembahan terhadap dewa-dewa lain selain Allah. Hal ini dijelaskan dalam kitabYehezkiel pasal 23 dan kitab Hosea (1:2-11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Ihsan (dalam Wakhudin) para antropolog mengatakan, adanya pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah terjadi sejak zaman primitif, menyebabkan pelacuran menjadi realitas yang tak mungkin terelakkan. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com) Tugas perempuan diarahkan untuk melayani kebutuhan seks lelaki. Sedangkan kaum feminis menjelaskan bahwa penyebab terjadinya pelacuran karena kuatnya sistem dan budaya patriarkhi. Sementara kaum marxis menganggap pelacuran merupakan resiko dari sistem kapitalisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada perkembangannya kedudukan pelacur mengalami naik turun. Menurut sejarah, bentuk pelacuran tertua ditemukan di negara-negara kuno seperti India dan Babilonia Kuno (Dam truong, 1992:20). Waktu itu tindakan pelacuran identik dengan berbagai ritus keagamaan. Sebagai contoh di Babilonia Kuno, perempuan-perempuan yang berafiliasi dengan monumen yang dianggap keramat, seperti candi, melakukan hubungan seks (melacurkan diri) dengan para pengunjung tempat tersebut. Hal ini sebagai wujud pemujaan atas kesuburan dan kekuasaan seksual para dewi. Untuk hal tersebut diberikan sumbangan untuk candi. Contoh lain ditambahkan Ihsan (dalam Wakhudin), adalah perempuan-perempuan yang menjajahkan dirinya diberbagai tempat, dan penghasilannya diberikan kepada pendeta untuk kepentingan kuil. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com). Mereka dikenal dengan istilah “pelacur kuil” (temple prostitutes).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelacuran zaman tersebut identik dengan pengabdian untuk kepentingan keagamaan. Jadi, kedudukan sosialnya dianggap terhormat. Contoh lain yang tidak ada hubungannya dengan religi terdapat di negara-negara Asia Timur. Di Jepang terkenal dengan Geisha, perempuan penjajah seks yang dibekali dengan berbagai kemampuan seni, seperti memainkan bermacam alat musik, menari, berpuisi, dan lain-lain. Geisha berasal dari kata Gei yang artinya seni, dan Sha yang berarti pribadi. Budaya Jepang menganggap Geisha adalah artis. Perempuan-perempuan yang menjadi Geisha memiliki latarbelakang kelas yang beragam. Namun, pengaruh sosial dan hak istimewa yang mereka dapatkan tergantung juga dengan pria siapa mereka melakukan hubungan. Dari contoh tadi kita bisa melihat, demi kepentingan-kepentingan tertentu, seperti kepentingan keagamaan dan penguasa, pelacuran tidak dicerca melainkan menjadi sesuatu yang dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelacuran di mata masyarakat Indonesia adalah sesuatu yang buruk, haram, hina, dan lain-lain. Wanita yang menjadi pekerja seks dianggap sebagai sampah masyarakat, perusak moral, penyebar berbagai macam penyakit. Baik agama maupun hukum melarang praktek prostitusi. Meski, di daerah-daerah tertentu seperti Surabaya terdapat lokalisasi PSK yang legal. Augustinus dari Hippo 354-430), seorang bapak gereja pernah mengatakan bahwa, pelacuran itu ibarat "selokan yang menyalurkan air yang busuk dari kota demi menjaga kesehatan warga kotanya."(http://id.wikipedia.org/wiki/Pelacuran). Sesuatu yang ironi memang, ternyata di tengah stigma yang disandangnya, pelacur juga dibutuhkan, dan sebagai solusi dari sebuah problem sosial untuk mengurangi kasus-kasus pemerkosaan di tengah masyarakat. Anggota masyarakat yang menggunakan jasa pekerja seks sama sekali tak menanggung stigma seperti yang dikenakan pada pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rowbothan (dalam Dam Truong, 1992:17) berpendapat bahwa istilah pelacuran merupakan perwujudan dari hegemoni kultural. Pemisahan antara istri (perempuan terhormat, gundik (perempuan piaraan), pelacur (perempuan sundal) tak lain demi kepentingan dominasi pria. Karakter Diva, berkaitan dengan pendapat tadi bisa dikatakan sebagai media pengarang untuk melawan hegemoni kultural tersebut. Diva berprofesi sebagai peragawati kelas atas. Imbalan yang dimintanya setiap kali naik panggung jumlahnya tidak sembarangan. Di samping itu, ia juga selektif dalam memilih acara. Bahkan, hanya majalah-majalah bona fide saja yang bisa memamerkan foto-fotonya. Standar tinggi tersebut sepadan dengan profesionalitas dan disiplin yang dijalankannya.  Hingga kesan yang akan timbul selanjutnya adalah Diva tipe perempuan pekerja keras dan konsisten dengan pekerjaannya. Tokoh Diva merupakan refleksi pengarang akan kenyataan yang sudah menjadi rahasia umum dalam kehidupan kota metropolitan, banyaknya model yang juga berprofesi sebagai wanita penghibur. Pelacuran terselubung kelas tinggi yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu, yaitu mereka yang memiliki kemampuan ekonomi mapan. Satu hal yang menarik, sebagian dari para pelacur ini memiliki kemampuan ekonomi yang mencukupi. Jadi, menganggap masalah ekonomi sebagai satu-satunya faktor yang melatarbelakangi tindakan pelacuran adalah keliru. Banyak faktor lain yang bisa dkatakan menjadi penyebab, seperti lingkungan pergaulan, gaya hidup yang konsumtif (membuat setiap orang ingin memperoleh uang dengan cepat dan mudah), lingkungan keluarga, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diva memiliki hubungan intim dengan beberapa lelaki, dan ia juga menuntut upah untuk hubungan tersebut. Dari seorang pengusaha kaya bernama Dahlan hingga seorang pemuda kaya beristeri seperti Nanda. Tindakan “menjual diri” tidak dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak terhormat. Ia mempunyai sebuah pembenaran yang ia yakini sebagai dasar pemikiran atas tindakannya itu. Kemampuan berpikir dan luasnya wawasan yang dimiliki Diva memang sangat kontradiktif dengan profesi sampingan yang dijalankannya. Bagaimana mungkin perempuan cerdas dan berkepribadian kuat seperti dirinya rela menjual tubuhnya untuk dinikmati banyak lelaki?. Tapi ia pun memiliki pembenaran atas semua itu. Gambaran ideologi yang mendasari pilihan hidupnya terdapat dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita itu tersenyum mencemooh. “Justru karena saya lebih pintar dari kamu dan CEO kamu, makanya saya tidak mau bekerja seperti kalian. Apa bedanya profesi kita? Sudah saya bilang, kita sama-sama berdagang. Komoditasnya saja beda. Apa yang kamu perdagangkan buat saya tidak seharusnya dijual. Pikiran saya harus dibuat merdeka. Toh, berdagang pun saya tidak sembarang...”(2001: 57).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan tokoh tersebut bisa dilihat konsep ideologi yang dipegang olehnya. Bagi Diva, apa yang diperdagangkan oleh para kapitalis adalah sesuatu yang seharusnya tidak dijual, karena sesuai dengan prinsip marxisme, semua itu seharusnya adalah kepemilikan bersama. Sementara ia sendiri menjual tubuhnya, kecantikannya, menurutnya adalah sesuatu yang wajar. Karena keindahan tubuh dan kecantikannya adalah miliknya sendiri. Ia memiliki kemerdekaan untuk menjualnya kepada siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diva adalah tipe perempuan yang nyaris sempurna. Memiliki kecantikan, keindahan tubuh, karir yang sukes, kecukupan ekonomi, kecerdasan, dan menjunjung tinggi kebebasan perempuan. Selain itu, ia juga perfeksionis dalam segala hal, baik dalam hal pekerjaan, maupun pandangan tentang hidup. Namun, ia pun sadar, ia hidup pada masa ketika uang memiliki peranan utama bagi setiap orang untuk dapat mempertahankan diri. Semua hal yang ia lakukan baginya adalah resiko hidup di zaman kapitalis, termasuk “memperdagangkan” tubuhnya sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia tahu, pekerjaannya membutuhkan fisik yang selalu fit, penampilan yang prima. Tapi semua itu dilakukannya semata-mata karena ia merasa berkewajiban mengurus jasad – kendaraannya untuk menghadapi hidup. Dan kendaraan ini bukan kendaraan rombeng. Ia tidak akan pernah memperlakukannya demikian. Setiap tubuh adalah perangkat yang luar biasa menakjubkan.” (2001:92).&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE6KeiPqCI/AAAAAAAAAOM/aphp9pPssNc/s1600/1f7952f8b5a27ceacbbdc962f15d58b5.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 298px; height: 209px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE6KeiPqCI/AAAAAAAAAOM/aphp9pPssNc/s320/1f7952f8b5a27ceacbbdc962f15d58b5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508247770920626210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di zaman kapitalis manusia hampir tidak lagi mempedulikan masalah ketulusan cinta dan hati nurani. Segala sesuatu diukur dengan uang. Orang kaya semakin kaya, dan orang miskin makin terpuruk ke dalam jurang kemiskinan. Bila ingin tetap bertahan hidup semua orang harus rela membiarkan dirinya terseret dalam arus tersebut. Tapi, Diva beranggapan bahwa bagaimana pun cinta tak akan bisa diperjualbelikan. Nanda, lelaki beristri yang berkencan dengannya, sangat mengagumi kepribadian Diva. Hingga ia pun mengatakan, ia lebih memilih uangnya dibayar untuk merasakan kasih sayang Diva, daripada bersetubuh dengannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ketulusan bukan ketulusan lagi kalau kita mulai memperjualbelikannya. Saya memang punya dagangan, sama seperti kamu. Kita sama-sama harus begitu untuk bertahan di dunianya tukang dagang. Tapi jangan cemari satu-satunya jalan pulangmu untuk keluar dari semua sampah ini, kembali ke diri kamu sebenarnya. Sorot mata yang hidup tadi, digerakkan kejujuran yang berontak dari dalam sana. Terkutuklah Diva si pelacur begitu ia mulai memunguti uang di atasnya. Ya, terkutuklah dia.” (2001:66).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik tokoh yang paradoksal merupakan ciri khusus novel ini. Eksplorasi jenis tokoh seperti ini tampaknya dilakukan dengan sadar oleh pengarang, sebagai perlawanan terhadap norma-norma yang ada di tengah-tengah masyarakat. Dalam kacamata masyarakat, tindakan pelacuran pada umumnya dilatar belakangi pergaulan yang tidak baik atau kondisi ekonomi yang di bawah standar. Anggapan ini jelas sangat bertolak belakang dengan karakteristik seorang Diva. Sebagai seorang peragawati papan atas, kondisi ekonomi yang menopangnya cukup memadai. Di dalam cerita juga tidak digambarkan jika dirinya memiliki pergaulan buruk, yang menyeretnya pada kebiasaan seperti itu. Diva bahkan ditampilkan pengarang sebagai sosok perempuan cerdas dan memiliki wawasan luas, juga peka terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya. Stigma yang menempel pada pelacur coba dijungkirbalikan pengarang lewat tokoh Diva, namun di sisi lain, sang pengarang pun tidak bermaksud untuk mengubahnya menjadi positif, yang ditonjolkan di sini adalah sebuah sikap, pemikiran yang dimiliki sang tokoh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4437341253580559271?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4437341253580559271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-pelacur-dalam-novel-supernova.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4437341253580559271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4437341253580559271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/unsur-pelacur-dalam-novel-supernova.html' title='Sosok Pelacur Dalam Novel &quot;Supernova&quot; (Ksatria, Puteri, Dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari (Sebuah Perlawanan Terhadap Budaya Patriarkhi)'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE2GdkNntI/AAAAAAAAAOE/VK4WunZeKvU/s72-c/IWD.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8115597485603252089</id><published>2010-08-21T10:12:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T08:26:56.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Homoseksualitas Dalam Novel “Supernova” (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari (Suatu Tinjauan Sosial, Budaya, Moral)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE6ruh7dQI/AAAAAAAAAOU/iAqQF3aowhc/s1600/dewi_lestari-small.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 169px; height: 222px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE6ruh7dQI/AAAAAAAAAOU/iAqQF3aowhc/s320/dewi_lestari-small.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508248342149952770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Insting seksual lazimnya terjadi antara pria kepada wanita maupun sebaliknya. Namun, banyak juga didapati keinginan seksual yang menyimpang dari biasanya. Pria menyukai pria dan wanita menyukai wanita.  Secara umum mereka dikategorikan sebagai pasangan homoseksual. Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Homoseksualitas mengacu pada interaksi seksual dan/atau romantis antara pribadi yang berjenis kelamin sama. Pada penggunaan mutakhir, kata sifat homoseks digunakan untuk hubungan intim dan/atau hubungan sexual di antara orang-orang berjenis kelamin yang sama, yang bisa jadi tidak mengidentifikasi diri mereka sebagai gay atau lesbian. Homoseksualitas, sebagai suatu pengenal, pada umumnya dibandingkan dengan heteroseksualitas dan biseksualitas. Istilah gay adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada pria homoseks. Sedangkan Lesbian adalah suatu istilah tertentu yang digunakan untuk merujuk kepada wanita homoseks” (http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigmund Freud mengkategorikan mereka yang memiliki insting seksual ke sesama jenis sebagai manusia berperilaku seksual terbalik, atau disebut juga dengan Invert (2003:2-3). Perilaku invert itu sendiri terbagi dalam beberapa jenis, sesuai sifat atau kecenderungan yang dimiliki. Jenis yang pertama adalah mereka yang memiliki kecenderungan terbalik dalam dua arah, atau psychosexually hermaphroditic. Kelompok ini memiliki orientasi seksual secara umum, baik terhadap lawan jenis maupun sesama jenis, sehingga karakter invert mereka tidak menampakkan kekhususannya. Kelompok ini dalam masyarakat kota juga kita kenal dengan sebutan biseksual, misalnya seorang lelaki yang bisa berhubungan seks dengan lelaki ataupun perempuan. Jenis yang kedua adalah mereka yang hanya sesekali saja menampakkan perilaku invertnya, atau occasionally inverted. Kelompok ini menunjukkan karakter invertnya hanya dalam situasi tertentu saja. Misalnya, ketika kebutuhan objek seksual lawan jenis tidak terpenuhi, sehingga mereka memilih sesama jenis sebagai objek pemuasan seksual mereka. Kasus seperti ini banyak terjadi di dalam lingkungan penjara. Banyak tahanan yang menjadi korban sodomi dari tahanan lain dikarenakan tidak adanya pelampiasan seksual kepada lawan jenis. Contoh yang sama juga terjadi di masyarakat metropolitan, demi tujuan-tujuan tertentu, seperti popularitas, uang, dan lain-lain, banyak lelaki yang mempunyai orientasi seksual normal, melakukan hubungan intim dengan seorang homoseks. Di dalam novel Supernova (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh), Dhimas dan Ruben adalah pasangan Gay. Kedua tokoh ini termasuk dalam kategori ketiga yaitu, absolutely inverted, Freud menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Objek seksual mereka harus selalu berasal dari jenis kelamin yang sama. Bahkan bagi kelompok ini, lawan jenis tidak akan pernah mampu menjadi objek kerinduan seksual; lawan jenis hanya akan diacuhkan, bahkan mungkin menumbuhkan rasa jijik. Kemunculan rasa jijik ini, bagi kaum pria, membuat mereka tidak mampu melakukan aktivitas seksual normal atau kehilangan segala kenikmatan dalam melakukannya” (2003:3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah homoseksual dunia sudah sangat tua, dahulu kita kenal dengan peristiwa Sodom dan Gomorah yang terdapat dalam alkitab perjanjian lama. Homoseksualitas merupakan praktek universal, dilakukan di mana pun, dan dalam kebudayaan apapun. Bahkan, empat belas dari lima belas kaisar Roma yang pertama adalah gay. Menurut Dede Oetomo, homofilia atau homoseksualitas terdapat di mana saja dalam kehidupan manusia karena secara biologis-psikologis manusia dilengkapi dengan kemampuan untuk melakukan tindakan seks yang jauh lebih banyak macamnya daripada hanya senggama penis dengan vagina. (http://itha.wordpress.com/2007/08/27/menyikapi-masalah-homoseksualitas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan pertama kata homoseksual yang tercatat dalam sejarah adalah pada tahun 1869 oleh Karl-Maria Kertbeny, dan kemudian dipopulerkan penggunaannya oleh Richard Freiherr von Krafft-Ebing pada bukunya Psychopathia Sexualis (-http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas). Di dalam beberapa masyarakat, peran homoseksual bahkan dilembagakan. Seperti pada Suku Koniag, yang mensosialisasikan beberapa anak laki-laki sejak bayi untuk mengisi peran&lt;br /&gt;wanita. Di kalangan Suku Siwan di Afrika, semua laki-laki dan anak laki-laki&lt;br /&gt;diharapkan melakukan senggama anal dan ganjil bila tidak melakukannya (http://digilib.petra.ac.id/ads-cgi/viewer.pl/jiunkpe/s1/ikom/2006). Suku Dayak Ngaju mengharuskan tetua yang dipilih adalah seseorang yang berhubungan seks dengan sesama jenis kelamin. Pelembagaan Homoseksual yang kebanyakan terjadi pada masyarakat yang memiliki sedikit surplus sosial,  identik dengan masalah produksi kebutuhan material masyarakat itu sendiri. Jumlah penduduk berlebihan pada kehidupan masyarakat yang masih memiliki metode kerja manual dan teknologi sederhana, akan menyebabkan kebutuhan material dengan jumlah penduduk mengalami ketimpangan. Hal ini menyebabkan munculnya mitos-mitos seputar masalah biologis yang melembagakan hubungan sesama jenis, dan melemahkan peranan hubungan heteroseksual, demi mengendalikan populasi penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh suku bangsa Etoro, sebuah kelompok masyarakat yang bermukim di daerah Trans-fly Papua New Guinea, dengan jumlah penduduk sekitar 400 jiwa. Pandangan dan perilaku seksual orang Etoro berhubungan dengan kepercayaan-kepercayaan di sekitar siklus kelahiran, pertumbuhan fisik, kedewasaan, ketuaan, dan kematian (-http://www.e-samarinda.com/forum/index.). Kebudayaan Etoro menganggap perempuan adalah mahluk berbahaya dan tercemar, sehingga aktifitas persenggamaan bagi mereka adalah perilaku kotor. Hubungan seks heteroseksual hanya dilakukan untuk keperluan reproduksi, itu pun diperbolehkan hanya 100 hari dalam setahun. Di luar itu, persenggamaan dengan lawan jenis dianggap tabu. Mereka juga percaya anak-anak muda pria belum bisa menghasilkan spermanya sendiri, untuk itu membutuhkan sperma secara oral dari laki-laki yang lebih tua. Orang Etoro yakin sperma lelaki bisa memberi kekuatan hidup. Walaupun persenggamaan tidak disukai, aktifitas homoseksual diperbolehkan bahkan dianggap penting. Jadi, kehidupan homoseksual masyarakat seperti itu tidak didasari oleh dorongan patologi biologis, faktor genetika, atau hubungan emosional, tetapi lebih didasari oleh faktor kebudayaan, tradisi, yang memiliki kaitan erat dengan kondisi produksi material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE7COy86jI/AAAAAAAAAOc/paWyAnbS5yI/s1600/group-hug-gay.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 167px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE7COy86jI/AAAAAAAAAOc/paWyAnbS5yI/s320/group-hug-gay.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508248728768408114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejak peristiwa Stonewall tahun 1969 yang dikenal sebagai peristiwa pembangkangan kaum homoseksual dalam memperjuangkan hak-haknya, yang juga bersamaan dengan gelombang kedua gerakan perempuan, homoseksual menjadi gerakan yang nyata, tidak lagi sembunyi-sembunyi, dan secara serius mulai menjadi bahan kajian studi sosial budaya. Di beberapa Negara tertentu seperti Belanda dan Kanada, pasangan homoseksual sudah bisa meresmikan ikatan hubungan mereka dalam pernikahan. Di Indonesia sendiri, homoseksual dalam beberapa tahun terakhir mulai berani dieksplorasi lewat media-media komunikasi massa, sebagai masalah sosial yang mau diterima atau tidak memang ada di sekitar kita.  Contohnya lewat film dan karya sastra. Selain Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”, novel-novel Indonesia lainnya yang mengangkat homoseksualitas antara lain, “Relung-Relung Gelap Hati Sisi” karya Mira W, dan “Manusia-Manusia” karya Bagus Utama.  Sejak zaman Balai Pustaka dan Pujangga Baru, para pengarang masih menganggap tema ini adalah tabu untuk ditampilkan dalam karya sastra. Sampai sekarang pun, meski tidak setabu dahulu, sastrawan yang mengangkat masalah tersebut masih tergolong minim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum harus diakui bila fenomena gay memang masih dianggap menyimpang dalam masyarakat Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya angka resmi mereka yang menyatakan diri sebagai gay. Agama-agama yang ada di Indonesia sendiri memang menentang keberadaan homoseksual. Masyarakat kita seolah masih terjebak pada dualisme antara ingin menolak fenomena kaum tersebut, dan harus menerima kenyataan bahwa mereka ada di tengah-tengah kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota metropolitan seperti Jakarta, kaum pencinta sesama jenis sudah cukup bisa diterima dan bukan lagi menjadi sesuatu yang aneh di mata sebagian besar masyarakat. Salah satu faktor penyebabnya adalah banyaknya media audio visual yang merupakan sumber informasi paling besar bagi masyarakat, sudah sering mengangkatnya sebagai masalah sosial. Tetapi, di sisi lain eksistensi mereka memang seringkali ditanggapi dengan respon negatif. Di dalam kehidupan sosial sehari-hari kaum homoseksual sering kita jumpai memiliki profesi yang dianggap remeh masyarakat. Pekerja seks, atau keahlian-keahlian lain yang berhubungan dengan penampilan luar. Masyarakat beranggapan seorang homoseks tidak bisa melakukan apapun, selain hanya bisa mengumbar dan memuaskan dorongan seksual mereka. Tidak perlu heran bila keberadaan kaum homoseksual sering ditertawakan. Bahkan, belakangan dijumpai seorang homoseksual melakukan pembunuhan berantai dengan memutilasi korbannya. Contoh-contoh tersebut, mengakibatkan penempelan sebuah stigma sulit untuk dihindari. Kaum homoseksual dikutuk, dijauhi, bahkan ditakuti. Masyarakat kita seolah mengalami  kebencian besar terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Prof. Dr. Dadang Hawari, (http://muhsinlabib. Wordpress.com/2007/07/19/homoseksualitas-kawin-sejenis-atau-ganti-kelamin), perilaku homoseksual tidak hanya diakibatkan oleh faktor natural semata seperti kelebihan hormon, namun juga merupakan problema psikologis (kejiwaan), sebagai akibat dari interaksi dan komunikasi bebas serta hilangnya pembatas moral antar lawan jenis.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab homoseksualitas. Pertama adalah pengalaman traumatik di masa lalu, misalnya seseorang pernah menjadi korban sodomi, sehingga ia ingin membalas apa yang telah dialami kepada orang lain. Itu sebabnya homoseksualitas kerap dianggap sebagai penyakit menular. Kedua, pengaruh budaya dan komunikasi yang bebas. Fenomena seperti ini sering terjadi di kalangan selebritis. Misalnya, para artis, pada saat akan melakukan pertunjukan, shooting film ataupun show lainnya, harus berganti busana dalam waktu yang singkat karena kejar waktu, meski harus ‘telanjang’ di hadapan lawan jenisnya. Intensitas kontak indra yang sering, membuat mereka menjadi bosan dengan pemandangan ini dan mencari ’sensasi’ baru dengan melepaskan kecenderungan biologisnya kepada sesama jenis yang mengalami hal serupa. Tetapi contoh tersebut tidak sepenuhnya benar, karena seorang lelaki yang telah menikah bisa dibilang setiap hari melihat istrinya tanpa pakaian, namun ia tidak mengalami kejenuhan apalagi sampai berubah orientasi seksualnya. Pengaruh lingkungan keluarga juga bisa menjadi penyebab, misalnya seorang anak laki-laki dididik dan diperlakukan sebagai perempuan oleh orangtua dikarenakan keinginan untuk memperoleh anak perempuan yang tidak kesampaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THFBAXgjscI/AAAAAAAAAOk/K1wVkfH7yG8/s1600/plato1.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 209px; height: 283px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THFBAXgjscI/AAAAAAAAAOk/K1wVkfH7yG8/s320/plato1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508255293817205186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Novel ini mengangkat sisi minor, atau sisi yang jarang dilihat dari kaum homoseksual. Lewat teks, pengarang ingin menjungkirbalikkan anggapan-anggapan negatif masyarakat yang telah menjadi stereotip tadi. Kaum homoseksual tidak selamanya seperti yang mereka pikirkan, tetapi banyak juga dari mereka yang menjadi pemikir dan memiliki visi yang hebat di bidangnya. Bahkan tokoh-tokoh besar dunia seperti Plato, Foucault, Alexander The Great, dan Leonardo Da Vinci adalah seorang gay. Di sini pengarang mencoba menekankan bahwa kaum pencinta sesama jenis juga sama seperti manusia-manusia lainnya, sama-sama bisa berpikir, mengkreasikan sesuatu, menciptakan konsep-konsep atau pemikiran-pemikiran yang cerdas, dan lain sebagainya, yang membedakan hanyalah bahwa mereka memiliki kecenderungan seksual bertolak belakang dengan manusia lainnya. Kaum gay juga memiliki sifat setia dan selalu ingin melindungi pasangannya. Sesuatu yang sudah jarang didapati dalam masyarakat heteroseksual. Berbeda dengan karakter kaum homoseksual yang umumnya memiliki orientasi utama pada pemuasan nafsu seks, Dhimas dan Ruben digambarkan sebagai sosok yang berbeda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Uniknya, sekalipun sudah sekian lama mereka resmi menjadi pasangan, Ruben dan Dhimas tak pernah tinggal seatap sebagaimana pasangan gay lain. Kalau ditanya, jawabannya: supaya bisa tetap kangen. Tetap dibutuhkan usaha bila ingin bertemu satu sama lain” (2001:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kutipan tersebut bisa dilihat paradigma kedua tokoh yang mempunyai carapandangnya sendiri terhadap makna sebuah hubungan yang harmonis. Mereka menganggap bahwa hubungan yang mesra tidak hanya sekadar terekspresikan lewat hubungan seksual belaka. Hal ini berkaitan juga dengan wawasan dan kecerdasan yang dimiliki. Dhimas dan Ruben ditampilkan sebagai sosok berwawasan luas dan tergila-gila dengan ilmu pengetahuan. Hal ini bisa dilihat dari latar belakang pendidikan mereka yang tidak sembarangan. Ruben adalah seorang dokter lulusan Johns Hopkins Medical School dengan predikat cum laude. Sedangkan Dhimas mengenyam studi perguruan tingginya di George Washington University bidang ilmu sastra inggris. Hubungan mereka terjalin semenjak saling mengenal ketika menempuh studi perguruan tinggi di Washington DC. Tingkat pemikiran mereka yang di atas rata-rata tercermin dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan Ruben pun masih tetap pahlawan Dhimas yang dulu. Si Indo-Yahudi bersemangat tinggi yang selalu sibuk menggabung-gabungkan ilmu psikologi dengan teori-teori kosmologi yang Cuma bisa ia mengerti sendiri. Ruben yang selalu menyebut dirinya sang psikolog kuantum. Kobaran semangatnya mampu menyalakan tungku banyak orang. Dengan ide-ide yang segar, Ruben adalah inspirator sekaligus kritikus paling sempurna buat Dhimas. Tak ada tulisan ataupun naskahnya yang tidak lebih dulu terplonco diskusi panjang dengan Ruben” (2001:12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat kutipan tersebut bisa dilihat bagaimana kualitas konsep berpikir kedua tokoh itu. Walaupun dalam hal ini tampak bahwa Ruben yang lebih dominan. Bisa kita lihat pula bahwa hubungan keduanya tidak hanya sebatas hubungan emosional, tetapi lebih dari itu, Dhimas dan Ruben masing-masing menganggap pasangannya sebagai partner hidup, tempat bertukar pikiran, tempat saling membelajarkan. Cara pandang seperti itu yang mengantarkan mereka pada sebuah cita-cita besar, yakni membuat sebuah roman masterpiece yang menghubungkan semua percabangan ilmu sains. Dengan latar belakang intelektualitas tinggi, cita-cita tersebut menjadi wajar dan masuk akal bagi keduanya. Proses penggarapan roman tersebut melahirkan tokoh-tokoh lainnya dalam novel ini. Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh adalah cerita di dalam cerita. Pada beberapa bagian Dhimas dan Ruben berperan sebagai pencerita dalam novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sigmund Freud mengatakan, para invert juga menampakkan perilaku yang berbeda-beda dalam menilai keganjilan insting seksual mereka (2003:4). Sebagian pelaku invert menganggap kecenderungan seksual atau libido yang mereka miliki adalah sesuatu yang wajar, sama halnya dengan mereka yang bukan invert, sehingga mereka menuntut perlakuan yang sama dalam lingkungan sosial. Namun, sebagian lagi bagaimanapun juga mengganggap ada yang tidak normal dengan dirinya, dan berusaha mengeluarkan diri dari karakter invert mereka. Di dalam novel ini Dhimas dan Ruben adalah pelaku invert yang mengganggap kecenderungan seksual mereka sesuatu yang wajar. Mereka samasekali tidak memusingkan apakah libido yang mereka miliki tersebut menyimpang atau tidak. Bagi mereka eksistensi seorang manusia tidak perlu dilihat dari asal-usul kecenderungan seksualnya. Sebagai manusia yang berpendidikan, mereka lebih  memilih untuk sibuk mengurusi ilmu pengetahuan dan membuat sebuah karya monumental yang menggabungkan beberapa cabang ilmu sains.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua term utama dalam wacana homoseksualitas modern, berkaitan dengan tingkat keterlibatan kaum homoseks di dalam masyarakat secara umum maupun di lingkungan homoseks secara khusus, yaitu ‘closet’ (kloset) dan ‘coming out’ (keluar). Nuraini Juliastuti menjelaskan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Term 'kloset' digunakan sebagai metafor untuk menyatakan ruang privat atau ruang subkultur dimana seseorang dapat mendiaminya secara jujur, lengkap dengan keseluruhan identitasnya yang utuh. Sedangkan term 'coming out' digunakan untuk menyatakan ekspresi dramatis dari 'kedatangan' yang bersifat privat atau publik. Pemakaian term 'closet' dan 'coming out' disini bermakna sangat politis. Narasi 'coming out of the closet' menciptakan pemisahan antara individu-individu yang berada didalam dan diluar kloset. Kategori yang pertama diberi makna sebagai orang-orang yang menjalani hidupnya dengan kepalsuan, tidak bahagia, dan tertekan oleh posisi sosial yang diterima dari masyarakat. 'Kloset' kemudian bermakna strategi akomodasi dan pertahanan yang diproduksi untuk menghadapi norma-norma masyarakat heteroseksual di sekitarnya” (http://www.kunci.or.id/esai/nws/05/gay.htm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dikatakan di atas, dikotomi dua term tersebut sarat dengan nuansa politis budaya heteroseksual, yang bertujuan untuk melestarikan keterpencilan dunia homoseksual dengan realitas kehidupan sehari-hari. Di dalam hal ini, ‘closet’ kemudian bermakna sebagai strategi akomodasi dan pertahanan yang diproduksi untuk menghadapi norma-norma masyarakat heteroseksual di sekitarnya (http://digilib.petra.ac.id/ads-cgi/viewer.pl/jiunkpe/s1/ikom/2006). Strategi represif yang diterapkan masyarakat heteroseksual untuk mengeluarkan homoseksual dalam kehidupan masyarakat melahirkan istilah ‘Closet Practice’. Strategi ini mulai dilakukan sejak tahun 1940-an, dan semakin intens berkembang pada dekade 1950-an dan 1960-an. Di dalam Supernova “Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh”, meski tidak secara langsung, sosok Dhimas digambarkan sebagai seorang homoseks yang masih berada di bawah bayang-bayang term ‘closet’ ini. Saat perkenalan pertamanya dengan Ruben, Dhimas terkesan ragu untuk mengakui kalau dirinya seorang homoseks, seperti dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ruben... katamu tadi, serotonin adalah deterjen otak?”&lt;br /&gt;“Itu baru hipotesis, atau Cuma metafora. Kenapa?”&lt;br /&gt;“Bisa jadi kamu benar. Kepalaku juga rasanya jernih. Aku kok jadi ingin jujur tentang sesuatu. Tentang diriku,” terdengar suara menelan ludah, “aku sebenarnya...”&lt;br /&gt;“Gay?”&lt;br /&gt;Dhimas terlongo. “Lho, gimana kamu bisa...?”&lt;br /&gt;Ruben tertawa keras. “It was so obvious! Dari teman-teman hang out kamu, apartemen kamu yang katanya di Dupont Circle... dan kamu harus fly dulu untuk ngaku? Ha-ha-ha!”(2001:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Dhimas hendak berkata jujur bahwa dirinya Gay, Ruben telah lebih dulu mengetahuinya setelah mengamati ciri-ciri dan kebiasaan yang dilakukan Dhimas. Setelah berkenalan dengan Ruben, Dhimas seolah merasa menemukan seorang teman sekaligus pahlawan yang sejati, yang memberinya kepercayaan diri sebagai seorang homoseks. Berbeda dengan Dhimas, Ruben digambarkan lebih berani menampilkan diri sebagai Gay, dijelaskan pula ia telah setahun ‘coming out’, seperti terdapat pada lanjutan kutipan tadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dhimas ikut terbahak. Merasa konyol.&lt;br /&gt;“Tenang saja. Memangnya aku bukan?” Ruben berkata enteng.&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya Dhimas terlongo. “Tidak mungkin... kamu kelihatannya sangat...”&lt;br /&gt;“Sangat ‘laki? Siapa bilang jadi gay harus klemak-klemek atau ngomong pakai bahasa bencong! Gini-gini aku sudah ‘coming out’ dari setahun yang lalu. Orangtuaku juga sudah tahu. Malah mereka sudah kompak, katanya kalau sampai aku dipanggang di neraka bersama para pemburit seperti nasib Sodom dan Gomorah, mereka bakal minta ke Yahweh untuk ikut dibakar. Soalnya kalau aku dianggap produk gagal, berarti mereka juga. Hebat, ya?” (2001:11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang homoseks tetap setia hidup di bawah term ‘closet’. Misalnya, mereka takut ditolak dalam lingkungan sosialnya seperti lingkungan keluarga, pergaulan, dan lain-lain, sehingga mereka memilih hidup dengan dunianya sendiri dan tetap merasa nyaman dengan kepura-puraannya. Hal ini disebabkan masih begitu kuatnya masyarakat heteroseksual merepresi keberadaan mereka. Selain dampak sosial banyak juga kerugian-kerugian lain, misalnya dampak ekonomi, seperti contoh ketika seorang pengusaha yang mengatakan dengan jujur kalau dirinya gay, bisa saja ia kehilangan karirnya karena lingkungan pekerjaan yang tidak bisa menerima keberadaan gay. Namun, banyak juga yang dengan berani ‘coming out’ atau menyatakan sikap sebagai seorang homoseks kepada masyarakat luas. Dengan ‘coming out’ orang lain akan tahu bahwa di tengah-tengah mereka terdapat kaum minoritas homoseksual, yang benar-benar ada, namun seperti tidak terlihat. ‘Coming out’ sendiri adalah sebuah proses, di mana seorang homoseks akan melewati tahapan-tahapan tertentu, hingga eksistensi dirinya diterima di lingkungan masyarakat. ‘Coming out’ bisa dilakukan dengan sengaja, atau bisa juga tidak. Pada kasus Dhimas, sesungguhnya secara tidak sengaja ia telah melakukan ‘coming out’ lewat kebiasaan-kebiasaan dirinya yang secara tidak sadar diamati oleh orang lain, yang membuat orang lain tahu kalau ia seorang gay, meskipun hal tersebut tidak diungkapkannya secara verbal. Berbeda dengan Ruben yang melakukan ‘coming out’ atas dasar kesengajaan atau melalui pilihan sikap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respon orang-orang di sekitar bisa bermacam-macam dalam menyikapi seorang homoseks yang melakukan ‘coming out’. Ada yang menanggapinya dengan bijaksana tanpa sikap negatif untuk meminggirkannya, seperti sikap keluarga Ruben saat mengetahui kalau dirinya seorang homoseks. Orangtuanya tidak merasa malu atau menyesal telah memperoleh seorang anak yang ternyata gay. Bahkan, mereka membela mati-matian keberadaan Ruben. Namun, tak jarang juga kita dapati tindakan ‘coming out’ yang ditanggapi dengan respon negatif. Seperti orangtua yang begitu mengetahui anaknya homoseks, merasa malu dan mengucilkannya dalam lingkungan keluarga, atau teman-teman yang mendadak memusuhi begitu mengetahuinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8115597485603252089?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8115597485603252089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/homoseksualitas-dalam-novel-supernova.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8115597485603252089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8115597485603252089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/homoseksualitas-dalam-novel-supernova.html' title='Homoseksualitas Dalam Novel “Supernova” (Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh) Karya Dewi Lestari (Suatu Tinjauan Sosial, Budaya, Moral)'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THE6ruh7dQI/AAAAAAAAAOU/iAqQF3aowhc/s72-c/dewi_lestari-small.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1983231842453943825</id><published>2010-08-21T10:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T13:24:19.350-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Kajian Modus dan Kala  Dalam Novel “Hati Yang Damai”  Karya NH. Dini</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oleh: Dean Joe Kalalo, SS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu unsur penelaahan karya sastra selain aspek semantik dan sintaksis, adalah aspek verbal. Modus dan Kala, yang akan menjadi pembahasan kali ini merupakan bagian dari aspek verbal yang menjadi ciri informasi dalam mengantar pembaca dari wacana ke dalam fiksi.&lt;br /&gt;Todorov mengemukakan bahwa, modus adalah tingkat kehadiran peristiwa yang diceritakan dalam teks. Kategori modus membawa pembaca cukup dekat pada ragam bahasa melalui cerita dengan ujaran tokoh dan cerita tanpa ujaran tokoh (1990:26).&lt;br /&gt;Lewat aspek kala, informasi hubungan antara wacana dan fiksi juga bisa didapati. Hubungan tersebut bisa diungkapkan secara simbolik maupun secara nyata dengan pernyataan frekuensi.&lt;br /&gt;Penulisan ini akan membahas novel Hati Yang Damai karya NH. Dini melalui aspek modus dan kala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Aspek Modus&lt;br /&gt;Menurut Genette (dalam Okke Zaimar, 1990:91), modus adalah nama yang diberikan kepada berbagai bentuk verba yang digunakan untuk kurang lebih menegaskan hal yang dibicarakan dan untuk mengungkapkan berbagai sudut pandang yang digunakan untuk menentukan kehadiran atau tindakan. &lt;br /&gt;Analisis aspek modus dalam novel Hati Yang Damai, menggunakan teori Genette yang diterjemahkan oleh okke Zaimar. Menurutnya, aspek modus terdiri atas (1) kehadiran pemandang; (2) pandangan; (3) jarak pandang.&lt;br /&gt;Analisis aspek modus ini akan mengacu pada pembagian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kehadiran Pemandang&lt;br /&gt;1.1.  Pemandang luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dengan pemandang luar yaitu penceritanya tidak hadir dalam isi cerita, dengan kata lain ada objek yang menjadi fokus cerita, namun si pencerita tidak terlibat langsung di dalamnya. Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ia ditumbuhkan dengan cita dan semangat laki-laki dari bapaknya. Sampai ke masa dewasanya tak pernah ia bisa melepaskan diri dari suatu gambaran kemesraan yang bisa diberikan seorang ibu kepada anaknya. Ia berkata bahwa kadang-kadang ia berpikir sanggup melukis. Dia mau menjadi pelukis besar.” (1976:33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas memperlihatkan bahwa penceritanya tidak hadir dalam isi cerita. Yang menjadi fokus cerita tersebut yakni suami dari tokoh utama atau sang pencerita, sedangkan kata-kata yang digarisbawahi adalah verba-verba yang menunjukkan tindakan dari tokoh terpusat.&lt;br /&gt;Selanjutnya, kehadiran pemandang luar dapat dilihat pada kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu dia bercerita. Dia kini menjadi dokter di Angkatan Laut. Dia bertemu dengan suamiku dalam rapat perwira. Dia melihat potretku dan anak-anakku. Dan dia berjanji akan datang ke rumah.” (1976:49).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dalam kutipan di atas bahwa sang pencerita tidak terlibat langsung dalam cerita tersebut. Verba-verba yang digarisbawahi, yaitu bercerita, bertemu, melihat, dan berjanji, menggambarkan tindakan atau kegiatan tokoh Nardi, sebagai objek terpusat dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2. Pemandang Dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dengan pemandang dalam yaitu pencerita hadir dalam isi cerita, ada obyek sebagai fokus cerita, dan pencerita atau pemandang turut serta berperan di dalam cerita tersebut. Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah sebenarnya yang telah kuberikan kepada Wija suamiku? Laki-laki itu mengecap hidup dengan perempuan yang memberinya keperawanan dan kesetiaan. Aku tidak mau dan tidak bisa menyalahkan diri mengapa kadang-kadang mengkhianatinya dengan pemikiran-pemikiran cinta kepada orang lain. Aku hanya mempunyai rasa wajib sebagai isteri. Dan aku hanya mempunyai bayangan ketakutan yang memburu setiap detik rasa sadarku.” (1976:11-12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas menunjukkan bahwa penceritanya Si aku turut berperan dalam cerita tersebut. Sedangkan objek yang menjadi fokus cerita adalah tokoh Wija, suaminya. Kata-kata yang digarisbawahi adalah verba-verba yang menentukan kehadiran atau tindakan pemandang.&lt;br /&gt;Kehadiran pemandang dalam dapat pula dilihat lewat kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dia tidak berkata-kata lagi. Aku membuang pandang ke arah tempat yang terang, tempat tamu-tamu lain berdiri dan berdansa dengan musik moderen. Tiba-tiba dia berdiri. Ia memberikan tangannya kepadaku. Aku mengerti maksudnya. Tetapi aku hanya memandangnya dan menggelengkan kepala.” (1976:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak pada kutipan di atas bahwa pemandang turut berperan atau terlibat langsung dalam cerita. Verba-verba yang menentukan tindakan pemandang yakni, membuang, memandangnya, dan menggelengkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.     Pandangan&lt;br /&gt;2.1  Pemusatan Pandangan&lt;br /&gt;2.1.1 Cerita dengan Pandangan Terpusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dengan pandangan terpusat adalah cerita yang memberikan kualitas pada obyek cerita, hal ini ditandai dengan terdapatnya pengulangan kata atau penggunaan kata yang menggambarkan peristiwa berulang-ulang, untuk menekankan objeknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mempunyai suara yang bisa memikat mereka. Bahkan kadang-kadang aku memiliki keinsyafan yang berlebihan: suaraku bagus, aku bisa merebut cinta mereka. Tetapi hatiku yang lembut dan ragu selalu menggangguku dengan perasaan rendah diri yang telah tertanam dalam diriku. Dan aku surut. Aku kembali kepada diriku yang pendiam dan kekurangan cinta.” (1976:15).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kata-kata yang digarisbawahi pada kutipan di atas menunjukkan kata-kata yang berulang, sehingga dengan demikian dapat menegaskan dan memberi kualitas pada objek yang menjadi fokus cerita, yaitu tokoh “Aku”.&lt;br /&gt;Cerita dengan pandangan terpusat lainnya bisa dilihat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hatiku tersinggung. Hatiku benar-benar luka. Sidik tidak pernah menciumku dengan kasar. Ia selalu sopan dan lembut. Tapi ia juga selalu membanggakan sahabat-sahabatnya kepadaku. Sidik sering bercerita tentang hidup mereka di kota tempatnya belajar. Hatiku kuncup oleh rasa yang telah mendarah daging dalam diriku.” (1976:17-18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan kata hatiku seperti yang digarisbawahi pada kutipan di atas, memberikan penegasan atau penekanan pada objek cerita. Dengan demikian, maka terdapatlah kualitas pada objek yang menjadi fokus cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1.2  Cerita dengan Pandangan Menyebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita dengan pandangan menyebar yaitu, kisahan tidak terfokus pada satu objek yang pasti, tapi pada suatu situasi yang dialami oleh lebih dari satu objek. Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sore hari berikutnya aku sendirian di rumah. Kepala agak pusing. Anak-anakku dibawa Sus dan Medi ke komplek Utara, ke tempat kawan-kawan lainnya. Dari tempatku kelihatan mereka berkumpul di teras. Beberapa orang kelihatan bermain catur. Beberapa lagi nampak duduk-duduk di tangga dengan anak-anak kecil. Jarak antara komplek Utara dan Selatan cukup jauh. Masing-masing teras diterangi lampu yang cukup terang. Kadang-kadang kedengaran gelak mereka atau teriakan anak-anak yang diganggunya. Aku sudah biasa dengan keadaan demikian.” (1976:53).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas tidak menunjukkan adanya objek terfokus, dengan kata lain pandangannya menyebar. Hal ini ditandai dengan kata-kata yang digarisbawahi. Contoh lain cerita dengan pandangan menyebar dapat dilihat lewat kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku membuka pintu muka dan keluar ke teras. Bulan di langit amat terang. Kelompok-kelompok hanggar pesawat dan deretan-deretan asrama kelihatan seperti kotak-kotak persegi dan panjang. Aku kemudian melihat iringan-iringan jip dan truk keluar dari hanggar sebelah Timur menuju ke landasan. Sebentar lagi aku melihat sebuah pesawat pengangkut Dakota ditarik oleh traktor juga menuju ke arah yang sama. Aku melihat beberapa orang memuatkan peti-peti dan barang lain. Dan cepat sekali tangga pesawat itu ditarik ke dalam. Baling-balingnya berputar satu-satu, yang kanan kemudian yang kiri.” (1976:56).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kutipan di atas menunjukkan bahwa tidak ada objek terfokus secara pasti, tetapi pandangannya menyebar pada lebih dari satu objek sebagai fokus cerita, yaitu iring-iringan jip, truk, pesawat pengangkut Dakota, beberapa orang, tangga pesawat, dan baling-balingnya. Kata-kata yang digarisbawahi adalah objek dan verba yang menunjukkan pandangan yang menyebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Kedalaman Pandangan&lt;br /&gt;Kedalaman pandangan dalam sebuah cerita terdiri dari cerita berfokus dalam dan cerita berfokus luar. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperjelas kehadiran pemandang atau penceritaan objek yang dipandang atau diceritakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.1 Cerita Berfokus dalam&lt;br /&gt;Di dalam suatu cerita, pemandang atau pencerita dapat masuk ke dalam jiwa tokoh, dapat merasakan apa yang dirasakan tokoh, bahkan dapat menduga hal-hal yang dipikirkan tokoh, maka cerita yang demikian merupakan cerita berfokus dalam. Sebagai contoh, dapat dilihat pada kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia biasa mengatakan itu kepadaku dengan gerak tangannya yang khusus. Aku mengerti apa sebenarnya yang ada dalam hatinya. Dia selalu gagal mendekati gadis yang dicintainya. Lalu dia menjadi penyindir terhadap hidup dan cinta. Tetapi dia mencintai anak-anakku. Dan aku merasakan sayangnya pula kepadaku.” (1976:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak pada kutipan di atas, bahwa seolah-olah pemandang dapat menerka apa yang dirasakan oleh tokoh sebagai objek terpusat dalam cerita, dengan demikian kutipan di atas merupakan cerita berfokus dalam.&lt;br /&gt;Kutipan cerita berfokus dalam, selanjutnya dapat dilihat pada kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mataku menengadah menatap langit-langit yang putih. Hatiku bergetar dan merasakan suatu kesakitan yang dalam. Aku tahu suamiku. Aku mengerti hati laki-laki yang selama lima tahun ini merebut perhatian dan setiaku. Ia terkulai memandangi langit seperti orang yang keheranan, aku mengulang cerita Wardi. Tidak. Suamiku tidak terkulai keheranan memandangi langit, aku pasti benar akan hal ini. Ia masih membawa kesedihan tersendiri yang ia sendiri tidak menyadarinya. Dia tidak mencintai ibunya, karena dia tidak mengenalnya, katanya. Tetapi hati manusianya yang lembut memberinya perasaan berdosa yang tajam.” (1976:33).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tampak pada kutipan di atas, verba-verba yang digarisbawahi menunjukkan cerita berfokus dalam, yaitu pemandang dapat memasuki jiwa tokoh terpusat. Dalam kutipan tersebut tampak bahwa pemandang dapat mengetahui apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan tokoh dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2.2 Cerita berfokus luar&lt;br /&gt;Cerita berfokus luar yaitu ada tokoh atau objek sebagai fokus cerita, tetapi oleh pemandang hal tersebut dipandang dari luar. Artinya, perhatian pemandang terpusat pada satu tokoh atau objek, namun perkembangannya hanya tampak dari luar. Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kami terdiam kembali. Ia berdiri dan sekali lagi mengarahkan pandang ke udara sore yang semakin surut. Aku tiba-tiba ingat. Ia menunggu isterinya dengan pesawat terbang sore itu.” (1976:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan tersebut tampak hanya dipandang dari segi fisiknya saja, tidak sampai memasuki jiwa tokoh, sehingga jelaslah bahwa kutipan tersebut merupakan cerita berfokus luar. Contoh lain bisa dilihat lewat kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Malam itu dia mengantarku sampai ke pondokan. Dia tidak pernah menyebut namaku; dan aku juga tak sekali pun menyebut namanya. Aku telah dibawanya bermimpi. Dia berbicara dengan ringan dan lancar. Aku sendiri kurang bisa bergaul, tetapi aku senang kepada orang-orang yang bebas bicaranya dan bersikap sopan.” (1976:14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas tampak menunjukkan cerita berfokus luar. Tokoh atau objek “Dia”, oleh pemandang hanya dilihat dari luar saja, tanpa memasuki jiwa tokoh tersebut, hal ini diperjelas dengan kata verba yang digarisbawahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jarak Pandang&lt;br /&gt;3.1 Visi Jarak Dekat&lt;br /&gt;Visi jarak dekat yaitu, pandangan si pemandang mencakup objek secara menyeluruh, seakan objek itu dilihat dari dekat. Dapat dicatat bahwa jarak dekat dapat mempertegas isi cerita, sehingga pemandang merasa bahwa cerita benar-benar terjadi (Okke Zaimar, 1990:103).&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kutipan yang mengungkapkan cerita visi jarak dekat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Perasaan panas tiba-tiba merangsang di dadaku. Aku takut. Aku tiba-tiba takut. Aku terdiam menengok ke kiri-kanan. Pendapa yang muram itu seperti menganga menunggui kami berdua. Ia mencari bibirku. Tapi aku mengelakkannya. Ia semakin erat merengkuhku. Ia menciumi leherku.”(1976:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak dalam kutipan di atas, bahwa pandangan dari Si pemandang mencakup objek secara menyeluruh, objek terpusat dalam cerita diamati dari dekat, sehingga kegiatan atau tindakan dari objek tersebut nampak jelas dalam cerita.&lt;br /&gt;Contoh lain bisa dilihat lewat kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menatap matanya. Aku tiba-tiba menemukan sesuatu yang aneh di sana yang selama ini belum pernah kutemukan. Dan akupun terdiam. Kudengar ia mengeluh. Tangannya terangkat, lalu memberi isyarat tertentu kepadaku.” (1976:23).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kutipan di atas menunjukkan cerita visi jarak dekat, yakni dapat dilihat bahwa pandangan si pemandang mencakup objek keseluruhan. Hal tersebut diperjelas dengan bentuk-bentuk verba yang digarisbawahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Visi Jarak Jauh&lt;br /&gt;Pandangan jarak jauh yaitu, pemandang hanya melihat peristiwa yang berlangsung. Mungkin saja ia melihat hal lain, tetapi ia melihat obyek dari jarak jauh, jadi tidak sangat jelas; seringkali yang tampak tinggal gerakan, tindakan. Jauhnya jarak pandang itu menyebabkan pemandang merasa berada di tengah isi cerita. Hal itu juga akan tampak pada tindakan pencerita yang memberikan mandatnya untuk bercerita kepada tokoh (Okke Zaimar, 1990:103).&lt;br /&gt;Cerita visi jarak jauh dapat dilihat pada kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kembali ke Jakarta beberapa hari kemudian. Ada hal-hal yang kudengar. Pendaratan sudah dilakukan di Padang. Aku bertanya-tanya di mana suamiku sekarang. Beberapa orang mengatakan, bahwa sebagian regu dipindahkan berpangkalan di Palembang, sebagian lagi masih di Medan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kutipan di atas menggambarkan cerita pandangan jarak jauh. Hal ini tampak pada kata-kata yang digarisbawahi. Tampak pada kata-kata yang digarisbawahi tersebut, bahwa pencerita memandang objek hanya dari jarak jauh, tidak dekat dengan obyek yang dipandangnya.&lt;br /&gt;Contoh lain dari cerita visi jarak jauh dapat dilihat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dua hari kemudian mereka diketemukan. Beberapa hilang dan beberapa diketemukan terbakar. Dan Suwandi kembali ke lingkungan landasan dan asrama kami dengan bendera merah putih diselubungkan di atas petinya. Ia dijaga berganti-ganti oleh kawannya, diletakkan dilingkungan hanggar di landasan yang bertentangan dengan kompleksku.” (1976:58).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas menunjukkan visi jarak jauh, di mana pemandang hanya melihat gerakan atau tindakan dari objek terpusat. Jauhnya jarak pandang tersebut menyebabkan pemandang merasa berada di tengah isi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aspek Kala&lt;br /&gt;Todorov berpendapat bahwa aspek kala merupakan unsur bahasa yang menjadi ciri informasi dan dapat menghubungkan dunia wacana dengan dunia fiksi (1985:27-31). Ia membagi aspek kala dalam tiga jenis hubungan yaitu : hubungan berdasarkan urutan waktu, tempo dan frekuensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Urutan Waktu&lt;br /&gt;Urutan waktu yang ada dalam wacana tidak pernah sama atau tidak sejajar dengan waktu dalam fiksi. Hal ini disebabkan oleh perbedaan antara dua jalur waktu, yaitu waktu dalam wacana yang memiliki satu dimensi dan waktu dalam fiksi yang mempunyai dimensi jamak. Perbedaan ini menyebabkan dua anakroni, yaitu retropeksi yaitu cerita yang menceritakan kembali apa yang terjadi sebelumnya atau dengan kalimat lain penyimpangan ke masa lalu peristiwa dan pengalaman tokoh, sedangkan prospeksi yaitu cerita yang akan terjadi sudah diceritakan terlebih dahulu dalam wacana. Anakroni intern yaitu apabila bagian cerita yang menceritakan terjadinya dua peristiwa dalam kurun waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;Urutan waktu yang terdapat dalam novel “Hati Yang Damai” dianalisis sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Waktu Fiksi&lt;br /&gt;Waktu fiksi adalah waktu ketika berlangsungnya peristiwa yang diceritakan dalam alur cerita. Waktu fiksi dapat dijumpai dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kami terdiam kembali. Ia berdiri dan sekali lagi mengarahkan pandang ke udara sore yang semakin surut. Aku tiba-tiba ingat. Ia menunggu isterinya dengan pesawat terbang sore itu.” (1976:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata udara sore yang semakin surut yang digarisbawahi merupakan waktu fiksi karena kata-kata tersebut mengingatkan pada peristiwa di mana tokoh Sidik yang menunggu isterinya dengan pesawat terbang.&lt;br /&gt;Selanjutnya, waktu fiksi terdapat pada kutipan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah dewasa, aku menemukan seseorang yang aku harapkan akan menjadi pangeran hatiku yang baik. Sidik, ia penggitar yang berwajah pucat. Kami berdua sering berlatih bersama dalam kumpulan musik pelajar di kotaku.” (1976:15).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata setelah dewasa merupakan penanda waktu yang menunjukkan terjadinya peristiwa pertemuan antara tokoh “Aku” dengan tokoh “Sidik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Waktu Wacana&lt;br /&gt;Waktu wacana adalah urutan waktu yang dipakai untuk menceritakan suatu proses terjadinya peristiwa dalam cerita melalui wacana. Waktu wacana dapat dilihat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tahu pasti itu. Mas Jat adalah kakakku yang tertua. Dia sebelas tahun lebih tua dariku. Kemudian berurutan enam kakakku lainnya yang kini tersebar ke penjuru kota dan pulau yang berjauhan.” (1976:45).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Waktu wacana yang ditemui dalam cerita terdapat pada kata-kata sebelas tahun lebih tua, yang menceritakan jarak usia tokoh “Aku” dengan “Mas Jat” kakaknya.&lt;br /&gt;Waktu wacana lainnya terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sore itu aku sudah gelisah menunggunya. Anakku tak sabar lagi untuk berangkat. Aku berjanji membawanya ke bioskop dengan Sidik. Ketika lonceng penjagaan berdentang tujuh kali, aku sudah berputus asa.” (1976:48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu wacana dalam kutipan di atas terdapat pada kata-kata sore itu dan ketika lonceng penjagaan berdentang tujuh kali, yang menerangkan tokoh “Aku” yang menunggu hingga putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Retrospeksi&lt;br /&gt;Retrospeksi adalah bagian alur yang menyimak ke masa lalu peristiwa dan pengalaman tokoh. Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nardi yang dulu selalu kaku pandangnya, yang seolah-olah akan canggung menghadapi hidup masyarakat di depannya, kini ia datang lagi dengan surat suamiku. Sikapnya ringan dan mengerti seperti Wija.” (1976:50).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retrospeksi di atas tampak pada bagian yang menceritakan sikap tokoh Nardi di masa lalu.&lt;br /&gt;Contoh lain bisa disimak dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiba-tiba suatu perasaan mesra membersit dari hatiku. Wija. Aku teringat surat-suratnya. Aku teringat semua perbuatannya dan semua perkataannya kepadaku. Dia mencintaiku, dia amat mencintaiku. Aku berdoa supaya dia kembali kepadaku, kepada anak-anakku.” (1976:64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retrospeksi dalam kutipan di atas terdapat ketika tokoh “Aku” teringat akan perlakuan suaminya kepada dirinya di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Prospeksi&lt;br /&gt;Prospeksi adalah penyimpangan dalam alur cerita dengan cara lebih dahulu mengemukakan peristiwa yang akan terjadi kemudian, atau disebut juga antisipasi.&lt;br /&gt;Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak memulainya. Salahkah aku kalau aku juga mencintai orang yang dicintai kawanku sendiri? Aku tidak bisa melupakan, Dati. Kau harus memberiku kepastian. Aku akan mempunyai kedudukan lebih baik dari Sidik jika lulus nanti. Kita bisa minta tempat ke lain pulau. Kau ingin ke Kalimantan, bukan?” bujuknya, dan tangannya kasar meraba mukaku.” (1976:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospeksi di atas tampak pada ucapan tokoh Nardi yang mengatakan tentang kondisi masa depannya jika lulus nanti, dan rencana yang akan dilakukannya bersama Dati.&lt;br /&gt;Contoh lain terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ada sesuatu yang hancur dalam dirinya. Dia parah. Dia berjalan seperti dengan langkahnya yang berat untuk pulang kembali ke rumah tua di ujung jalan kampungnya. Di sana ia tidak lagi akan menjumpai laki-laki berambut putih yang biasa duduk di teras. Ia tidak lagi akan mendengar ketawa parau yang ria dari bapaknya yang selama ini menyambut kedatangannya kalau berlibur.” (1976:34-35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prospeksi dalam kutipan di atas tampak ketika tokoh Wija kembali menuju rumah tua di kampungnya, dan situasi yang akan dialaminya nanti jika tiba di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Anakroni Intern&lt;br /&gt;Anakroni intern adalah urutan cerita yang menceritakan dua peristiwa dalam waktu bersamaan.&lt;br /&gt;Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tahun berikutnya kawan-kawanku tersebar menuruti kemauan sendiri ke kota-kota sekolah tinggi. Aku tidak meninggalkan kota kelahiranku. Ibuku tidak mengharapkan aku menjadi perempuan sekolahan.” (1976:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan di atas menceritakan tentang dua peristiwa yang terjadi bersamaan. Peristiwa yang pertama yaitu ketika teman-teman tokoh “Aku” melanjutkan sekolah tinggi di luar kota, sedangkan peristiwa yang lainnya menceritakan bagaimana tokoh “Aku” di saat yang bersamaan justru hanya menetap di kota kelahirannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.    Tempo&lt;br /&gt;Tempo atau segi lamanya berlangsung adalah perbandingan antara waktu yang dianggap sebagai waktu cerita (waktu berlangsungnya peristiwa yang dikemukakan) dengan waktu wacana (waktu yang diperlukan untuk membaca wacana yang mengemukakan peristiwa itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Pause Atau Perhentian Waktu&lt;br /&gt;Pause atau perhentian waktu terjadi apabila waktu penceritaan wacana tidak mengemukakan waktu cerita fiksi sedikitpun, hal ini terdapat pada kasus deskripsi, pemikiran tentang hal-hal yang umum dan lain-lain, seperti yang terlihat dalam kutipan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah Wija lahir, ayah perempuan itu meninggal. Seseorang yang mengganti kedudukan majikan di perusahan itulah yang kemudian menyebabkan kebahagiaan mereka lenyap.” (1976:36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhentian waktu pada kutipan di atas ditandai dengan kata yang digarisbawahi, yaitu kata kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Elips Atau Peniadaan Suatu Periode&lt;br /&gt;Elips atau peniadaan suatu periode terjadi apabila tidak ada suatu bagian pun dalam waktu wacana (waktu penceritaan) yang mengemukakan waktu yang berlangsung dalam fiksi (waktu cerita). Kutipan berikut dapat menjadi contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak sadar, entah sudah berapa hari, oleh kabar hilangnya suamiku. Segala bayangan bisa menggangguku. Dan aku melihat ke sampingku. Segala sesuatunya kelihatan bekas ditiduri.” (1976:62).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kutipan di atas kata yang digarisbawahi adalah kasus elips, yang menunjukkan waktu wacana dan tidak mengemukakan waktu dalam fiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Persesuaian Sempurna&lt;br /&gt;Persesuaian sempurna dapat terjadi dalam pemakaian kalimat langsung yang menunjukkan realitas fiktif ke dalam wacana. Persesuaian sempurna dapat dilihat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kau? Juga berpikir menurut perasaan hati?”&lt;br /&gt;Suaranya mengejek.&lt;br /&gt;“Mengapa tidak? Dengan perasaan itu aku menemukan kebuntuan. Tetapi kebuntuan itu malahan membikinku berpikir sewajarnya.” (1976:7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Pengembangan dan Pemadatan Waktu&lt;br /&gt;Pengembangan waktu terjadi apabila penggunaan waktu penceritaan (wacana) lebih panjang dari cerita. Hal ini dapat ditemukan dengan cara menghitung jumlah kata yang digunakan dalam wacana yang menceritakan peristiwa yang berlangsung dalam cerita. Cara ini juga dapat memudahkan perhitungan waktu penceritaan seandainya terjadi dua peristiwa atau lebih dalam waktu yang bersamaan. &lt;br /&gt;Sedangkan Pemadatan waktu terjadi apabila penggunaan penceritaan lebih singkat daripada waktu cerita, seperti yang terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asti dalam perjalanan kembali dari Puncak. Ke Bogor, setelah dua hari di sana dengan seorang laki-laki pejabat tinggi. Aku tidak tahu, atau aku tidak berani menerka mengapa mereka berdua ada di Puncak.” (1976:44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata dua hari di sana pada kutipan di atas menandakan pemadatan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Frekuensi&lt;br /&gt;Frekuensi adalah cara mengemukakan peristiwa di dalam wacana, tergantung pada jumlah peristiwa dan jumlah wacana. Secara teoritis frekuensi dapat dibedakan atas cerita tunggalan, cerita rangkapan dan cerita pengulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.1 Cerita Tunggalan&lt;br /&gt;Cerita tunggalan adalah sebuah wacana tunggal yang hanya mengemukakan suatu peristiwa saja. Hal tersebut tampak dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami berdua terbaring sehabis menjelajah perjalanan yang seakan-akan tak akan tercapaikan ujungnya. Tubuhnya hangat terasa amat dekat.” (1976:27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kutipan di atas memperlihatkan suatu peristiwa ketika dua tokoh berbaring setelah menjelajah sebuah perjalanan yang seolah tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2 Cerita Rangkapan&lt;br /&gt;Cerita rangkapan adalah suatu peristiwa yang sama di dalam beberapa wacana. Cerita rangkapan pada cerita dapat dilihat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Matanya hitam dan dalam mencengkamku. Aku mengeluh mengelakkannya.” (1976:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menentang matanya. Tetapi cepat aku membuang pandang ke udara terbuka. Di matanya aku melihat segalanya. Dan aku tidak mempunyai cukup keberanian untuk menentangnya.” (1976:8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3 Cerita Pengulangan&lt;br /&gt;Cerita pengulangan adalah cerita yang mengemukakan peristiwa yang diulang-ulang dalam satu wacana, seperti yang terdapat dalam kutipan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak tahu berapa lama tertidur. Setiap kali aku sadar aku melihat bayangan-bayangan yang tidak tampak jelas mukanya. Samar-samar kudengar suara isteri kapten di samping rumahku membujuk anak-anakku.” (1976:33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita pengulangan dalam kutipan di atas ditandai dengan kata setiap kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan:&lt;br /&gt;- Untuk menampilkan kehadiran pemandang, pandangan dan jarak, pengarang menekankan objek sebagai pusat pengisahan atau penceritaan, dengan menggunakan berbagai bentuk verba untuk menegaskan hal yang diceritakan lewat lakuan atau tindakan tokoh.&lt;br /&gt;- Untuk menyampaikan cerita, pengarang menggunakan gaya bahasa akuan yang berperan sebagai pencerita serba tahu, dan dalam menampilkan tokoh tertentu serta kedalaman pandangan, pencerita menggunakan gaya bahasa diaan untuk menyampaikan tindakan dan perasaan tokoh itu.&lt;br /&gt;- Dalam menyampaikan cerita pengarang menggunakan ujaran langsung maupun tak langsung. Dengan menggunakan dua ujaran tersebut, pembaca dapat mengetahui objek yang menjadi fokus cerita, siapa yang berbicara dan siapa yang bertindak sebagai pemandang.&lt;br /&gt;- Adanya ketidaksejajaran waktu wacana dan waktu fiksi dalam cerita diperlihatkan dengan penggunaan kata-kata seperti, udara sore yang semakin surut, setelah dewasa, dan sebelas tahun lebih tua.&lt;br /&gt;- Ketidaksejajaran waktu wacana dengan waktu fiksi menimbulkan anakroni, yakni prospeksi dan retrospeksi. Dalam novel Hati Yang Damai juga terdapat anakroni intern atau dua peristiwa bersamaan waktu, yang diungkapkan pengarang tanpa menggunakan kata yang menghubungkan dua peristiwa tersebut: Tahun berikutnya kawan-kawanku tersebar menuruti kemauan sendiri ke kota-kota sekolah tinggi. Aku tidak meninggalkan kota kelahiranku.&lt;br /&gt;- Perhentian waktu atau pause dalam cerita ditandai dengan penggunaan kata kemudian, dengan tidak mencantumkan waktu wacana. Sedangkan elips bisa ditemukan lewat penggunaan kata-kata entah sudah berapa hari. Persesuaian sempurna dengan penggunaan kalimat langsung juga terdapat dalam cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Todorov, Tzvetan.1985. Tata Sastra. Jakarta : Djembatan&lt;br /&gt;Zaimar, Okke. 1990. Menelusuri Makna Ziarah Karya Iwan Simatupang. Jakarta :&lt;br /&gt;                        Intermesa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1983231842453943825?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1983231842453943825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/kajian-modus-dan-kala-dalam-novel-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1983231842453943825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1983231842453943825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/kajian-modus-dan-kala-dalam-novel-hati.html' title='Kajian Modus dan Kala  Dalam Novel “Hati Yang Damai”  Karya NH. Dini'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-87176275369811134</id><published>2010-08-21T10:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:02:13.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 22 Agustus 2010</title><content type='html'>Kalu ada agama yang mengajarkan&lt;br /&gt;Orang beragama laeng sebagai musuh&lt;br /&gt;Darah orang beragama laeng halal adanya&lt;br /&gt;Membunuh deng bom bukang dosa&lt;br /&gt;Mengganggu deng menganiaya&lt;br /&gt;agama laeng yang sedang ibadah&lt;br /&gt;Adalah sah&lt;br /&gt;Membakar rumah ibadah agama laeng&lt;br /&gt;Wajar adanya&lt;br /&gt;Maka agama ini dimusnahkan saja&lt;br /&gt;dari muka bumi&lt;br /&gt;Karna agama ini&lt;br /&gt;Pasti tuhannya iblis&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-87176275369811134?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/87176275369811134/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/minggu-22-agustus-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/87176275369811134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/87176275369811134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/minggu-22-agustus-2010.html' title='Minggu, 22 Agustus 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2939726674266819187</id><published>2010-08-21T09:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T10:01:04.210-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 21 Agustus 2010</title><content type='html'>Dulu di negara ini&lt;br /&gt;Sejumlah gereja dibakar&lt;br /&gt;Beberapa taong lalu di negara ini&lt;br /&gt;Gereja-gereja dibom di malam natal&lt;br /&gt;Blung lama di negara ini&lt;br /&gt;Pendeta ditembak mati waktu khotbah di gereja&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu di negara ini&lt;br /&gt;Jemaat yang sedang beribadah di gereja dibubarkan deng dianiaya&lt;br /&gt;Kemarin di negara ini&lt;br /&gt;Sebuah gereja kembali dibakar&lt;br /&gt;Dari dulu hingga hari ini&lt;br /&gt;Torang samua berbela sungkawa&lt;br /&gt;atas meninggalnya&lt;br /&gt;Keadilan dan toleransi&lt;br /&gt;Di negara ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2939726674266819187?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2939726674266819187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/sabtu-21-agustus-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2939726674266819187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2939726674266819187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/sabtu-21-agustus-2010.html' title='Sabtu, 21 Agustus 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2091812725690010902</id><published>2010-08-21T09:38:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T09:57:49.002-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 1 Agustus 2010</title><content type='html'>Oh,.. dapa sayang&lt;br /&gt;Tu bola kaki di Indonesia&lt;br /&gt;Dari dulu nda pernah berubah&lt;br /&gt;Slalu punung deng keanehan&lt;br /&gt;Kita masih inga&lt;br /&gt;Tu kasus mafia wasit&lt;br /&gt;Yang heboh taong 90-an&lt;br /&gt;Sampe tu bola kaki gajah&lt;br /&gt;Waktu pemain Indonesia&lt;br /&gt;Isi gol di gawang sandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh,.. kasiang&lt;br /&gt;Sampe ini malam kita bauni final piala Indonesia di TV&lt;br /&gt;Sama deng da bauni opera Van Java&lt;br /&gt;Rasa-rasa mo tatawa sampe polote&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertandingan babak ka 2&lt;br /&gt;Arema lawang Sriwijaya&lt;br /&gt;tatunda sampe satu jam&lt;br /&gt;lantarang Kapolda Jateng nya trima&lt;br /&gt;keputusan-keputusan wasit&lt;br /&gt;di babak pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang garap&lt;br /&gt;skarang Kapolda so ja merangkap&lt;br /&gt;sbagai ketua PSSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kasiang wasit pe salah say?&lt;br /&gt;Kiapa, gara-gara ada kase kartu merah pa Arema pe pemain?&lt;br /&gt;Ya, wajarlah...&lt;br /&gt;Bermaing bola le ka latihan kungfu&lt;br /&gt;Masa’ tu kaki angka sampe di langit&lt;br /&gt;Mo skop bola ka mo skop orang pe kapala say?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar ini bola kaki sob&lt;br /&gt;Terlepas wasit ruci ato nyanda&lt;br /&gt;nya ada yang berhak mo intervensi&lt;br /&gt;sampe minta wasit musti ganti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana PSSI pe wibawa kasiang?&lt;br /&gt;Masa’ PSSI pemegang kendali tertinggi&lt;br /&gt;Pihak laeng mo ator-ator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala Dunia blum lama ada abis&lt;br /&gt;Kita masih inga&lt;br /&gt;bagimana Inggris pe saki hati&lt;br /&gt;waktu Lampard pe gol lawang Jerman&lt;br /&gt;wasit anggap bukang gol&lt;br /&gt;Mo Fifa, mo pemain, mo pelatih, mo penonton di rumah tau&lt;br /&gt;kalu itu gol sah&lt;br /&gt;Mar mo beking apa?&lt;br /&gt;So bagitu wasit pe keputusan&lt;br /&gt;Pertandingan tetap musti lanjut&lt;br /&gt;Nanti abis itu baru Fifa kase sangsi pa tu wasit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar di Indonesia?&lt;br /&gt;Polisi garida mo intervensi&lt;br /&gt;Pertandingan bola&lt;br /&gt;Ha..ha..ha&lt;br /&gt;Musti so kwa pak polisi?&lt;br /&gt;Lebay ah...&lt;br /&gt;Urus jo ke’ tu koruptor&lt;br /&gt;Kyp so nya ada karja so di kantor pak kapolda? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mo lia bola kaki Indonesia&lt;br /&gt;Sama deng da lia wajah keseluruhan&lt;br /&gt;ini negara&lt;br /&gt;Nya ada wibawa&lt;br /&gt;Nya ada ketegasan mo tegakkan aturan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2091812725690010902?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2091812725690010902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/minggu-1-agustus-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2091812725690010902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2091812725690010902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/08/minggu-1-agustus-2010.html' title='Minggu, 1 Agustus 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-9066023483807189595</id><published>2010-06-30T20:54:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:54:44.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 26 Juni 2010</title><content type='html'>Kita da baca koran&lt;br /&gt;Polisi da razia&lt;br /&gt;pengusaha2 tv kabel&lt;br /&gt;yang ada kase sebar siaran piala dunia&lt;br /&gt;pantas kote samua chanel yang ada pertandingan world cup&lt;br /&gt;kage-kage ilang ulang&lt;br /&gt;so tai komang ini&lt;br /&gt;sampe polisi so turun tangan&lt;br /&gt;lawang-lawang&lt;br /&gt;ini pengusaha tv kabel&lt;br /&gt;pengedar narkoba&lt;br /&gt;ato buronan koruptor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;piala dunia harusnya&lt;br /&gt;milik samua rakyat di bumi&lt;br /&gt;karna bola kaki simbol pemersatu bangsa-bangsa&lt;br /&gt;Korea Utara, Amerika, Korsel&lt;br /&gt;Yang baku musuh pun&lt;br /&gt;Pentas di satu lapangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar ini pemilik-pemilik modal&lt;br /&gt;So beking piala dunia sama deng barang mati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-9066023483807189595?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/9066023483807189595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-26-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/9066023483807189595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/9066023483807189595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-26-juni-2010.html' title='Sabtu, 26 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5465205354641476233</id><published>2010-06-30T20:53:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:53:49.734-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 25 Juni 2010</title><content type='html'>Di sekeliling pa kita punung deng kecurigaan&lt;br /&gt;Punung deng ketakutan&lt;br /&gt;Punung deng kekhawatiran&lt;br /&gt;Padahal kita tau&lt;br /&gt;Itu Cuma ilusi&lt;br /&gt;Itu Cuma tipuan&lt;br /&gt;Itu Cuma kamuflase pikiran&lt;br /&gt;Mar kita slalu takluk&lt;br /&gt;Deng tipuan itu&lt;br /&gt;Ilusi-ilusi itu lengkali&lt;br /&gt;Beking kita jadi pecundang&lt;br /&gt;Menyerah pa sesuatu yang nyanda nyata&lt;br /&gt;Kita tau itu palsu&lt;br /&gt;Kita tau itu jebakan&lt;br /&gt;Deng sebenarnya kita&lt;br /&gt;tau depe jalang kaluar&lt;br /&gt;Mar kita berkali-kali nda mampu beking itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan memang ada dalam pikiran&lt;br /&gt;Kemenangan memang ada dalam pikiran&lt;br /&gt;Keberhasilan ada dalam pikiran&lt;br /&gt;Mar kita slalu tumbang&lt;br /&gt;oleh pikiran sandiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akui&lt;br /&gt;Kita kalah&lt;br /&gt;Kali ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5465205354641476233?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5465205354641476233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-25-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5465205354641476233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5465205354641476233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-25-juni-2010.html' title='Jumat, 25 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6955319724765934170</id><published>2010-06-30T20:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:53:05.754-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 21 Juni 2010</title><content type='html'>Slama hidop&lt;br /&gt;So anam piala dunia kita da rasa&lt;br /&gt;Yang pertama taong 1990&lt;br /&gt;Waktu itu kita masih tujuh taong&lt;br /&gt;Blung mangarti bola&lt;br /&gt;Mar tetap kita dapa rasa depe rame&lt;br /&gt;Apalagi depe lagu tema sampe skarang masih kita inga&lt;br /&gt;Depe judul “To be number one”&lt;br /&gt;Sapa sto yang manyanyi&lt;br /&gt;Memang nyanda banya pemain kita tau&lt;br /&gt;Paling Cuma Maradona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taong 1994&lt;br /&gt;Kita so mulai sadiki mangarti&lt;br /&gt;Banya pemain top yang jadi kita pe favorit&lt;br /&gt;Batistuta, Baggio, Romario deng Stoikov&lt;br /&gt;Deng yang paling nyanda kita mo lupa&lt;br /&gt;Pas Maradona dapa kasus doping&lt;br /&gt;Butul-butul beking heboh&lt;br /&gt;Sayang kita pe ayang Italy&lt;br /&gt;Kalah di final pa Brasil&lt;br /&gt;Gara-gara Baggio&lt;br /&gt;Pe penalti nyanda maso&lt;br /&gt;Waktu final kita kurang bauni siaran ulang&lt;br /&gt;Soalnya depe siaran tenga malang&lt;br /&gt;Nya mungkin anak SD mo dapa bangong pagi&lt;br /&gt;Kalo bagadang jam bagitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin piala dunia 1998&lt;br /&gt;paling berkesan for kita&lt;br /&gt;Selain butul-butul so jadi&lt;br /&gt;bolamania sejati&lt;br /&gt;Banya bintang muda hebat yang jadi idola waktu itu&lt;br /&gt;Owen, Beckham, Ronaldo, Zidane, Raul&lt;br /&gt;Deng masih banya le&lt;br /&gt;Nya ada satu pertandingan pun yang kita nya bauni&lt;br /&gt;Biar laeng kurang siaran tunda&lt;br /&gt;Mar tetap 100% hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piala dunia 2002 &lt;br /&gt;For kita nda semegah 1998&lt;br /&gt;Memang ada banya kejutan&lt;br /&gt;Tuan rumah Korsel bole mo sampe semifinal&lt;br /&gt;Abis se tumbang pa Italy deng Spanyol&lt;br /&gt;Bukang gampang komang itu&lt;br /&gt;Argentina deng Prancis yang jadi unggulan&lt;br /&gt;Justru keok di penyisihan&lt;br /&gt;Padahal waktu itu Batistuta masih on fire&lt;br /&gt;Prancis da bawa 3 top skor&lt;br /&gt;Henry di liga Inggris&lt;br /&gt;Cisse di liga prancis&lt;br /&gt;Deng Trezeguet di liga Italy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2006 sadiki lumayan&lt;br /&gt;Dari awal kita so tebak Italy pasti akan juara&lt;br /&gt;Selain karna Lippi depe pelatih&lt;br /&gt;Taong ini adalah masa terakhir generasi emas bintang azzuri&lt;br /&gt;Del piero, Inzaghi, Pirlo, Totti,Gattuso Cannavaro, Nesta, Toni&lt;br /&gt;Dorang pe pengganti so stenga mati mo cari&lt;br /&gt;Jadi barekeng&lt;br /&gt;Ini trofi jadi kenang-kenangan terakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010 masih sementara&lt;br /&gt;Mar sampe skarang rupa nyanda berkesan&lt;br /&gt;Minim permainan cantik&lt;br /&gt;Minim gol indah&lt;br /&gt;Minim bintang baru&lt;br /&gt;Banya pertandingan kita malas bauni&lt;br /&gt;Kita Cuma harap spaya Inggris juara&lt;br /&gt;Lumayan, untung bataru...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6955319724765934170?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6955319724765934170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-21-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6955319724765934170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6955319724765934170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-21-juni-2010.html' title='Senin, 21 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8565755653799449210</id><published>2010-06-30T20:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:52:18.828-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 20 Juni 2010</title><content type='html'>So ampa hari kita nya bauni piala dunia&lt;br /&gt;Kalu so depe pertandingan&lt;br /&gt;RCTI jadi layar itang&lt;br /&gt;Global TV takancing depe gambar&lt;br /&gt;Siaran S3 yang jadi alternatif&lt;br /&gt;Kage-kage le ilang&lt;br /&gt;Dari belantara TV kabel&lt;br /&gt;Kapitalisme memang dapa tako depe rakus&lt;br /&gt;Sampe pertandingan bola dorang suka mo makang sandiri&lt;br /&gt;Baku mangarti ke’&lt;br /&gt;Piala dunia ampa taong satu kali le&lt;br /&gt;Mar syukur jo&lt;br /&gt;Tadi sore kita pi stel TV&lt;br /&gt;S3 so ada ulang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8565755653799449210?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8565755653799449210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-20-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8565755653799449210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8565755653799449210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-20-juni-2010.html' title='Minggu, 20 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5674825377783137583</id><published>2010-06-30T20:50:00.002-07:00</published><updated>2010-06-30T20:51:33.834-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 19 Juni 2010</title><content type='html'>Di mana pun manusia berada&lt;br /&gt;Di sekelilingnya akan slalu ada&lt;br /&gt;Sosok-sosok antagonis&lt;br /&gt;Yang sengaja Tuhan kase&lt;br /&gt;Spaya torang&lt;br /&gt;Jadi tahang uji&lt;br /&gt;Nyanda terlena deng rasa nyaman&lt;br /&gt;Yang beking torang jadi lombo&lt;br /&gt;Di kampus, di rumah, di kantor, di jalang&lt;br /&gt;Di mana-mana&lt;br /&gt;Dorang slalu ada&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5674825377783137583?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5674825377783137583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-19-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5674825377783137583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5674825377783137583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-19-juni-2010.html' title='Sabtu, 19 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3122751868054023672</id><published>2010-06-30T20:50:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:50:48.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 13 Juni 2010</title><content type='html'>Demam piala dunia&lt;br /&gt;Gemerlap pilkada&lt;br /&gt;Heboh video mesum Ariel,&lt;br /&gt;Luna Maya,Cut Tari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita Cuma di kamar ini&lt;br /&gt;Bapikir deng bamimpi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3122751868054023672?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3122751868054023672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-13-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3122751868054023672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3122751868054023672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-13-juni-2010.html' title='Minggu, 13 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4513400057583655711</id><published>2010-06-30T20:49:00.002-07:00</published><updated>2010-06-30T20:50:08.685-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 3 Juni 2010</title><content type='html'>Memang skarang politik so talalu kotor&lt;br /&gt;Padahal politik ada for mo beking bagus masyarakat&lt;br /&gt;Di mana-mana banya orang-orang aus&lt;br /&gt;Orang-orang lapar&lt;br /&gt;Mo kunyah kekuasaan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4513400057583655711?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4513400057583655711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-3-juni-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4513400057583655711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4513400057583655711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-3-juni-2010.html' title='Kamis, 3 Juni 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4307444542228142057</id><published>2010-06-30T20:49:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:49:31.020-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 28 Mei, 2010</title><content type='html'>Slalu ada masa saat torang&lt;br /&gt;Merasa diri&lt;br /&gt;satu-satunya penghuni bumi ini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4307444542228142057?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4307444542228142057/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-28-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4307444542228142057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4307444542228142057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-28-mei-2010.html' title='Jumat, 28 Mei, 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2312913288467801015</id><published>2010-06-30T20:48:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:48:53.561-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 16 Mei 2010</title><content type='html'>Tanpa batulis&lt;br /&gt;kita mungkin tetap mo hidop bahagia&lt;br /&gt;Mar tanpa batulis&lt;br /&gt;kita nya kase sumbangsih apa-apa&lt;br /&gt;for peradaban&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2312913288467801015?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2312913288467801015/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-16-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2312913288467801015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2312913288467801015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-16-mei-2010.html' title='Minggu, 16 Mei 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1023149924078192161</id><published>2010-06-30T20:47:00.002-07:00</published><updated>2010-06-30T20:48:11.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 15 Mei 2010</title><content type='html'>Kalu nanti Julia Perez jadi bupati&lt;br /&gt;Harusnya Maria Ozawa bole jadi gubernur&lt;br /&gt;Tera Patrik bole mo jadi menteri&lt;br /&gt;Asia Carera bole mo jadi presiden&lt;br /&gt;kita bole jadi astronot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;....Kong samua orang jadi gila...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1023149924078192161?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1023149924078192161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-15-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1023149924078192161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1023149924078192161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-15-mei-2010.html' title='Sabtu, 15 Mei 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1535751565118497884</id><published>2010-06-30T20:47:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:47:34.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 13 Mei 2010</title><content type='html'>Musim pilkada&lt;br /&gt;Memang musimnya demo&lt;br /&gt;Kalamaring dulu&lt;br /&gt;Demo anti korupsi di Pemkot Manado&lt;br /&gt;Tentang guru-guru pe tunjangan&lt;br /&gt;Yang blung pemerenta bayar&lt;br /&gt;Satu orang depe orator&lt;br /&gt;Yang laeng Cuma sibuk babataria&lt;br /&gt;Dari “hidup rakyat”, “hidup mahasiswa”, sampe “hidup Persma”&lt;br /&gt;dorang so cumu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pe dalang hati&lt;br /&gt;So nya butul ini&lt;br /&gt;Demo for kepentingan guru&lt;br /&gt;Mar yang muncul&lt;br /&gt;orang-orang mabo&lt;br /&gt;kong punung deng tato&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukurungan&lt;br /&gt;Preman samua ini&lt;br /&gt;Sapa le te di blakang pa dorang&lt;br /&gt;Kalu bukang lawan politik&lt;br /&gt;calon incumbent&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nya cuma itu&lt;br /&gt;Kalamaring&lt;br /&gt;Muncul ulang le&lt;br /&gt;demo nda jelas&lt;br /&gt;Kali ini dari organisasi “Antra”&lt;br /&gt;Organisasi para nelayan&lt;br /&gt;Kalu sebelumnya&lt;br /&gt;Cuma kapala badan Kesbang&lt;br /&gt;Pak Mewengkang yang mangada&lt;br /&gt;Skarang komang PLH walikota langsung&lt;br /&gt;Roby Mamuaja yang mangada&lt;br /&gt;Ada le Sekkot GSV Lumentut&lt;br /&gt;Asisten I,II&lt;br /&gt;Deng pejabat-pejabat laeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So rupa-rupa ni orang-orang pe tuntutan&lt;br /&gt;Dapa lia kurang beking-beking&lt;br /&gt;Yah, namanya politik katu&lt;br /&gt;Apa saja dong halalkan&lt;br /&gt;Yang penting berkuasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demokrasi beking orang-orang kotor&lt;br /&gt;Orang-orang nya ada kapasitas&lt;br /&gt;Punya kesempatan&lt;br /&gt;pimpin pemerintahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin bodok&lt;br /&gt;Adalah akibat dari pilihan&lt;br /&gt;rakyat yang bodok&lt;br /&gt;So bagitu resiko demokrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkali kita ja bapikir&lt;br /&gt;Torang butuh satu orang&lt;br /&gt;Diktator&lt;br /&gt;Spaya boleh mo ator ni rakyat-rakyat&lt;br /&gt;yang bodok&lt;br /&gt;Deng karas kapala..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1535751565118497884?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1535751565118497884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-13-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1535751565118497884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1535751565118497884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-13-mei-2010.html' title='Kamis, 13 Mei 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2475460850335467867</id><published>2010-06-30T20:46:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:46:50.155-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 9 Mei 2010</title><content type='html'>Sampe rumah so jam 10 malang&lt;br /&gt;Abis maso greja babajalang sadiki&lt;br /&gt;Sekedar mo isi waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita putar televisi&lt;br /&gt;Sambil sasadiki pici-pici tombol&lt;br /&gt;For ganti chanel&lt;br /&gt;Kita sadiki takage&lt;br /&gt;Chanel National Georaphic&lt;br /&gt;So nyanda ada&lt;br /&gt;So taganti deng siaran stasiun tv lokal&lt;br /&gt;Dari Jawa Timur&lt;br /&gt;Depe reporter pe percaya diri&lt;br /&gt;Bacirita pake bahasa Jawa&lt;br /&gt;Nya lama kita tercenung&lt;br /&gt;Bapatong di muka tv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita pe rasa kage langsung jadi rasa malo&lt;br /&gt;di sini Pacific TV&lt;br /&gt;bapaksa skali mo iko gaya Jakarta&lt;br /&gt;dari segi bahasa sampe&lt;br /&gt;format acara&lt;br /&gt;beking apa kasiang&lt;br /&gt;sampe kapanpun ngoni tetap mo kalah&lt;br /&gt;deng Trans, Rcti, ato Anteve&lt;br /&gt;pake kwa gaya Manado&lt;br /&gt;pake kwa bahasa lokal&lt;br /&gt;kita yakin stasion tv lokal&lt;br /&gt;pasti jadi tuan rumah&lt;br /&gt;di kampung sandiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2475460850335467867?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2475460850335467867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-9-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2475460850335467867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2475460850335467867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-9-mei-2010.html' title='Minggu, 9 Mei 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6355168942336643897</id><published>2010-06-30T20:45:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:45:59.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 08 Mei 2010</title><content type='html'>Hari sabtu memang hari paling sadap&lt;br /&gt;For pns&lt;br /&gt;Hari for kase rileks ini pikiran&lt;br /&gt;Senin sampe jumat&lt;br /&gt;Punung deng hal-hal&lt;br /&gt;Yang beking ini otak penat&lt;br /&gt;Hari jumat kalamaring&lt;br /&gt;Kita pulang kantor&lt;br /&gt;Biar masih stenga 11&lt;br /&gt;Bukang mo lari dari tanggung jawab&lt;br /&gt;Mar memang so nya ada&lt;br /&gt;Hal penting yang boleh mo beking&lt;br /&gt;Kita trima sms dari Cupez&lt;br /&gt;Dia bilang tu acara di Tondano somo mulai&lt;br /&gt;Peluncuran edisi pertama&lt;br /&gt;Majalah Waleta Minahasa&lt;br /&gt;Abis basinggah di bank&lt;br /&gt;Kita langsung nae gunung ka tondano&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujang kras skali&lt;br /&gt;Spanjang jalur tomohon-tondano&lt;br /&gt;Sampe terminal kita deng Waty takurung&lt;br /&gt;Deng ini ujang yang nya kanal ampung&lt;br /&gt;Bendi tasopu nanti so stenga jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di terminal ini kita sama deng banostalgia&lt;br /&gt;Deng dulu-dulu&lt;br /&gt;Waktu kita skolah di sini&lt;br /&gt;15 taong lalu&lt;br /&gt;So pe lama&lt;br /&gt;Mar dapa rasa rupa sama deng 3 taong lalu&lt;br /&gt;Waktu slalu dapa rasa laju&lt;br /&gt;for orang-orang yang menanti&lt;br /&gt;Nintau menanti apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujang masih kras&lt;br /&gt;Beking ini bendi&lt;br /&gt;Sama deng da balayar di lao&lt;br /&gt;Gerimis bapancar pa kita pe muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lia ini Tondano&lt;br /&gt;Nyanda banya brubah&lt;br /&gt;Deng 15 taong lalu&lt;br /&gt;Cuma memang katu skarang&lt;br /&gt;Dapa lia lebe bersih sadiki&lt;br /&gt;Yang laeng so kurang sama jo&lt;br /&gt;Cuma babagitu&lt;br /&gt;Kita jadi batanya dalang hati&lt;br /&gt;Apa yang om Vreeke da beking&lt;br /&gt;Slama 2 periode pimpin ini Minahasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe di muka hotel Toudano bendi brenti&lt;br /&gt;Kita lari deng pece-pece ka dalang&lt;br /&gt;Ternyata depe seminar so lama mulai&lt;br /&gt;Ada Denni Pinontoan, Green Weol, Fredy Wowor yang jadi pembicara&lt;br /&gt;Bicara tentang budaya deng filsafat Minahasa yang so nyanda ada&lt;br /&gt;Pa orang Minahasa skarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banya komunitas deng tokoh masyarakat&lt;br /&gt;Yang datang&lt;br /&gt;Beking ini diskusi jadi hidop skali&lt;br /&gt;Kita lia ada Bert Supit, deng Johny Weol&lt;br /&gt;Dudu paling muka&lt;br /&gt;Abis lia Waleta Minahasa pe isi&lt;br /&gt;Kita nya bisa sembunyikan rasa bangga&lt;br /&gt;Akhirnya Minahasa punya majalah budaya&lt;br /&gt;Yang padat deng berkualitas rupa ini&lt;br /&gt;Memang satu usaha yang bagus dari tamang-tamang budayawan muda&lt;br /&gt;Mar lebe bagus deng paling penting&lt;br /&gt;Bagimana mo beking ini majalah boleh bertahan&lt;br /&gt;Di dalang pusaran waktu&lt;br /&gt;So banya torang lia&lt;br /&gt;majalah ato media lokal&lt;br /&gt;Yang akhirnya tutu buku&lt;br /&gt;Karna nya mampu mengimbangi&lt;br /&gt;Kekuatan kapital&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapa inga&lt;br /&gt;Tu Raudal Tanjung Banua da bilang&lt;br /&gt;Waktu diskusi di sonder minggu lalu&lt;br /&gt;politik kesusastraan sentral&lt;br /&gt;So beking sastra jadi sempit&lt;br /&gt;Karna distandarisasi&lt;br /&gt;Oleh sekelompok eksklusif orang&lt;br /&gt;Yang merasa punya wewenang menentukan&lt;br /&gt;Kaidah sastra Indonesia&lt;br /&gt;Kita bilang pa Raudal&lt;br /&gt;Torang di Manado nya pusing deng itu samua&lt;br /&gt;Sastra Manado punya prosesnya sandiri&lt;br /&gt;Minahasa tetap bapikir deng berkarya&lt;br /&gt;Deng lahirnya ini Waleta Minahasa&lt;br /&gt;Proses bapikir deng berkarya yang ada di Minahasa&lt;br /&gt;akan menyejarah secara terus menerus&lt;br /&gt;Smoga bertahan Waleta Minahasa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6355168942336643897?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6355168942336643897/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-08-mei-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6355168942336643897'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6355168942336643897'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-08-mei-2010.html' title='Sabtu, 08 Mei 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8341033271376909802</id><published>2010-06-30T20:43:00.002-07:00</published><updated>2010-06-30T20:44:55.223-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 21 April 2010</title><content type='html'>2 minggu iko diklat prajabatan&lt;br /&gt;Cukup banya hal baru yang da dapa&lt;br /&gt;Mar nya ada yang butul-butul berkesan&lt;br /&gt;Banya yang menggebu-gebu menggugat sistem&lt;br /&gt;Kita Cuma bilang, selama orang-orang yang mau berubah&lt;br /&gt;Cuma spanggal alias minoritas&lt;br /&gt;Dorang akan ditelan yang mayoritas&lt;br /&gt;Demokrasi so beking samua orang&lt;br /&gt;bertindak semaunya&lt;br /&gt;Mungkin torang butuh diktator&lt;br /&gt;for mo bentuk tradisi baru&lt;br /&gt;deng paradigma baru dalam birokrasi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8341033271376909802?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8341033271376909802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-21-april-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8341033271376909802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8341033271376909802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-21-april-2010.html' title='Rabu, 21 April 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5249296672134441248</id><published>2010-06-30T20:43:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:43:29.059-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 21 Februari 2010</title><content type='html'>Menemukan jati diri&lt;br /&gt;Deng yang paling utama&lt;br /&gt;kebranian for&lt;br /&gt;Mo jadi diri sandiri&lt;br /&gt;Dua hal yang paling siksa&lt;br /&gt;mo bekeng&lt;br /&gt;karna mo jadi diri sandiri&lt;br /&gt;banya hal pahit yang musti dialami&lt;br /&gt;karena kecenderungan manusia&lt;br /&gt;slalu suka mo ditrima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mo jadi diri sandiri&lt;br /&gt;adalah kebranian mo hadapi&lt;br /&gt;penolakan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5249296672134441248?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5249296672134441248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-21-februari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5249296672134441248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5249296672134441248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-21-februari-2010.html' title='Minggu, 21 Februari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2369309276882506008</id><published>2010-06-30T20:42:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:42:46.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 14 Februari 2010</title><content type='html'>Orang-orang hebat nyanda dilahirkan&lt;br /&gt;Dorang menentukan sandiri&lt;br /&gt;dorang hebat ato nyanda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2369309276882506008?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2369309276882506008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-14-februari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2369309276882506008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2369309276882506008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-14-februari-2010.html' title='Minggu, 14 Februari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7669944140216032143</id><published>2010-06-30T20:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:42:05.846-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 13 Februari 2010</title><content type='html'>Kita tau&lt;br /&gt;Kita akan memimpin tanah ini&lt;br /&gt;Menentukan arah nasib tanah ini&lt;br /&gt;Menentukan takdir tanah ini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukang mo beking jadi lebih baik&lt;br /&gt;Bukang mo beking harapan jadi pasti&lt;br /&gt;Mar mo beking tanah ini&lt;br /&gt;Menjadi apa yang seharusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tau&lt;br /&gt;Kita akan memimpin tanah ini&lt;br /&gt;Suatu saat nanti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7669944140216032143?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7669944140216032143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-13-februari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7669944140216032143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7669944140216032143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-13-februari-2010.html' title='Sabtu, 13 Februari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8523115310449622482</id><published>2010-06-30T20:40:00.002-07:00</published><updated>2010-06-30T20:41:19.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 11 Februari 2010</title><content type='html'>So lama nya tulis puisi&lt;br /&gt;Bukang gara-gara abis inspirasi&lt;br /&gt;cuma memang so nya ada kebaruan&lt;br /&gt;dalam puisi kontemporer&lt;br /&gt;babagitu jo depe model&lt;br /&gt;babagitu jo depe gaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada saatnya untuk rehat&lt;br /&gt;fokus di lini laeng&lt;br /&gt;sementara batunggu&lt;br /&gt;kesegaran kata-kata mo kaluar&lt;br /&gt;deng terolah deng cara baru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8523115310449622482?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8523115310449622482/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-11-februari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8523115310449622482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8523115310449622482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-11-februari-2010.html' title='Kamis, 11 Februari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2066859541467153830</id><published>2010-06-30T20:40:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:40:32.882-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 25 Januari 2010</title><content type='html'>Ketika seniman-seniman teater&lt;br /&gt;So rasa puas&lt;br /&gt;hanya deng iko festival&lt;br /&gt;Pentas di kolom, pentas proyek&lt;br /&gt;Kita bapikir&lt;br /&gt;Torang pe seniman teater so nya ada mimpi&lt;br /&gt;So nya ada cita-cita&lt;br /&gt;Teater bukang cuma persoalan&lt;br /&gt;Beking karya&lt;br /&gt;Kalu Cuma berkutat di persoalan itu&lt;br /&gt;Maka torang sama deng beronani deng tong pe karya sandiri&lt;br /&gt;Teater itu seni pertunjukan&lt;br /&gt;Pertunjukan berarti komunikasi&lt;br /&gt;Musti ada perjumpaan romantis&lt;br /&gt;Antara kreator teater&lt;br /&gt;Deng masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Torang bisa&lt;br /&gt;beking teater&lt;br /&gt;jadi lebe berharga di mata masyarakat&lt;br /&gt;jadi tulang punggung&lt;br /&gt;for beking hidop depe kreator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mar itu samua cuma akan sampe&lt;br /&gt;diangan-angan&lt;br /&gt;kalu torang so puas&lt;br /&gt;deng iko festival&lt;br /&gt;deng pentas di kolom&lt;br /&gt;deng pentas proyek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...kasiang skali...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2066859541467153830?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2066859541467153830/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-25-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2066859541467153830'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2066859541467153830'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-25-januari-2010.html' title='Senin, 25 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8917269001396005560</id><published>2010-06-30T20:39:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T20:39:53.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 16 Januari 2010</title><content type='html'>Sampe skarang kita masih nya abis pikir&lt;br /&gt;Masih ada seniman yang banya mulu&lt;br /&gt;Banya deng konsep-konsep kosong&lt;br /&gt;Berbangga diri&lt;br /&gt;Merasa diri benar&lt;br /&gt;Di tengah keterpurukan&lt;br /&gt;Deng kegagalan eksistensinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dong bilang seniman punya kepekaan&lt;br /&gt;Punya intuisi deng kecerdasan&lt;br /&gt;Mar heran, nya pernah blajar dari pengalaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mental manusia&lt;br /&gt;yang musti beking bagus&lt;br /&gt;deng penuh kebencian kita mo bilang&lt;br /&gt;pigi ka lao jo&lt;br /&gt;for seniman yang banya mulu&lt;br /&gt;sementara depe eksistensi NOL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena seni adalah karya&lt;br /&gt;maka eksistensi seniman adalah karya&lt;br /&gt;baik secara kelompok maupun individu&lt;br /&gt;bukang mulu basar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8917269001396005560?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8917269001396005560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-16-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8917269001396005560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8917269001396005560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-16-januari-2010.html' title='Sabtu, 16 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6017794174999739639</id><published>2010-06-30T20:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:39:12.633-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 13 Januari 2010</title><content type='html'>Bagini no depe selek&lt;br /&gt;Kalu so lama ta brenti batulis&lt;br /&gt;Mo se trus tu novel ka dua&lt;br /&gt;Mar musti cari ulang depe feel deng nuansa&lt;br /&gt;Apalagi ini novel sejarah&lt;br /&gt;Musti detail deng kontekstual&lt;br /&gt;Nimbole sambarang tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So suka skali batulis&lt;br /&gt;Mar depe nuansa blum dapa-dapa&lt;br /&gt;Baru sekitar 10 % da klar&lt;br /&gt;Musti usaha kras ulang ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2009 blum lama da lewat&lt;br /&gt;Kita dapa inga&lt;br /&gt;Banya orang-orang hebat kote&lt;br /&gt;Da mati taong lalu&lt;br /&gt;Termasuk Rendra&lt;br /&gt;Seniman yang jadi besar&lt;br /&gt;Lebih karena karisma deng pengaruh &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata karya bukang ukuran&lt;br /&gt;seniman for jadi basar&lt;br /&gt;Kalu karya yang jadi ukuran&lt;br /&gt;for kita banya yang lebe dari Rendra&lt;br /&gt;rupa Putu Wijaya, deng laeng-laeng&lt;br /&gt;mar Rendra pe karisma deng pengaruh&lt;br /&gt;memang basar deng nya ada lawang&lt;br /&gt;jadi inspirasi seniman-seniman sentral&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6017794174999739639?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6017794174999739639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-13-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6017794174999739639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6017794174999739639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-13-januari-2010.html' title='Rabu, 13 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8106604707970510731</id><published>2010-06-30T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T20:38:18.347-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 12 Januari 2010</title><content type='html'>Untuk menjadi orang sukses torang&lt;br /&gt;Butuh idola for jadi sumber inspirasi&lt;br /&gt;Blajar bagimana cara dorang jadi sukses&lt;br /&gt;Blajar bagimana dorang&lt;br /&gt;bekerja keras for capai tujuan &lt;br /&gt;Itu memang wajar deng sah sah saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mar saat torang menjadi pekerja keras &amp; pantang menyerah&lt;br /&gt;Kage-kage torang sadar&lt;br /&gt;Torang pe idola ternyata nyanda sehebat yang dibayangkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8106604707970510731?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8106604707970510731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-12-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8106604707970510731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8106604707970510731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-12-januari-2010.html' title='Selasa, 12 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1643653917553281767</id><published>2010-06-30T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:51:23.107-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 11 Januari 2010</title><content type='html'>Memang so dari dulu kita sadar&lt;br /&gt;Kita nda bisa merubah&lt;br /&gt;sebuah keadaan&lt;br /&gt;kalu Cuma sandiri&lt;br /&gt;sebuah kelompok itu penting&lt;br /&gt;for mo capai tujuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mar kita le sadar&lt;br /&gt;kita nya bisa mo rubah seseorang&lt;br /&gt;for rela berkorban&lt;br /&gt;demi capai cita-cita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;samua orang suka bagara&lt;br /&gt;Cuma kalu ada doi&lt;br /&gt;Samua suka berkorban&lt;br /&gt;Kalu ada doi&lt;br /&gt;Makanya torang di sini nya maju-maju&lt;br /&gt;Karna jadi budak doi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang samua butuh doi&lt;br /&gt;Mar doi bukang tujuan&lt;br /&gt;Doi Cuma salah satu alat&lt;br /&gt;For mo capai tujuan&lt;br /&gt;For mo rubah ni peradaban yang so rusak&lt;br /&gt;Jadi lebe bae&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur jo&lt;br /&gt;Banya hal penting laeng&lt;br /&gt;yang boleh kita capai sandiri&lt;br /&gt;Tanpa bantuan kelompok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kota ini&lt;br /&gt;Kita nya ada tamang&lt;br /&gt;Samua manusia&lt;br /&gt;Sama deng mayat hidop&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1643653917553281767?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1643653917553281767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-11-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1643653917553281767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1643653917553281767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-11-januari-2010.html' title='Senin, 11 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7375026461537682701</id><published>2010-06-30T19:49:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T19:49:46.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 2 Januari 2010</title><content type='html'>Nyanda banya orang sama deng ngana&lt;br /&gt;Orang-orang skarang samua munafik&lt;br /&gt;Baganti-ganti warna&lt;br /&gt;Skarang A beso B&lt;br /&gt;Mar ngana tetap bertahan deng kebenaran&lt;br /&gt;Yang ngana yakini&lt;br /&gt;Deng idealisme yang ngana junjung&lt;br /&gt;For kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ngana pe badang nya kuat&lt;br /&gt;rupa Herkules&lt;br /&gt;Nyanda perkasa rupa Achilles&lt;br /&gt;Hele kan bajalang kurang&lt;br /&gt;orang laeng ja bembeng&lt;br /&gt;Balia kurang stenga mata&lt;br /&gt;Mar ngana pe otak deng hati lebe kuat dari tanah goyang 9 skala richter&lt;br /&gt;Beking runtuh tu kebobrokan di negeri ini&lt;br /&gt;Samua orang cinta pa ngana&lt;br /&gt;Samua suku hormat pa ngana&lt;br /&gt;Samua agama berdoa for ngana pe kepergian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang budayawan, filsuf, seniman, poltikus, tokoh humanis, bapak pluralisme&lt;br /&gt;Abdurrahman Wahid&lt;br /&gt;Yang berpulang 3 hari lalu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7375026461537682701?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7375026461537682701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-2-januari-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7375026461537682701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7375026461537682701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-2-januari-2010.html' title='Sabtu, 2 Januari 2010'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1286462107915900764</id><published>2010-06-30T19:47:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T19:47:42.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 27 Desember 2009</title><content type='html'>Saki ini talinga dadengar&lt;br /&gt;Ada buku yang dibredel&lt;br /&gt;karna mo bongkar&lt;br /&gt;Skandal bank century yang dong bilang&lt;br /&gt;depe dana mengalir ka Cikeas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiapa le so kwa SBY mo tako&lt;br /&gt;kalu memang nya butul&lt;br /&gt;tinggal klarifikasi ato lawang&lt;br /&gt;deng buku laeng&lt;br /&gt;deng ada hukum le kwa&lt;br /&gt;yang sementara bajalang&lt;br /&gt;walaupun hukum skarang memang&lt;br /&gt;so stenga mati mo andalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini le kan so periode terakhir&lt;br /&gt;ato mungkin SBY masih mo bacalon ulang&lt;br /&gt;jadi nimau depe nama rusak&lt;br /&gt;di mata masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reformasi so lebe dari satu dekade&lt;br /&gt;Rezim otoriter yang jadi mimpi buruk&lt;br /&gt;Slama 32 tahun so embang&lt;br /&gt;Skarang torang so lebe&lt;br /&gt;bebas kase kaluar pendapat&lt;br /&gt;pelarangan buku deng alasan apapun&lt;br /&gt;so musti diharamkan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1286462107915900764?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1286462107915900764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-27-desember-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1286462107915900764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1286462107915900764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-27-desember-2009.html' title='Minggu, 27 Desember 2009'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4373605230954759071</id><published>2010-06-30T19:46:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T19:46:49.801-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 23 Desember 2009</title><content type='html'>Sore-sore bauni televisi&lt;br /&gt;Ada acara tebak lagu&lt;br /&gt;Depe peserta anak-anak kacili&lt;br /&gt;Yang hele mo lap ingus sto nintau&lt;br /&gt;Kasiang skali&lt;br /&gt;Anak-anak umur bagitu&lt;br /&gt;Dorang suruh tebak&lt;br /&gt;Orang dewasa pe lagu&lt;br /&gt;Yang so pasti depe tema&lt;br /&gt;Berkisar cinta deng depe tetek bengek&lt;br /&gt;Kita dapa inga waktu masih kacili&lt;br /&gt;Banya lagu anak-anak yang da hits&lt;br /&gt;Banya penyanyi anak yang berjaya&lt;br /&gt;Eno Lerian, Bondan Prakoso, Puput Melati&lt;br /&gt;Deng laeng-laeng&lt;br /&gt;Skarang dorang so jadi artis dewasa&lt;br /&gt;Mar so nya ada dong pe pengganti&lt;br /&gt;Kasiang ni anak-anak skarang&lt;br /&gt;Dipaksa nikmati hal-hal&lt;br /&gt;Yang bukang dong pe dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ada lia le brita di televisi&lt;br /&gt;ketua DPRD di satu daerah&lt;br /&gt;Beking ritual for mo user mahluk halus&lt;br /&gt;Dia bilang tu mahluk halus ja teror pa dia&lt;br /&gt;Sampe mo bunung depe satu keluarga&lt;br /&gt;Nya Cuma dia&lt;br /&gt;Depe anak buah anggota DPRD laeng&lt;br /&gt;Le kata dapa rasa hal yang sama&lt;br /&gt;Kita pe dugaan&lt;br /&gt;itu rakyat miskin pe roh&lt;br /&gt;yang mati gara-gara kelaparan&lt;br /&gt;ato mungkin sto depe saingan pe roh&lt;br /&gt;yang mati bunuh diri&lt;br /&gt;lantaran nya tadudu di dewan&lt;br /&gt;bahaya le ni anggota dewan skarang no&lt;br /&gt;enter kan mahluk halus so&lt;br /&gt;ja baku musuh deng dorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesulap-pesulap skarang le so bahaya no&lt;br /&gt;sampe orang pe rahasia dong&lt;br /&gt;bole bongkar deng hipnotis&lt;br /&gt;kiapa kang pemerenta nya&lt;br /&gt;kerja sama deng dorang&lt;br /&gt;suruh hipnotis tu koruptor-koruptor&lt;br /&gt;spaya dorang so nimbole ba tai minya&lt;br /&gt;ato dong tako sto&lt;br /&gt;jang deng dorang le dapa hipnotis&lt;br /&gt;he..he..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4373605230954759071?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4373605230954759071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-23-desember-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4373605230954759071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4373605230954759071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-23-desember-2009.html' title='Rabu, 23 Desember 2009'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6853307059959957570</id><published>2010-06-30T19:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:46:03.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 22 Desember 2009</title><content type='html'>Natal so nya lama&lt;br /&gt;kurang mo rekeng deng jare Depe hari&lt;br /&gt;Mar nya ada yang dapa rasa berubah&lt;br /&gt;So nya rupa dulu&lt;br /&gt;Waktu kita masih kacili&lt;br /&gt;Pe rame skali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bauni televisi&lt;br /&gt;sekedar mo isi ni sunyi&lt;br /&gt;Mar televisi le sama deng nintau&lt;br /&gt;Kalu ini somo natal&lt;br /&gt;Cuma rame deng Luna Maya pe brita&lt;br /&gt;Yang dasosere infotaiment&lt;br /&gt;Ato Prita pe brita&lt;br /&gt;Yang dasosere rumah saki omni&lt;br /&gt;Deng jutaan koin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadiki le Somo natal&lt;br /&gt;Mar samua sama deng biasa&lt;br /&gt;mungkin zaman sto yang so berubah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6853307059959957570?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6853307059959957570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-22-desember-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6853307059959957570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6853307059959957570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-22-desember-2009.html' title='Selasa, 22 Desember 2009'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4878168752307522493</id><published>2010-06-30T19:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:45:08.441-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 21 Desember 2009</title><content type='html'>Astaga&lt;br /&gt;Lagi-lagi kita baru dapa inga&lt;br /&gt;Batulis diari&lt;br /&gt;Kalu so akhir taong&lt;br /&gt;Kalu bagini trus&lt;br /&gt;So bukang catatan harian depe nama&lt;br /&gt;Mar so jadi catatan tahunan&lt;br /&gt;Bagini no kalu so tasadap batulis&lt;br /&gt;Puisi, novel, naskah drama deng cerpen&lt;br /&gt;So jadi lupa tu diari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terpaksa samua yang ada jadi ni taong&lt;br /&gt;Kita kumpul satu kali&lt;br /&gt;Apalagi taong 2009&lt;br /&gt;Salah satu taong paling spesial&lt;br /&gt;Deng penuh momen berpengaruh&lt;br /&gt;Pa kita pe hidop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah amper 8 taong jadi mahasiswa&lt;br /&gt;akhirnya tu gelar SS boleh&lt;br /&gt;tatempel di blakang nama&lt;br /&gt;satu kali lipa lebe lama&lt;br /&gt;dari waktu normal&lt;br /&gt;mar nya sia-sia dabaforo&lt;br /&gt;lama bagitu di kampus&lt;br /&gt;banya hal yang kita blajar&lt;br /&gt;bukang Cuma sekedar kase klar&lt;br /&gt;tu beban SKS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita sanang le&lt;br /&gt;ini taong Theater Club&lt;br /&gt;boleh mo dapa juara 1&lt;br /&gt;festival teater se-sulut&lt;br /&gt;yang dorang ada beking di Taman Budaya&lt;br /&gt;6-7 November&lt;br /&gt;pentas pake kita pe naskah&lt;br /&gt;depe judul Metamorcrazy&lt;br /&gt;kita nya barmaing&lt;br /&gt;Cuma jadi sutradara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bole jo&lt;br /&gt;Latihan Cuma 1 minggu&lt;br /&gt;Mar boleh dapa hasil maksimal&lt;br /&gt;Apalagi yang daiko&lt;br /&gt;Orang-orang teater sulut samua generasi&lt;br /&gt;Dari 70-an sampe 2000-an&lt;br /&gt;Ada Om Oni Sangeroki, Om Icha Rhemrev, Om Angky Kalumata&lt;br /&gt;kita pe tamang Vicks Ungke deng Ompie “Rambu Gorilla”&lt;br /&gt;Menurut om Erick Dajoh yang ada bajuri&lt;br /&gt;Kita kata maso generasi 2000-an&lt;br /&gt;Ha..ha..ha.. paling bungsu dang?&lt;br /&gt;Rupa-rupa jo ni om Erick&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas bulan November&lt;br /&gt;Kita iko tes PNS&lt;br /&gt;Cuma modal doa deng pingsil 2B&lt;br /&gt;Nyanda ada Koneksi&lt;br /&gt;Apalagi doi&lt;br /&gt;Mar ternyata butul&lt;br /&gt;Kalu Tuhan so berkehendak&lt;br /&gt;So nyanda mo lari tu barang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mantap katu ini taong&lt;br /&gt;Biar banya deng lalah&lt;br /&gt;Mar samua nya sia-sia&lt;br /&gt;Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan&lt;br /&gt;Kalu manusia nyanda berusaha&lt;br /&gt;Tuhan nyanda menentukan apa-apa&lt;br /&gt;Butul to?&lt;br /&gt;..Amin..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4878168752307522493?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4878168752307522493/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-21-desember-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4878168752307522493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4878168752307522493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-21-desember-2009.html' title='Senin, 21 Desember 2009'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7680631223368820496</id><published>2010-06-30T19:43:00.001-07:00</published><updated>2010-06-30T19:43:50.369-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 14 Februari 2009</title><content type='html'>Dua hari lalu kita dapa kiriman&lt;br /&gt;Kiriman yang beking kita kage&lt;br /&gt;lantaran so lama skali&lt;br /&gt;nda dapa kunjungan pak pos&lt;br /&gt;dari Grasindo kote&lt;br /&gt;penerbit yang kita da kirim akang&lt;br /&gt;ta pe draft novel&lt;br /&gt;karna beberapa pertimbangan&lt;br /&gt;Sargasso kita ganti judul&lt;br /&gt;Jadi “Laki-laki yang rindu pada kamar”&lt;br /&gt;ini naskah kita kirim ampa bulan lalu tanpa prangko balasan&lt;br /&gt;yang beking kita so nda baharap&lt;br /&gt;dorang mo kase pulang ulang&lt;br /&gt;kalu nyanda diterbitkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ta pe dugaan salah&lt;br /&gt;dorang kase pulang katu&lt;br /&gt;beserta selembar kertas&lt;br /&gt;yang menyatakan rasa manyasal&lt;br /&gt;karna ini naskah belum sesuai&lt;br /&gt;deng segmen karya yang jadi&lt;br /&gt;dorang pe program penerbitan skarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nda masalah ta pikir&lt;br /&gt;yang penting so coba&lt;br /&gt;waktu kirim ini le kita memang&lt;br /&gt;nda talalu baharap&lt;br /&gt;Nanti jo, kalu kita so jadi penulis top, baru dorang manyasal&lt;br /&gt;nda trima ta pe novel&lt;br /&gt;.. ha..ha..ha..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7680631223368820496?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7680631223368820496/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-14-februari-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7680631223368820496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7680631223368820496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-14-februari-2009.html' title='Sabtu, 14 Februari 2009'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1390947889546051374</id><published>2010-06-30T19:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:43:01.562-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 31 Desember 2008</title><content type='html'>Kenangan 31 Desember belasan taong lalu&lt;br /&gt;masih manyala trang di kapala&lt;br /&gt;jarum jam badetak resah&lt;br /&gt;bairing deng degup jantung&lt;br /&gt;yang trus baiko dari blakang&lt;br /&gt;skarang perpisahan taong&lt;br /&gt;adalah pergantian taong&lt;br /&gt;adalah pergantian hari&lt;br /&gt;adalah pergantian detik&lt;br /&gt;Cuma itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1390947889546051374?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1390947889546051374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-31-desember-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1390947889546051374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1390947889546051374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-31-desember-2008.html' title='Rabu, 31 Desember 2008'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4870111451903446121</id><published>2010-06-30T19:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:42:13.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 22 Desember 2008</title><content type='html'>2008 amper klar&lt;br /&gt;Momen akhir tahun slalu paksa pa kita&lt;br /&gt;for inga-inga ulang&lt;br /&gt;samua yang so terjadi&lt;br /&gt;dalam beberapa bagian kita suka skali&lt;br /&gt;dramatisasi di novel Sargasso&lt;br /&gt;Kadang kita nya sangka&lt;br /&gt;bole mo dapa tulis cirita seemosional itu&lt;br /&gt;for kesusastraan Indonesia secara umum&lt;br /&gt;Sargasso nyanda menawarkan&lt;br /&gt;sesuatu yang baru&lt;br /&gt;baca ni novel beking orang&lt;br /&gt;dapa inga karya-karya laeng&lt;br /&gt;yang so pernah ditulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Juli dapa kesempatan ka Jambi&lt;br /&gt;Mar kita nya talalu bersemangat&lt;br /&gt;lantaran keseriusan fakultas&lt;br /&gt;jao dari harapan&lt;br /&gt;tambah le for kita&lt;br /&gt;mo rebut peksiminas sama jo&lt;br /&gt;deng mo rebut kekuasaan sentral&lt;br /&gt;kita pun Cuma anggap ini nya lebe&lt;br /&gt;dari sekedar berwisata&lt;br /&gt;mumpung libur&lt;br /&gt;Jambi, Jakarta&lt;br /&gt;liburan yang membosankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mar bole jo&lt;br /&gt;kebosanan ini taong sadiki terobati&lt;br /&gt;karna kita pe pentas produksi yang&lt;br /&gt;pertama dengan Theater Club&lt;br /&gt;bole mo terlaksana&lt;br /&gt;pas 21 November&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;batulis naskah&lt;br /&gt;ternyata proses yang ajaib&lt;br /&gt;deng tantu katu menyenangkan&lt;br /&gt;Sedangkan jadi sutradara&lt;br /&gt;nyanda bisa mo blajar deng teori&lt;br /&gt;Jam terbang sebagai aktor&lt;br /&gt;sangat menentukan&lt;br /&gt;“Tolak” deng “Metamorcrazy”&lt;br /&gt;hasil pencarian deng keberanian&lt;br /&gt;tambah deng usaha&lt;br /&gt;for mo isi kekosongan&lt;br /&gt;karna akhir-akhir ini&lt;br /&gt;seniman lebe banya beropini&lt;br /&gt;daripada berkreatifitas..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4870111451903446121?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4870111451903446121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-22-desember-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4870111451903446121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4870111451903446121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-22-desember-2008.html' title='Senin, 22 Desember 2008'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5847273824339362321</id><published>2010-06-30T19:39:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:40:56.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 18 Desember 2008</title><content type='html'>Slalu banya alasan&lt;br /&gt;Ato lebe tepat pembenaran&lt;br /&gt;yang jadi tumbal&lt;br /&gt;kiapa sampe pe lama tenggang waktu&lt;br /&gt;diary nyanda dapa fungsikan&lt;br /&gt;kalu mo rekeng&lt;br /&gt;ini no bayi pertama yang lahir ni taong&lt;br /&gt;nyanda pernah sebuah taong&lt;br /&gt;kong Cuma lewat bagitu&lt;br /&gt;2008 le punya arti sandiri for kita&lt;br /&gt;Setelah lewati proses melelahkan&lt;br /&gt;novel yang kita kase nama Sargasso akhirnya bole mo lahir&lt;br /&gt;nya Cuma itu, so terbit&lt;br /&gt;deng so dinikmati orang-orang&lt;br /&gt;karya yang menurut kita&lt;br /&gt;biasa-biasa jo&lt;br /&gt;mar akhirnya ini karya ada arti sandiri&lt;br /&gt;lantaran so Lama skali&lt;br /&gt;kesusastraan sulawesi Utara sepi karya novel&lt;br /&gt;Sargasso kita tulis dari 2004&lt;br /&gt;tanpa bermodalkan ide apapun&lt;br /&gt;Hanya dilandasi ambisi&lt;br /&gt;Kita musti bisa tulis novel&lt;br /&gt;Ambisi yang depe awal nyanda&lt;br /&gt;didasari keseriusan yang tulus&lt;br /&gt;Itu le yang menurut kita jadi penyebab&lt;br /&gt;kiapa karya yang mustinya&lt;br /&gt;Bole mo klar satu taong&lt;br /&gt;Nanti klar ampa kali lipa lebe lama&lt;br /&gt;Maklum, selain batulis novel&lt;br /&gt;Banya kesibukan penting laeng&lt;br /&gt;yang le jadi fokus hidop&lt;br /&gt;batulis puisi, cerpen, naskah drama, pentas teater, kuliah, organisasi, nongkrong, hura-hura, deng tantu katu, memburu cinta!!.. (he..he.., nda perlu malo sob, hidop Cuma satu kali, cari tu cinta yang paling sejati)&lt;br /&gt;Sargasso kita pe anak yang paling sulung lucu deng menggemaskan..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5847273824339362321?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5847273824339362321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-18-desember-2008.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5847273824339362321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5847273824339362321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-18-desember-2008.html' title='Kamis, 18 Desember 2008'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6637540255561646346</id><published>2010-06-30T19:38:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:39:28.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 23 Desember 2007</title><content type='html'>Talalu banya yang nya ja sempat tatulis&lt;br /&gt;talalu berlimpah yang akhirnya talupa samua karena kita ja lupa&lt;br /&gt;tulis ni catatan harian&lt;br /&gt;kita tabangong&lt;br /&gt;kong langsung dapa sms&lt;br /&gt;dari ie hadi&lt;br /&gt;De, bgm kalo trng undang debat pa tim juri atas kekeliruan penilaian&lt;br /&gt;Dp waktu disepakati kemudian&lt;br /&gt;Kita balas,..&lt;br /&gt;Terserah ente jo&lt;br /&gt;dapa lia kwa ente pe paman yang beking rusak tu penilaian&lt;br /&gt;Ha..ha..,&lt;br /&gt;jawabku menanggapi hasil festival teater patsu&lt;br /&gt;boleh juga sih&lt;br /&gt;rekeng-rekeng for bahan evaluasi&lt;br /&gt;deng for cari tau&lt;br /&gt;bagimana para genarasi tua&lt;br /&gt;menilai sebuah pertunjukan&lt;br /&gt;teater yang berhasil&lt;br /&gt;deng tingkat keseriusan&lt;br /&gt;yang stenga-stenga&lt;br /&gt;kita sandiri so puas&lt;br /&gt;Theater Club dapa juara 3&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6637540255561646346?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6637540255561646346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-23-desember-2007.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6637540255561646346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6637540255561646346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-23-desember-2007.html' title='Minggu, 23 Desember 2007'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2911870594829820332</id><published>2010-06-30T19:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:37:14.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 27 Januari 2007</title><content type='html'>Tadi sore kita dapa sms dari Dodol&lt;br /&gt;Dia bilang Ada evaluasi Nyare edisi 5&lt;br /&gt;Mar mo setinggal komputer skarang&lt;br /&gt;Sama deng kaluar WC&lt;br /&gt;Sebelum klar buang aer&lt;br /&gt;Kita sementara kase klar satu tulisan&lt;br /&gt;Tentang dunia pendidikan di sini&lt;br /&gt;Sambil sasadiki balia&lt;br /&gt;Paulo Freire pe pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jam 7 malam kita brangkat kasana&lt;br /&gt;nya sama deng biasa&lt;br /&gt;kota Manado yang tiap malam minggu&lt;br /&gt;slalu baeuforia&lt;br /&gt;skarang dapa lia lengang&lt;br /&gt;mikro yang kita da nae&lt;br /&gt;Cuma rame deng lagu disko&lt;br /&gt;Tanah goyang beberapa hari lalu&lt;br /&gt;Mungkin beking anak-anak muda&lt;br /&gt;Jadi tako mo pigi di gedung-gedung mall&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2911870594829820332?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2911870594829820332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-27-januari-2007.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2911870594829820332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2911870594829820332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-27-januari-2007.html' title='Sabtu, 27 Januari 2007'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8222419644704979256</id><published>2010-06-30T19:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:36:25.693-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 8 Oktober 2006</title><content type='html'>Musuh sama deng hantu&lt;br /&gt;Duri, ato api yang menakutkan&lt;br /&gt;Mar skarang samua taputar&lt;br /&gt;Ternyata setiap orang musti ada musuh&lt;br /&gt;Dorang yang nya punya&lt;br /&gt;Adalah orang-orang yang hidop&lt;br /&gt;Dalam kemunafikan yang hina&lt;br /&gt;Karna ada berjuta-juta warna di dunia&lt;br /&gt;Pilih satu berarti memusuhi yang laeng&lt;br /&gt;Cintailah permusuhan&lt;br /&gt;Deng jangang jadi warna&lt;br /&gt;Yang gampang pudar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8222419644704979256?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8222419644704979256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-8-oktober-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8222419644704979256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8222419644704979256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-8-oktober-2006.html' title='Minggu, 8 Oktober 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8463355980766757143</id><published>2010-06-30T19:31:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:35:45.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 2 Oktober 2006</title><content type='html'>Kita rindu pa ngana diary&lt;br /&gt;Nyare edisi 2 sementara digodok&lt;br /&gt;Nya ada yang kita suka mo tulis&lt;br /&gt;Selain mo abadikan suasana&lt;br /&gt;Saat penulis-penulis “yatim piatu”&lt;br /&gt;Coba menggagas ide&lt;br /&gt;curahan kegelisahan&lt;br /&gt;Deng lelucon, imajinasi&lt;br /&gt;Yang nya jarang di luar akal sehat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8463355980766757143?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8463355980766757143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-2-oktober-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8463355980766757143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8463355980766757143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-2-oktober-2006.html' title='Senin, 2 Oktober 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8857884156270591797</id><published>2010-06-30T19:28:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:29:38.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 8 September 2006</title><content type='html'>Tong pe rombongan&lt;br /&gt;Ka gedung RRI&lt;br /&gt;Bauni cabang manyanyi pop&lt;br /&gt;Mar beking pastiu&lt;br /&gt;Salah satu juri blum ada&lt;br /&gt;Terpaksa lomba molor&lt;br /&gt;sampe abis makang siang&lt;br /&gt;memang orang Manado paling alergi&lt;br /&gt;deng kebosanan&lt;br /&gt;kita deng tamang-tamang laeng&lt;br /&gt;langsung pi bajalang&lt;br /&gt;baron-ron pusat kota Makasar&lt;br /&gt;menikmati sisi laeng dari&lt;br /&gt;misi ini kegiatan&lt;br /&gt;“liburan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So nya tahang mo bli depe capatu Tracking&lt;br /&gt;Kita deng Wawan baku cari&lt;br /&gt;counter Eiger pe tampa&lt;br /&gt;pake nae becak spaya lebe murah&lt;br /&gt;deng maklum, nae becak&lt;br /&gt;bagini memang jarang-jarang terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keode&lt;br /&gt;mo di Jakarta mo di tampa laeng&lt;br /&gt;strategi beking bodok&lt;br /&gt;pendatang tetap berlaku no&lt;br /&gt;kita deng Wawan takage&lt;br /&gt;waktu sopir yang dapa lia bae-bae&lt;br /&gt;minta 20 ribu for depe frak&lt;br /&gt;hele nae taksi tu doi masih da tasisa&lt;br /&gt;kalu Cuma jarak dekat bagitu&lt;br /&gt;laso le’’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepastian jadwal monolog torang so dapa&lt;br /&gt;hari senin kata, 11 September&lt;br /&gt;karna depe tenggang masih brapa hari&lt;br /&gt;torang Cuma santai-santai&lt;br /&gt;mar nya sangka tu jadwal&lt;br /&gt;dorang rubah kage-kage&lt;br /&gt;baca puisi so beso pagi&lt;br /&gt;panyaki le ni panitia&lt;br /&gt;beking jadwal kwa plin plan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini malam Wawan deng Yunita langsung dapa godok habis-habisan&lt;br /&gt;sampe subuh dorang dapa ojo&lt;br /&gt;deng metode latihan yang aneh mar kras&lt;br /&gt;dari Vick “Ungke” Chenorre&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keode&lt;br /&gt;depe laste tu jadwal dong se babale ulang&lt;br /&gt;baca puisi nanti 11 September&lt;br /&gt;Cape deh..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8857884156270591797?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8857884156270591797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-8-september-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8857884156270591797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8857884156270591797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-8-september-2006.html' title='Jumat, 8 September 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5703402956581087833</id><published>2010-06-30T19:27:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:28:36.721-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 7 September 2006</title><content type='html'>Tepat jam stenga lapan malam&lt;br /&gt;Acara pembukaan Peksiminas so mulai&lt;br /&gt;Masing-masing kontingan&lt;br /&gt;So basiap deng dong pe&lt;br /&gt;kostum masing-masing&lt;br /&gt;Panggung outdoor langsung&lt;br /&gt;Tahentak deng pementasan tarian tradisional Makasar&lt;br /&gt;Beking ini tampa sama deng totofore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas sesi penetapan juri&lt;br /&gt;Kita lia nama-nama basar yang so nya&lt;br /&gt;asing di talinga&lt;br /&gt;Nano Riantiarno, Butet Kertaredjasa&lt;br /&gt;Hamsad Rangkuti, Izbedy Setiawan, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara pembukaan diakhiri&lt;br /&gt;Pentas tarian mahasiswa dari Jepang&lt;br /&gt;Yang da manari tarian Jogjakarta&lt;br /&gt;deng sempurna skali&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5703402956581087833?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5703402956581087833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-7-september-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5703402956581087833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5703402956581087833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-7-september-2006.html' title='Kamis, 7 September 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-494700710470209742</id><published>2010-06-30T19:26:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:27:27.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 17 Agustus 2006</title><content type='html'>Kita nya pernah bisa menjalin rasa&lt;br /&gt;Ato temukan jembatan for&lt;br /&gt;Mo dapa di mana ngana badiri&lt;br /&gt;Kita dapa lia pa ngana deng jelas&lt;br /&gt;Ngana bapangge-pangge deng&lt;br /&gt;senyuman yang slalu wangi&lt;br /&gt;Kita badiri di sini&lt;br /&gt;Cuma bisa balas deng senyuman yang sama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-494700710470209742?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/494700710470209742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-17-agustus-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/494700710470209742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/494700710470209742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-17-agustus-2006.html' title='Kamis, 17 Agustus 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8604301311804258211</id><published>2010-06-30T19:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:23:27.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 17 Juli 2006</title><content type='html'>Proses&lt;br /&gt;Satu lagi kepingan waktu&lt;br /&gt;bole mo terlampaui&lt;br /&gt;Kepingan ka 23&lt;br /&gt;Talalu banya yang blum klar&lt;br /&gt;Talalu banya mimpi&lt;br /&gt;yang blum dapa se lunas&lt;br /&gt;Satu persatu pluru&lt;br /&gt;masih ja se kumpul&lt;br /&gt;for satu tujuan sederhana&lt;br /&gt;temukan kepingan kunci&lt;br /&gt;yang pas for jebol&lt;br /&gt;pintu diri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8604301311804258211?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8604301311804258211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-17-juli-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8604301311804258211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8604301311804258211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-17-juli-2006.html' title='Senin, 17 Juli 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-9149495302708751309</id><published>2010-06-30T19:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-30T19:26:07.766-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 5 Februari 2006</title><content type='html'>Chairil Anwar Bilang&lt;br /&gt;“Aku ingin hidup seribu tahun lagi”&lt;br /&gt;Suatu waktu Kurt Cobain pernah bilang pa Courtney&lt;br /&gt;“Aku ingin hidup hingga usia 120 tahun”&lt;br /&gt;Cita-cita alami deng mulia&lt;br /&gt;dari sosok-sosok pembaharu rupa dorang&lt;br /&gt;For sebagian orang&lt;br /&gt;Lebe lama dorang hidop&lt;br /&gt;Mungkin bumi akan lebe tercerahkan&lt;br /&gt;Toh akhirnya Kurt lebih memilih “memadamkan diri&lt;br /&gt;Dari pada akhirnya pudar”&lt;br /&gt;Chairil tenggelam oleh maut&lt;br /&gt;Saat nafas harusnya belum lelah&lt;br /&gt;Meski hidop yang pende itu&lt;br /&gt;Lebe dihargai&lt;br /&gt;Daripada jutaan orang laeng&lt;br /&gt;Yang menikmati mimpi indah di hari tua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Kurt yang mengambil keputusan ajaib&lt;br /&gt;Itu dorang bilang manusia yang sesungguhnya&lt;br /&gt;Betapa sepi harusnya ini dunia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-9149495302708751309?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/9149495302708751309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-5-februari-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/9149495302708751309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/9149495302708751309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-5-februari-2005.html' title='Minggu, 5 Februari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8917086612105771053</id><published>2010-06-30T02:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-22T17:56:30.311-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Esai'/><title type='text'>Belajar dan Masalah Kepribadian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THHFMNqENdI/AAAAAAAAAOs/y_c_KB8h2ig/s1600/anak-stress-belajar.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 274px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THHFMNqENdI/AAAAAAAAAOs/y_c_KB8h2ig/s320/anak-stress-belajar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508400632866026962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dunia pendidikan kita saat ini seolah menghadapi situasi-situasi yang mengenaskan, dan kalau mau jujur dan lapang dada mengakui, memang absurd. Namun sejak dahulu kala kita berusaha mengingkari keabsurdannya, dan terus tertidur di atas ranjang hegemoni pendidikan yang tak masuk akal itu. Bukan apa-apa, di sanalah nafas kita bertumpu, di sanalah pengakuan sebagai manusia ditegakkan, dan di sanalah seolah-olah jati diri kita sebagai mahluk mulia bertengger. Sementara teror yang terus membuntuti kita bahwa di dalam “dunia pendidikan” itu akal budi kita ditindas. Eksisitensi manusia yang memiliki kehendak bebas berpikir dipasung, dalam sebuah format paten yang tersistem dalam bentuk lembaga pendidikan. Dan kenyataan yang lebih mengerikan lagi bahwa kita tak henti-hentinya mengorbankan energi dan materi untuk upah ketertindasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seonggok ungkapan kekesalan di atas mungkin akan terkesan mengada-ada dan mengundang amarah bagi banyak orang. Entah orangtua, yang menjadi salah satu korban dari kenyataan ini, para guru maupun dosen, atau sang objek utama yaitu peserta didik itu sendiri. Kemungkinan lain yang akan timbul adalah rasa malu atau justru sikap masa bodoh dari sebagian masyarakat kita yang rata-rata fatalis. Kemudian, timbul pelarian klasik dari sebuah permasalahan, mencari kambing hitam. Siapakah sebenarnya yang harus bertanggungjawab? Apakah pemerintah, sistem pendidikan, orangtua, pengajar, atau yang diajarkah?. Memang semuanya rumit dan kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh pengamatan saya ada beberapa tipe perilaku dari siswa atau peserta didik, pertama ialah siswa atau mahasiswa yang menganggap kegiatan belajar di sekolah atau kampus sebagai beban yang harus diselesaikan setiap hari. Sehingga aktivitas-aktivitas seperti mengerjakan tugas, memahami pelajaran, tak beda dengan kerja rodi. Namun tipe ini terbentur pada kenyataan bahwa ia harus memenuhi tuntutan orangtua, bahwa kelangsungan hidupnya tergantung dari orangtua. Maka ia menjalani bertahun-tahun masa sekolahnya dengan rasa stres. Dan prestasi yang cukup membanggakan, toh ia bisa juga menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THHFv64xbPI/AAAAAAAAAO0/CMon7g1y1mM/s1600/humor-lucu-bayi-wc.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 242px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THHFv64xbPI/AAAAAAAAAO0/CMon7g1y1mM/s320/humor-lucu-bayi-wc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5508401246302727410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang kedua ialah tipe pelajar yang menyadari bahwa aktivitas belajar adalah sesuatu yang menyenangkan, meskipun ia harus mengerjakan setumpuk soal-soal pelajaran dengan rasa lelah hingga larut malam, ia tetap setia melakukannya karena ia menikmatinya. Mereka yang masuk dalam kategori ini biasanya sang jawara-jawara kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah tipe siswa yang cukup mempunyai keinginan untuk belajar, namun seringkali menemui kesulitan karena diperhadapkan pada tidak efektifnya metode pengajaran sang pengajar, atau mungkin kemampuannya untuk menangkap suatu intisari pelajaran yang lemah. Tipe seperti ini bukan berarti bodoh. Namun ia perlu bimbingan ekstra dari guru maupun orangtua. Tipe seperti ini biasanya sangat rentan diserang penyakit “gampang menyerah” apabila kendala-kendala tadi tidak teratasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat adalah tipe siswa masa bodoh. Apakah ia mempunyai kemampuan menangkap pelajaran atau tidak. Ia tetap menganggap aktifitas ini hanyalah membuang-buang waktu.&lt;br /&gt;Dari keempat tipe di atas semuanya mempunyai kelemahannya masing-masing, dengan takarannya masing-masing. Bahkan, tipe yang kedua pun mempunyai kelemahannya, yaitu orientasi belajar yang belum tercerahkan. Ia belum tahu arah yang akan dituju dengan bekal ilmu dan kepandaian yang ia miliki. Apakah untuk mendapatkan pekerjaan?, uang? Yang pasti untuk menggapai cita-cita. Nah, apa sebenarnya hakekat cita-cita itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para guru, dosen, atau orangtua mungkin seringkali mendapati anak didiknya berperilaku seperti keempat tipe tadi. Selain pengaruh karakter bawaan, sebagian besar perilaku itu lebih dipengaruhi situasi psikologis yang datang dari keluarga maupun lingkungan di mana ia menjalani kehidupan sosial. Persoalan belajar adalah persoalan mental atau kepribadian. Plato menyebutnya dengan “mengejar sang baik” dengan menggunakan akal budi. Memburu ilmu pengetahuan merupakan salah satu upaya manusia untuk mengejar sang baik itu. Karena manusia adalah baik adanya. Jadi ketika kita tidak berperilaku baik berarti kita tidak sedang menjalani fitrah kita sebagai manusia. Sederhanya, siapapun yang tidak belajar berarti ia tidak manusiawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada sibuk memperdebatkan masalah sistem pendidikan kita yang absurd itu. Sebaiknya kita membuka pemahaman bahwa hakekat sesungguhnya aktifitas belajar itu ada dalam diri sendiri. Sebagaimana lembaga-lembaga pada umumnya, maka lembaga pendidikanpun tak pernah terlepas dari ketidakberesan. Perlu usaha keras dari semua pihak untuk mengubahnya. Yang terpenting bukan masalah sistem pendidikan, tapi bagaimana kita dapat membentuk diri sebagai pribadi yang “pembelajar”. Seorang pembelajar tidak akan menggantungkan kebutuhan ilmu pengetahuannya hanya dari sekolah saja, tapi ia memetik kebijaksanaan dan kecerdasannya dari segala ranah kehidupan. Termasuk sekolah tentunya. Karena manusia yang cerdas tidak saja hanya sukses menaklukan rentetan kurikulum akademik, (bahkan yang menaklukannya pun belum tentu cerdas) yang puncaknya adalah pembubuhan gelar di depan atau belakang nama, tapi juga mampu menaklukan tantangan-tantangan sosial, kebudayaan, dan bahkan keluarga yang dijalaninya sebagai seorang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk diri menjadi pribadi yang “pembelajar” itu memang tidak semudah menggerakan jari-jemari. Perlu usaha keras yang sebaiknya dilakukan sejak dini. Pihak yang paling berpengaruh adalah orangtua. Dan orangtua adalah guru yang paling menentukan dan yang paling berpengaruh bagi perkembangan seorang anak. Perkataan orangtua adalah kebenaran yang tak terbantahkan bagi anak-anaknya. Untuk itu orangtua dituntut untuk membangun mental, serta mengawasi dan membimbing arah berpikir dan orientasi berperilaku dari seorang anak. Kebiasaan dan disiplin yang sudah ditanamkan sejak dini akan terbawa hingga perkembangannya menjadi pribadi yang dewasa. Banyak yang menyebutkan kalau anak adalah hasil buah karya orangtuanya. Memang tidak salah. Selain mewarisi darah, seorang anak juga mewarisi unsur-unsur nilai yang didapatkan melalui interaksi dengan orangtuanya.&lt;br /&gt;Hal penting yang perlu diperhatikan orangtua dalam mendidik anak di antaranya, mengantisipasi pengaruh media, khususnya media elektronik audio visual. Anak-anak sampai remaja kesehariannya tak pernah lepas dari menonton televisi. Sementara media yang satu ini mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk stereotip-stereotip di kalangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu bersama bahwa sebagian besar isi materi siaran stasiun-stasiun televisi di Indonesia lebih berorientasi meraih keuntungan sebesar-besarnya dengan menghadirkan tontonan yang memanjakan khalayak. Stasiun-stasiun televisi kita memanfaatkan kondisi masyarakat yang sebagian besar berkutat dengan kemiskinan, di mana kehidupan kesehariannya hanya berpikir bagaimana mendapatkan sesuap nasi hari ini. Dalam situasi krisis seperti tadi masyarakat membutuhkan tontonan yang ringan dan memanjakan pikiran. Lalu munculah tayangan-tayangan yang samasekali tidak menghiraukan kualitas, yang menyeret masyarakat kita untuk terus hidup di dalam mimpi (bukannya bermimpi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain media, pengaruh besar yang lain adalah lingkungan. Di sini saya bukan bermaksud mengajak setiap orangtua agar mendidik anaknya untuk “pilih-pilih bergaul”. Tapi sebelum ia dilepas pada pergaulan sosial yang konon lebih garang dari hutan rimba. Pihak orangtua wajib memberikan pembekalan mental maupun disiplin diri agar si buah hati dapat mengendalikan, bukannya dikendalikan oleh kebudayaan kita yang kadang  memang mencurigakan. Paulo Freire mengatakan bahwa kebudayaan kita sangat sarat dengan muatan-muatan ideologi yang secara massal membentuk tatanan sosial di masyarakat. Ini  bukan berarti kita sebagai individu yang hidup di tengah-tengah masyarakat harus terseret pada skenario besar tadi. Ia menambahkan kita bisa membentuk kebudayaan sendiri tanpa terpengaruh pada kebudayaan yang ia sebut “kebudayaan bisu” itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha yang keras dari setiap orangtua niscaya akan melahirkan pribadi-pribadi yang tangguh untuk anak-anak di masa depan, serta melahirkan individu-individu yang cerdas serta memiliki kepekaan yang tinggi pada realitas sosial yang dihadapinya. Dan niscayanya lagi setiap orangtua tak perlu repot-repot memaksa buah hatinya untuk tekun belajar, karena dengan sendirinya mereka akan mengejar ilmu setinggi mungkin, karena kesadaran akan fitrahnya sebagai manusia yang mempunyai akal budi sudah terlanjur tertanam.***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8917086612105771053?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8917086612105771053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/belajar-dan-masalah-kepribadian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8917086612105771053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8917086612105771053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/belajar-dan-masalah-kepribadian.html' title='Belajar dan Masalah Kepribadian'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/THHFMNqENdI/AAAAAAAAAOs/y_c_KB8h2ig/s72-c/anak-stress-belajar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-46304474917160989</id><published>2010-06-29T20:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T20:34:06.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 4 Februari 2006</title><content type='html'>Seorang tokoh lahir deng jadi basar&lt;br /&gt;Bukang for didewakan&lt;br /&gt;Ilmuwan, pejuang, pemikir, ato nabi&lt;br /&gt;Samua ingin dihargai&lt;br /&gt;Oleh perubahan yang dorang beking&lt;br /&gt;Skarang banya orang-orang menyembah tokoh&lt;br /&gt;Sampe dorang nyanda rela&lt;br /&gt;Dorang pe idola diplesetkan dalam bentuk apapun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-46304474917160989?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/46304474917160989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-4-februari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/46304474917160989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/46304474917160989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-4-februari-2006.html' title='Sabtu, 4 Februari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-571980207514127692</id><published>2010-06-29T20:12:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T20:16:04.179-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 2 Februari 2006</title><content type='html'>Ragam rupa karakter manusia&lt;br /&gt;Beking kita tertarik mo telusuri&lt;br /&gt;Kalu masih mungkin&lt;br /&gt;Skolah psikologi&lt;br /&gt;Jadi tujuan brikut&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-571980207514127692?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/571980207514127692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-2-februari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/571980207514127692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/571980207514127692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-2-februari-2006.html' title='Kamis, 2 Februari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8223646905341499594</id><published>2010-06-29T19:57:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T20:11:47.453-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 31 Januari 2006</title><content type='html'>So sekian lama&lt;br /&gt;Konsentrasi jadi fosil&lt;br /&gt;Pa tape kapala&lt;br /&gt;Beking ni otak nya mampu fokus di satu titik&lt;br /&gt;Talalu banya pikir tu hal-hal yang nyanda perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita so putuskan istirahat kuliah&lt;br /&gt;Cari karja jo dulu&lt;br /&gt;Dorang paksa kita tetap kuliah&lt;br /&gt;Sama deng da suruh anak kacili&lt;br /&gt;Bli gula-gula&lt;br /&gt;Mar nya kase akang doi&lt;br /&gt;Biongo sto...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8223646905341499594?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8223646905341499594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-31-januari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8223646905341499594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8223646905341499594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-31-januari-2006.html' title='Selasa, 31 Januari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3574159457446685327</id><published>2010-06-29T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T19:52:34.427-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 30 Januari 2006</title><content type='html'>Bagimana tragisnya kalu pengatur&lt;br /&gt;keamanan beking resah?&lt;br /&gt;Hanya ada di negara yang punung&lt;br /&gt;Deng ketragisan&lt;br /&gt;Tentara deng polisi baku bunung?&lt;br /&gt;Cuma ada di Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3574159457446685327?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3574159457446685327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-30-januari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3574159457446685327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3574159457446685327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-30-januari-2006.html' title='Senin, 30 Januari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3163057928423568147</id><published>2010-06-29T19:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T19:51:45.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 29 Januari 2006</title><content type='html'>Kesalahan itu nikmat&lt;br /&gt;Torang nyanda lagi bapikir benar deng salah&lt;br /&gt;Deng memang nya ada guna mo pikir&lt;br /&gt;Tu dua barang itu&lt;br /&gt;Nyanda samua yang disesali adalah kesalahan&lt;br /&gt;Yang terpenting apakah kesalahan&lt;br /&gt;Merugikan orang laeng ato nyanda&lt;br /&gt;Kalu beking rugi&lt;br /&gt;Berarti itu kesalahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banya alasan seseorang menghargai orang laeng&lt;br /&gt;Kecerdasan, kekayaan, kepopuleran&lt;br /&gt;For kita itu samua sampah&lt;br /&gt;Samua orang tampak indah&lt;br /&gt;Deng sisi kemanusiaannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3163057928423568147?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3163057928423568147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-29-januari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3163057928423568147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3163057928423568147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-29-januari-2006.html' title='Minggu, 29 Januari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2347133686255550684</id><published>2010-06-29T19:05:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T19:05:25.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 28 Januari 2006</title><content type='html'>Kalu kita brenti batulis&lt;br /&gt;Berarti hidop sedang membosankan&lt;br /&gt;Hidop yang membosankan beking kita&lt;br /&gt;Nda bisa menangkap kesan-kesan&lt;br /&gt;Skarang kita nya beda deng zombie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banya hal yang sebetulnya bisa ditulis&lt;br /&gt;mar orang-orang stenga mati mo hargai hal kecil&lt;br /&gt;memang mo rubah kesan jadi sebuah cerita&lt;br /&gt;bukang hal gampang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2347133686255550684?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2347133686255550684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-28-januari-2006.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2347133686255550684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2347133686255550684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-28-januari-2006.html' title='Sabtu, 28 Januari 2006'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1344809116218549159</id><published>2010-06-29T18:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T18:57:18.110-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 30 Desember 2005</title><content type='html'>Sampe skarang&lt;br /&gt;Kita masih nya mangarti&lt;br /&gt;Cara bapikir orang-orang&lt;br /&gt;Yang slalu menyikapi masalah&lt;br /&gt;Deng emosi-emosi semu&lt;br /&gt;Deng taong dorang bagitu&lt;br /&gt;Baputar di lingkaran yang sama&lt;br /&gt;Tanpa bapikir for kaluar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1344809116218549159?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1344809116218549159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-30-desember-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1344809116218549159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1344809116218549159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-30-desember-2005.html' title='Jumat, 30 Desember 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5988030700524767468</id><published>2010-06-29T18:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T18:50:36.099-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 25 Desember 2005</title><content type='html'>Demikianlah&lt;br /&gt;Samua orang masih memaknai natal&lt;br /&gt;deng seremoni-seremoni hampa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5988030700524767468?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5988030700524767468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-25-desember-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5988030700524767468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5988030700524767468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-25-desember-2005.html' title='Minggu, 25 Desember 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4110428181428055514</id><published>2010-06-29T18:34:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T18:43:47.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 7 Desember 2005</title><content type='html'>Melatih teater&lt;br /&gt;Bukang pekerjaan gampang&lt;br /&gt;Ini pertama kali&lt;br /&gt;Kita kase latihan teater for natal&lt;br /&gt;Hari selasa nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu yang mepet&lt;br /&gt;Orang-orang yang blung pernah baakting&lt;br /&gt;Lumayan beking stres&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4110428181428055514?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4110428181428055514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-7-desember-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4110428181428055514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4110428181428055514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-7-desember-2005.html' title='Rabu, 7 Desember 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7575613922527266400</id><published>2010-06-29T18:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T18:34:11.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 1 Oktober 2005</title><content type='html'>Blung sampe dua hari&lt;br /&gt;Durasi penyelesaian KRS&lt;br /&gt;Di kampus somo abis&lt;br /&gt;Ganjaran denda so menanti&lt;br /&gt;Lantaran kartu mahasiswa blung urus&lt;br /&gt;Kesialan yang berarti keberuntungan&lt;br /&gt;For pegawai administrasi&lt;br /&gt;Memang pengenaan denda&lt;br /&gt;Depe tujuan bukang mo beking mahasiswa disiplin&lt;br /&gt;Mo urus KRS&lt;br /&gt;Melainkan strategi pihak administrasi&lt;br /&gt;Mo cari untung&lt;br /&gt;Dorang mendoakan&lt;br /&gt;Spaya samua mahasiswa terlambat baurus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denda di mana-mana&lt;br /&gt;BBM so nae&lt;br /&gt;Biar ada subsidi for rakyat kacili&lt;br /&gt;Itu Cuma kamuflase yang nya ngaruh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7575613922527266400?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7575613922527266400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-1-oktober-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7575613922527266400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7575613922527266400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-1-oktober-2005.html' title='Sabtu, 1 Oktober 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3822603931412450455</id><published>2010-06-29T18:13:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T18:19:33.258-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 26 September 2005</title><content type='html'>Beasiswa langsung klar&lt;br /&gt;Abis bli novel-novel “kuno”&lt;br /&gt;Di tengah gemerlap dunia sastra milenium&lt;br /&gt;Yang penuh deng unsur baru&lt;br /&gt;Siti Nurbaya, Marah Roesli&lt;br /&gt;Azab dan sengsara, Merari Siregar&lt;br /&gt;Wanita itu adalah ibu, Sori Siregar&lt;br /&gt;Ternyata masih punya nilai sandiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3822603931412450455?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3822603931412450455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-26-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3822603931412450455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3822603931412450455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-26-september-2005.html' title='Senin, 26 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5003105034484818602</id><published>2010-06-29T17:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T17:24:33.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 21 September 2005</title><content type='html'>Cara bertutur yang unik&lt;br /&gt;Isi cirita beking tairis hati&lt;br /&gt;Itu no tu karya tulis yang sempurna&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5003105034484818602?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5003105034484818602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-21-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5003105034484818602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5003105034484818602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-21-september-2005.html' title='Rabu, 21 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1659824881645013260</id><published>2010-06-29T17:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T17:17:06.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 16 September 2005</title><content type='html'>Negara&lt;br /&gt;Niscaya akan nikmati kedamaian deng kemakmuran&lt;br /&gt;kalu dipimpin&lt;br /&gt;insan-insan yang tahang nafsu&lt;br /&gt;torang pe negara&lt;br /&gt;memiliki iklim politik&lt;br /&gt;deng daya tarik birahi yang menggoda&lt;br /&gt;seagung apapun hati nurani&lt;br /&gt;pasti maleleh&lt;br /&gt;deng rangsangan hebat itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1659824881645013260?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1659824881645013260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-16-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1659824881645013260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1659824881645013260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-16-september-2005.html' title='Jumat, 16 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1865307258361568595</id><published>2010-06-29T07:58:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T07:58:49.452-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 14 September 2005</title><content type='html'>bukang maing banya&lt;br /&gt;hal bodoh yang seharusnya&lt;br /&gt;nya perlu manusia beking&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1865307258361568595?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1865307258361568595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-14-september-2005.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1865307258361568595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1865307258361568595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-14-september-2005.html' title='Rabu, 14 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4135528489210518191</id><published>2010-06-29T07:56:00.002-07:00</published><updated>2010-06-29T07:57:48.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 12 September 2005</title><content type='html'>datang di Pengucapan Minahasa&lt;br /&gt;sama deng datang for&lt;br /&gt;mo se siksa lambung sandiri&lt;br /&gt;kita, Sebax deng Ity&lt;br /&gt;pigi se siksa tong pe lambung&lt;br /&gt;tampung tumpukan makanan khas Minahasa&lt;br /&gt;di pengucapan Kakas kalamaring&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tadi sore di cafe&lt;br /&gt;tu ladies bilang pa kita&lt;br /&gt;jadi tambio lumayan ja beking&lt;br /&gt;ilang rasa stres&lt;br /&gt;kita lupa jawab&lt;br /&gt;di luar sana tambio-tambio nurani&lt;br /&gt;so banya beking orang-orang stres berat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4135528489210518191?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4135528489210518191/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-12-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4135528489210518191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4135528489210518191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-12-september-2005.html' title='Senin, 12 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1167387477214558938</id><published>2010-06-29T07:56:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T07:56:39.411-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 10 September 2005</title><content type='html'>Kita bahagia deng kita pe hidop&lt;br /&gt;Kita bangga deng kita pe diri&lt;br /&gt;Kita menikmati skali hal-hal indah&lt;br /&gt;Yang ada pa kita pe hidop&lt;br /&gt;Kita bangga jadi tape diri&lt;br /&gt;Cinta, belajar, karja&lt;br /&gt;samua kita nikmati&lt;br /&gt;Mar,... kita ini sapa?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1167387477214558938?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1167387477214558938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-10-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1167387477214558938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1167387477214558938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-10-september-2005.html' title='Sabtu, 10 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-820510022758570179</id><published>2010-06-29T07:53:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:54:43.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 9 September 2005</title><content type='html'>lebe beku, lebe nimau hati berbage&lt;br /&gt;lebe cinta badekat&lt;br /&gt;lebe sepi mencekam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-820510022758570179?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/820510022758570179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-9-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/820510022758570179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/820510022758570179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-9-september-2005.html' title='Jumat, 9 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1963513242155794090</id><published>2010-06-29T07:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:51:31.786-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 8 September 2005</title><content type='html'>Gie bilang&lt;br /&gt;lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikkan&lt;br /&gt;kita bilang&lt;br /&gt;Itu le blum tantu ngana pe hidop&lt;br /&gt;mo ada arti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1963513242155794090?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1963513242155794090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-8-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1963513242155794090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1963513242155794090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-8-september-2005.html' title='Kamis, 8 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3335461845562713684</id><published>2010-06-29T07:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:48:30.730-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 7 September 2005</title><content type='html'>Manusia hidup for manusia&lt;br /&gt;Kesejahteraan manusia&lt;br /&gt;ditentukan manusia laeng&lt;br /&gt;Semua bagara atas nama kemanusiaan&lt;br /&gt;Hakekat manusia adalah perilaku sosial&lt;br /&gt;Baku berbage deng manusia laeng&lt;br /&gt;Nya usah farek deng&lt;br /&gt;Tubuh-tubuh nya ada hakekat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3335461845562713684?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3335461845562713684/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-7-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3335461845562713684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3335461845562713684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-7-september-2005.html' title='Rabu, 7 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3035944620538164945</id><published>2010-06-29T07:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:46:41.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 6 September 2005</title><content type='html'>Orang yang paling sukses&lt;br /&gt;adalah orang yang tau kuasai keadaan&lt;br /&gt;Sayangnya kita masih jao dari bentuk itu&lt;br /&gt;Deng ternyata jadi orang bae-bae&lt;br /&gt;sama jo dengan bunuh diri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3035944620538164945?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3035944620538164945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-6-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3035944620538164945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3035944620538164945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-6-september-2005.html' title='Selasa, 6 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7766232876100823607</id><published>2010-06-29T07:25:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:26:37.800-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 5 September 2005</title><content type='html'>Amper satu minggu baku luhe&lt;br /&gt;Deng panas-dingin cuaca senduk&lt;br /&gt;Siang sampe malam&lt;br /&gt;Baksos Sastra 2005 punung deng aneka warna&lt;br /&gt;Kita kekurangan aer putih&lt;br /&gt;Baku luji deng cap tikus&lt;br /&gt;pagi sampe malam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7766232876100823607?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7766232876100823607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-5-september-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7766232876100823607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7766232876100823607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-5-september-2005.html' title='Senin, 5 September 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4173649187633370969</id><published>2010-06-29T07:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:23:49.781-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 29 Agustus 2005</title><content type='html'>Tiga hari nyanda pulang rumah&lt;br /&gt;sluruh badang dapa rasa abis &lt;br /&gt;Kesibukkan kampus pra bismaba&lt;br /&gt;Beking ni badang drop&lt;br /&gt;kita, Sebax, deng Ity akhirnya lega&lt;br /&gt;Buletin Bengkel Musik 1&lt;br /&gt;so bole diluncurkan&lt;br /&gt;Cuma mungil mar lumayan mewakili&lt;br /&gt;Torang pe isi hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4173649187633370969?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4173649187633370969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-29-agustus-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4173649187633370969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4173649187633370969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-29-agustus-2005.html' title='Senin, 29 Agustus 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7372202539842404394</id><published>2010-06-29T07:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:22:33.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 22 Agustus 2005</title><content type='html'>Mo dapa manusia yang mau akui kesalahan deng memperbaikinya&lt;br /&gt;jadi kebenaran&lt;br /&gt;sama deng mo temukan kenyataan&lt;br /&gt;di imaji mimpi&lt;br /&gt;Kesejahteraan manusia secara utuh&lt;br /&gt;hanya akan torang genggam&lt;br /&gt;kalu pelaku-pelaku sejarah&lt;br /&gt;mo bersikap terbuka&lt;br /&gt;anggap tu diri banya kekurangan&lt;br /&gt;deng butuh tamparan kritik&lt;br /&gt;for kemajuan&lt;br /&gt;Bukang manusia-manusia yang jago basilat jutaan teori kebenaran&lt;br /&gt;deng bermilyaran&lt;br /&gt;pembenaran-pembenaran kosong&lt;br /&gt;Akhirnya memang tindakan yang utama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7372202539842404394?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7372202539842404394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-22-agustus-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7372202539842404394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7372202539842404394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-22-agustus-2005.html' title='Senin, 22 Agustus 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4285692539349433139</id><published>2010-06-29T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:16:17.641-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 21 Agustus 2005</title><content type='html'>Sadiki-sadiki kita sama deng dapa rasa ulang nuansa Jogjakarta&lt;br /&gt;pas 3 hari merasakan nuansa Kotamobagu (19-21 Agustus)&lt;br /&gt;Manado kalah tenang&lt;br /&gt;ini kota jao lebe sejuk&lt;br /&gt;kita kasana lantaran anak-anak&lt;br /&gt;teater abu-abu dapangge&lt;br /&gt;for baku beking rame&lt;br /&gt;acara pesta rakyat yang&lt;br /&gt;ada depe pertunjukan musik deng teater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di atas panggung kita nya&lt;br /&gt;bisa berbuat banya&lt;br /&gt;malah ja tailang slak di adegan tertentu&lt;br /&gt;maklum, torang latihan Cuma satu kali&lt;br /&gt;deng tu naskah le Cuma ada susun&lt;br /&gt;rabu-rabu satu malam &lt;br /&gt;Teater harusnya terkonsep&lt;br /&gt;Bukang pertunjukan spontanitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat cukup antusias merespon aktivitas seni rupa bagini&lt;br /&gt;Samua berkesan&lt;br /&gt;Terutama dorang pe kolektivitas&lt;br /&gt;da beking ni kegiatan&lt;br /&gt;samua tahu tu tugas masing-masing&lt;br /&gt;itu yang beking ini pertunjukan seni&lt;br /&gt;bole mo sukses&lt;br /&gt;Kinerja sama deng itu&lt;br /&gt;stenga mati mo dapa di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di pementasan ini torang coba mengangkat masalah-masalah yang jadi&lt;br /&gt;keluhan orang-orang Totabuan&lt;br /&gt;satu hal yang beking kita kage&lt;br /&gt;penyaluran dana yang basar for Persibom beking rakyat mengeluh&lt;br /&gt;Sedangkan disini Persma amper mati takubur lantaran kekurangan amunisi&lt;br /&gt;dari pemerenta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4285692539349433139?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4285692539349433139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-21-agustus-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4285692539349433139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4285692539349433139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-21-agustus-2005.html' title='Minggu, 21 Agustus 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2144827409925284187</id><published>2010-06-29T07:13:00.002-07:00</published><updated>2010-06-29T07:14:43.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 17 Agustus 2005</title><content type='html'>Ditemani Ity deng Ephenk “Che”&lt;br /&gt;kita bauni film “Gie” blum lama ini&lt;br /&gt;mar yang kita lia bukang sosok Gie&lt;br /&gt;melainkan Nicholas Saputra&lt;br /&gt;iyo, Nicholas Saputra&lt;br /&gt;nyandakah ngoni rasa kalu dia seorang aktor yang membosankan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2144827409925284187?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2144827409925284187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-17-agustus-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2144827409925284187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2144827409925284187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-17-agustus-2005.html' title='Rabu, 17 Agustus 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1189678012178815598</id><published>2010-06-29T07:13:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T07:13:43.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 16 Agustus 2005</title><content type='html'>Biar so brapa kali tulis puisi&lt;br /&gt;Laengkali kita ja pastiu deng&lt;br /&gt;jenis sastra yang satu ini&lt;br /&gt;Talalu jao dari kenyataan, menurut kita Bermain-main deng pengandaian&lt;br /&gt;nya akan pernah merubah apapun&lt;br /&gt;mungkin sikap ini &lt;br /&gt;nya lapas dari kita pe karakter yang lebe suka sesuatu yang praktis&lt;br /&gt;musti so karya sastra itu ekslusif?&lt;br /&gt;cuma bisa diapresiasi&lt;br /&gt;orang-orang berintuisi?&lt;br /&gt;Kita pun tahu kalu kita seorang pemuja realis dalam batulis&lt;br /&gt;Kita pe karya-karya gampang&lt;br /&gt;Orang laeng mo asosiasikan&lt;br /&gt;Karna memang itu kita pe mau&lt;br /&gt;setiap orang yang melakukan hubungan intim deng deretan abjad yang kita tulis&lt;br /&gt;dorang sama deng da lia sesuatu yang dekat deng dorang pe hidop&lt;br /&gt;mar memang realitas imajinatif&lt;br /&gt;nya ada depe ujung&lt;br /&gt;karna itu kita nya akan menyalahkan puisi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1189678012178815598?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1189678012178815598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-16-agustus-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1189678012178815598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1189678012178815598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-16-agustus-2005.html' title='Selasa, 16 Agustus 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6699929298286305287</id><published>2010-06-29T07:12:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T07:12:51.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 26 July 2005</title><content type='html'>Kalamaring hari yang menyebalkan&lt;br /&gt;Masalah kacili mar&lt;br /&gt;pancing saribu rasa kesal&lt;br /&gt;bagini no kalu kelakuan baik&lt;br /&gt;musti dilegitimasi deng secarik kertas dari kepolisian&lt;br /&gt;syarat yang musti kase lengkap&lt;br /&gt;kalu mo melamar karja&lt;br /&gt;gara-gara Pas foto nya dapa lia talinga&lt;br /&gt;terpaksa kita dua kali bolak-balik perkamil-45&lt;br /&gt;for mo ambe gambar yang sesuai deng selera&lt;br /&gt;bapak-bapak polisi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6699929298286305287?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6699929298286305287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-26-july-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6699929298286305287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6699929298286305287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-26-july-2005.html' title='Selasa, 26 July 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-91782622037056253</id><published>2010-06-29T07:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:12:12.286-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 24 July 2005</title><content type='html'>Antara idealisme deng tuntutan hidop&lt;br /&gt;Ada setapak panjang&lt;br /&gt;Yang punung batu deng pece&lt;br /&gt;kita sementara cari spatu yang pas&lt;br /&gt;for mo lewat di jalang itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-91782622037056253?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/91782622037056253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-24-july-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/91782622037056253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/91782622037056253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-24-july-2005.html' title='Minggu, 24 July 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2304668552014926740</id><published>2010-06-29T07:09:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:11:00.689-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 21 July 2005</title><content type='html'>Manado beking “Pilwako”&lt;br /&gt;Tampa-tampa umum deng lorong-lorong&lt;br /&gt;Punung deng so nintau sapa pe muka&lt;br /&gt;Pake le kata bumbu politik bahasa&lt;br /&gt;beking rakyat yang bapikir kritis&lt;br /&gt;rasa mo tatawa sampe puru polote&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita takage&lt;br /&gt;Da dengar tape nama deng tape keluarga&lt;br /&gt;Ada di daftar pendukung&lt;br /&gt;Wempie Frederick-Jeremia Damongilala&lt;br /&gt;Di situ le ada tatulis kalimat konyol&lt;br /&gt;torang so trima sembako dari dorang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talalu banya bakusedu memang dorang&lt;br /&gt;Padahal torang sekeluarga da tidor&lt;br /&gt;deng santai di rumah&lt;br /&gt;waktu pas pemilihan&lt;br /&gt;selera humor artis-artis politik di kota ini&lt;br /&gt;semakin tinggi saja&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2304668552014926740?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2304668552014926740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-21-july-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2304668552014926740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2304668552014926740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-21-july-2005.html' title='Kamis, 21 July 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-7044631032049057699</id><published>2010-06-29T07:06:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:07:52.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Minggu, 17 July 2005 (tenga malam, tgl 16 baru pigi)</title><content type='html'>Selamat hari jadi for diri sendiri&lt;br /&gt;Kiapa manusia mengucap syukur&lt;br /&gt;nanti kalu hari jadi kang?&lt;br /&gt;Padahal nafas yang torang hirup tiap hari talalu berharga&lt;br /&gt;kalu hanya torang syukuri&lt;br /&gt;tiap 360 hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari ini ada yang kecewa&lt;br /&gt;lantaran kejutan &lt;br /&gt;yang dia beking for kita, gagal&lt;br /&gt;sapa suruh kwa&lt;br /&gt;beking kejutan&lt;br /&gt;mar depe pengaturan amatir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kepala masih kocar-kacir&lt;br /&gt;cari ide deng mood&lt;br /&gt;for mo se klar novel pertama&lt;br /&gt;depe judul “sargasso”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru sampe halaman 15&lt;br /&gt;Konsentrasi nya datang datang&lt;br /&gt;Biar libur panjang&lt;br /&gt;jadi penulis butuh proses panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 tahun.. terima kasih Yesus, aku tak pernah jatuh benar&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-7044631032049057699?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/7044631032049057699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-17-july-2005-tenga-malam-tgl-16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7044631032049057699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/7044631032049057699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/minggu-17-july-2005-tenga-malam-tgl-16.html' title='Minggu, 17 July 2005 (tenga malam, tgl 16 baru pigi)'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4258551071039764933</id><published>2010-06-29T07:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:06:45.859-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 28 April 2005</title><content type='html'>spuluh taong sama-sama&lt;br /&gt;sepuluh taong beking seno-seno&lt;br /&gt;nda paduli deng properti&lt;br /&gt;nda pake kostum gaga-gaga&lt;br /&gt;farek deng panggung mewah&lt;br /&gt;pentas mareno yang utama&lt;br /&gt;biar cuma pake CD&lt;br /&gt;torang tetap PD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kabar kronis ?&lt;br /&gt;Banya PR badusu kang?&lt;br /&gt;Memang banya huangango ja ba hadang&lt;br /&gt;Mar jang tekor di tenga jalang&lt;br /&gt;Haga tu tai-tai dibelakang&lt;br /&gt;Supaya nda tasangko di karang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh taong bukang bakusedu&lt;br /&gt;Sepuluh taong bukang baku kile&lt;br /&gt;Hele patola so ja ba telang umur bagitu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4258551071039764933?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4258551071039764933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-28-april-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4258551071039764933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4258551071039764933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-28-april-2005.html' title='Kamis, 28 April 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3121377983726199769</id><published>2010-06-29T07:04:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:05:30.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 27 April 2005</title><content type='html'>Banya orang-orang top&lt;br /&gt;Kalo so musim ba ganti Tonaas&lt;br /&gt;Baku rebe paling suci tu hati&lt;br /&gt;Baku lawang paling jago tu akting&lt;br /&gt;Hele Johnny Depp pe watak mar anyor&lt;br /&gt;Nda ada angin nda ada ujang&lt;br /&gt;Beking tu nda war war&lt;br /&gt;Dari lempar-lempar doi di jalang&lt;br /&gt;Sampe pukul ba gate deng tu jap jap dilorong&lt;br /&gt;Soalnya inga,&lt;br /&gt;dong pe pengaruh bukang sambarang Ca’&lt;br /&gt;Yang laeng sampe rupa tu butul butul&lt;br /&gt;Jadi manajer klub bola&lt;br /&gt;Riki ganti julukan tong pe klub bola kesayangan&lt;br /&gt;Kalo julukan lemah lembut bagitu&lt;br /&gt;Bagimana mo semangat tu pemain di lapangan&lt;br /&gt;Ada yang bapaksa maju&lt;br /&gt;Biar de pe anak terlibat kasus tawuran&lt;br /&gt;Hi, kasiang jo&lt;br /&gt;Kase butul jo tu keluarga&lt;br /&gt;Baru mo urus masyarakat&lt;br /&gt;Sapa pun de pe tonaas&lt;br /&gt;Kalo tu budaya tai minya masih ba akar&lt;br /&gt;Jang harap torang mo maju&lt;br /&gt;Pemimpin yang tai minya&lt;br /&gt;Beking rakyat jadi tai minya enteru&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3121377983726199769?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3121377983726199769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-27-april-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3121377983726199769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3121377983726199769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-27-april-2005.html' title='Rabu, 27 April 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6691102584094418436</id><published>2010-06-29T06:52:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:53:24.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Senin, 25 April 2005</title><content type='html'>Blung lama dorang ada beking tu FIP&lt;br /&gt;Alias&lt;br /&gt;forum independen peduli sastra&lt;br /&gt;sebuah gerakan kebudayaan&lt;br /&gt;for mo fasilitasi&lt;br /&gt;penerbitan karya sastra lokal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang ini inisiatif yang positif&lt;br /&gt;dari kesadaran tamang-tamang&lt;br /&gt;yang merasa taganggu deng pemberangusan&lt;br /&gt;karakter lokalitas&lt;br /&gt;dari tradisi-tradisi mapan&lt;br /&gt;yang so ada deng menyejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran ini tantu jang jadi&lt;br /&gt;“manifesto kagetan”&lt;br /&gt;yang memuat eksistensi sesaat dari ketergangguan tadi&lt;br /&gt;perlu ada mekanisme jelas&lt;br /&gt;bagimana kinerja tiap perangkat&lt;br /&gt;yang membangunnya&lt;br /&gt;kalu masih dapa rasa stenga mati&lt;br /&gt;mo sama deng penerbit profesional&lt;br /&gt;musti ada jalang tengah&lt;br /&gt;for depe jalang kaluar&lt;br /&gt;deng tantu katu itu aturan&lt;br /&gt;musti beking baku&lt;br /&gt;jang berapologi, “torang deng torang kwa, baku percaya jo”&lt;br /&gt;(tau jo tu torang deng torang skarang)&lt;br /&gt;ini memang penting&lt;br /&gt;kalu torang mo suka ini gerakan&lt;br /&gt;butul-butul mo menghasilkan&lt;br /&gt;deng spaya boleh mo dapa legitimasi&lt;br /&gt; dari masyarakat banya&lt;br /&gt;tagal itu manajemen musti beking bagus&lt;br /&gt;karna manajemen sama deng fondasi&lt;br /&gt;for organisasi&lt;br /&gt;sepande apapun torang&lt;br /&gt;setinggi apapun intelektualitas&lt;br /&gt;yang torang punya&lt;br /&gt;mar kalu torang nya pusing&lt;br /&gt;deng profesionalitas&lt;br /&gt;torang dorang mo cap main-main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;torang samua musti inga&lt;br /&gt;jangang pernah membangun rumah&lt;br /&gt;kalu nintau beking fondasi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6691102584094418436?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6691102584094418436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-25-april-2005.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6691102584094418436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6691102584094418436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/senin-25-april-2005.html' title='Senin, 25 April 2005'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-2758470250622574268</id><published>2010-06-29T06:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:52:05.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 8 April 2004</title><content type='html'>di sekre kronis,&lt;br /&gt;so lama waktu sampe kita batulis ulang&lt;br /&gt;ni catatan harian&lt;br /&gt;Tetap ada yang musti tatulis&lt;br /&gt;Karna pertanyaan tanpa jawaban&lt;br /&gt;So lebe bajadi&lt;br /&gt;Akhirnya pada satu titik&lt;br /&gt;samua ujungnya gelisah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-2758470250622574268?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/2758470250622574268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-8-april-2004.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2758470250622574268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/2758470250622574268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-8-april-2004.html' title='Kamis, 8 April 2004'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-5838623816153982127</id><published>2010-06-29T06:50:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T07:04:37.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 14 January 2004</title><content type='html'>Nyanda samua hari istimewa&lt;br /&gt;nyanda samua hari penyayang hati&lt;br /&gt;Absurditas memang bagian dari hidop&lt;br /&gt;ini hari dia iris-iris kita pe badang&lt;br /&gt;Padahal nyanda ada yang berubah&lt;br /&gt;samua biasa-biasa&lt;br /&gt;malah lebe mendingan dari kalamaring&lt;br /&gt;mar dia selalu datang kage-kage&lt;br /&gt;kalu dia datang&lt;br /&gt;tu kenangan buruk ja bateror ulang&lt;br /&gt;nya ada yang bole mo dapa beking&lt;br /&gt;kalu dia so datang&lt;br /&gt;Kacuali badiang deng batunggu&lt;br /&gt;Sampe dia pigi&lt;br /&gt;Orang-orang yang depe kalakuang&lt;br /&gt;Sama deng sampah&lt;br /&gt;Di sekeliling pa kita&lt;br /&gt;Ja beking dia lebe bajadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-5838623816153982127?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/5838623816153982127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-14-january-2004.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5838623816153982127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/5838623816153982127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-14-january-2004.html' title='Rabu, 14 January 2004'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-738662578636827108</id><published>2010-06-29T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:50:14.334-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 31 Desember 2003</title><content type='html'>2003&lt;br /&gt;masa yang terdiri dari&lt;br /&gt;365 hari kehidupan&lt;br /&gt;yang blum berubah&lt;br /&gt;sandiwara senyum&lt;br /&gt;akting gembira&lt;br /&gt;biar hati bilang nyanda&lt;br /&gt;Kesia-siaan tanpa titik&lt;br /&gt;cuma pura-pura kalu kita “nyaman”&lt;br /&gt;deng cara hidop nya ada war&lt;br /&gt;di tampa ini&lt;br /&gt;Masih dapa dengar tu suara&lt;br /&gt;deng kata-kata&lt;br /&gt;dalam kekosongan mulut sampah&lt;br /&gt;yang tetap parcaya kalu depe diri jago&lt;br /&gt;mar setidaknya ada sadiki&lt;br /&gt;kebahagiaan-kebahagiaan palsu&lt;br /&gt;yang rutin ada tiap taong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spesial moment&lt;br /&gt;Kreasi kawanua Teater Kronis, “April”&lt;br /&gt;Rockaholic festival Bengkel Musik “April”&lt;br /&gt;Kronis study tour&lt;br /&gt;Jakarta – Jogjakarta, Juny - agustus.&lt;br /&gt;Xxxxxxxxxxxxxxxxxx (misterius moment)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-738662578636827108?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/738662578636827108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-31-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/738662578636827108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/738662578636827108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-31-desember-2003.html' title='Rabu, 31 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8911497882189784490</id><published>2010-06-29T06:48:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:49:17.339-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 30 Desember 2003</title><content type='html'>keyakinan itu segalanya&lt;br /&gt;Keyakinan itu pilihan deng jalang hidop&lt;br /&gt;Nyanda ada kegagalan dalam yakin&lt;br /&gt;Tanpa keyakinan manusia&lt;br /&gt;Sama deng daong kering&lt;br /&gt;yang angin tiop&lt;br /&gt;di cuaca yang selalu baganti-ganti&lt;br /&gt;kong dia nya berdaya cuaca talang&lt;br /&gt;Beking apa yang ngana yakini&lt;br /&gt;Kong ngana lia dunia mo tagoyang&lt;br /&gt;karena alam tahu ngana ada disini&lt;br /&gt;Hanya orang yang ingin bebas&lt;br /&gt;Deng mengenal depe diri&lt;br /&gt;bole mencium keyakinan&lt;br /&gt;dia tahu yang dia pilih&lt;br /&gt;Dan pilihan mengalahkan segalanya&lt;br /&gt;samua sama deng mati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8911497882189784490?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8911497882189784490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-30-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8911497882189784490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8911497882189784490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-30-desember-2003.html' title='Selasa, 30 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-8856976453479646883</id><published>2010-06-29T06:47:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:48:13.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Sabtu, 27 Desember 2003</title><content type='html'>Manusia lahir begitu saja&lt;br /&gt;rupa aliran aer&lt;br /&gt;Kalu dia soe&lt;br /&gt;Dia embang sebelum dapa lia dunia&lt;br /&gt;Dia bahkan bole meramaikan dunia mengguncang, ato merubahnya&lt;br /&gt;kalu dia tumbuh deng “keberuntungan”&lt;br /&gt;Samua badusu hampa&lt;br /&gt;samua bajuang demi konsep&lt;br /&gt;dunia yang dong maksud&lt;br /&gt;Ato ada yang nya paduli&lt;br /&gt;yang penting sanang&lt;br /&gt;Deng cinta, kepuasan&lt;br /&gt;dorang takurung dalam kenikmatan&lt;br /&gt;Adakah konsep benar tentang dunia? komunisme, kapitalisme, sosialisme&lt;br /&gt;2000 tahun peradaban nya ada guna?&lt;br /&gt;Setiap karya memiliki&lt;br /&gt;kesunyiannya masing-masing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-8856976453479646883?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/8856976453479646883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-27-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8856976453479646883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/8856976453479646883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/sabtu-27-desember-2003.html' title='Sabtu, 27 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1374515481538116164</id><published>2010-06-29T06:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:47:20.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 25 Desember 2003</title><content type='html'>Natal ka 20 for kita&lt;br /&gt;Hari yang pasti damai, bole kita rasa&lt;br /&gt;Ujang turung nya pasti&lt;br /&gt;angin bimbang batiop&lt;br /&gt;kita tantu sanang&lt;br /&gt;ini malam burung-burung bajejer sunyi&lt;br /&gt;di deretan kabel listrik&lt;br /&gt;dorang dapa lia tenang, hening&lt;br /&gt;kong pasti tahu&lt;br /&gt;kalu ini hari istimewa&lt;br /&gt;Pemandangan rame&lt;br /&gt;Setahu kita burung nya kompak bagini&lt;br /&gt; Barangkali dorang Cuma mo&lt;br /&gt;isi sesuatu yang amper mati&lt;br /&gt;di kota ini&lt;br /&gt;masih le kita lia mayat-mayat&lt;br /&gt;bagara disini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1374515481538116164?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1374515481538116164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-25-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1374515481538116164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1374515481538116164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-25-desember-2003.html' title='Kamis, 25 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-4993433164834383869</id><published>2010-06-29T06:45:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T06:45:47.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Selasa, 23 Desember 2003</title><content type='html'>Artsas pe pohong terang &amp; halal bihalal Berlangsung sederhana tanpa undangan&lt;br /&gt;Cuma torang deng torang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara mundur sampe sore&lt;br /&gt;Maklum&lt;br /&gt;persiapan kurang matang&lt;br /&gt;mar bole jo&lt;br /&gt;berlangsung menyenangkan&lt;br /&gt;deng sadiki kegilaan wajib&lt;br /&gt;anggota yang rata-rata sinting&lt;br /&gt;Abis itu pigi ka MPA Aves&lt;br /&gt; Menghadiri undangan acara yang sama&lt;br /&gt;Hari ini Manado dapa rasa sempit&lt;br /&gt;orang-orang talimburang karena Natal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-4993433164834383869?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/4993433164834383869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-23-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4993433164834383869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/4993433164834383869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/selasa-23-desember-2003.html' title='Selasa, 23 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6427967504716040569</id><published>2010-06-29T06:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:44:55.506-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 19 Desember 2003</title><content type='html'>Satu hari cuma di rumah&lt;br /&gt;angin membabi buta&lt;br /&gt;diselingi hujan stenga galak&lt;br /&gt;Menjelang malam baru kaluar kandang&lt;br /&gt;Mo lia keramaian kota menjelang natal Angin sama deng basuruh&lt;br /&gt;orang-orang for mo pulang&lt;br /&gt;Jalang-jalang kota amper senyap&lt;br /&gt;Kita sama deng bajalang di awan&lt;br /&gt;tatampar aer deng udara alam&lt;br /&gt;pulang so kedinginan deng basah&lt;br /&gt;kong amper tatabrak motor&lt;br /&gt;pas bapotong jalang&lt;br /&gt;di ezy martadinata&lt;br /&gt;Uh, GOD with me always..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6427967504716040569?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6427967504716040569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-19-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6427967504716040569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6427967504716040569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/jumat-19-desember-2003.html' title='Jumat, 19 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-3574154323306700523</id><published>2010-06-29T06:42:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:43:44.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Kamis, 18 desember 2003</title><content type='html'>Hari yang cukup padat&lt;br /&gt;Latihan band setelah so lama nganggur tanpa musik&lt;br /&gt;Biar cuma deng drumer sementara&lt;br /&gt;Nya sangaja samua personel takumpul&lt;br /&gt;minus drumer&lt;br /&gt;Mar naluri besar mo latihan&lt;br /&gt;so nya dapa tahang&lt;br /&gt;biar nya ada lagu baru move ka studio&lt;br /&gt;Ternyata studio blum buka&lt;br /&gt;Terpaksa pi pa named pe kos&lt;br /&gt;Menjelang sore baru babale ulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukurungan&lt;br /&gt;Pas babale so ada band laeng latihan babajalang dulu te’ sampe lalah&lt;br /&gt;Dapa giliran nanti so mo jam 7 &lt;br /&gt;Biar cuma 30 menit&lt;br /&gt;lantaran studio so mo tutup&lt;br /&gt;Mar memang soe ni hari&lt;br /&gt;Baru te’ 3 lagu&lt;br /&gt;listrik mati nya da ampun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-3574154323306700523?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/3574154323306700523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-18-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3574154323306700523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/3574154323306700523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/kamis-18-desember-2003.html' title='Kamis, 18 desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-829414886848584849</id><published>2010-06-29T06:40:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:41:51.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Rabu, 17 Desember 2003</title><content type='html'>Hari yang biasa&lt;br /&gt;Tabangong stenga lapan tepat&lt;br /&gt;Rencana awal stenga tujuh&lt;br /&gt;Soe le&lt;br /&gt;Ni alarm kurang ribut&lt;br /&gt;Hati pasti gelisah&lt;br /&gt;Lantaran kuliah jam pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ritual wajib pagi-pagi&lt;br /&gt;dengar musik&lt;br /&gt;peo le&lt;br /&gt;tu tape rusak&lt;br /&gt;bole jo, radio cukup menghibur&lt;br /&gt;Take off di fakultas&lt;br /&gt;Depe dosen baru mendarat&lt;br /&gt;huangango sadiki&lt;br /&gt;klar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;batunggu jam katiga&lt;br /&gt;sambil kase klar tugas akhir&lt;br /&gt;yang tasisa “SKI”&lt;br /&gt;Ambe absen, huangango ulang, klar&lt;br /&gt;niat hati so mo pulang&lt;br /&gt;ada named bawa 2 botol LG&lt;br /&gt;perjamuan sadiki di muka bengkel musik ah Pulang so jam 4&lt;br /&gt;kong babale ulang deng monotonnya hidop&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-829414886848584849?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/829414886848584849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-17-desember-2003.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/829414886848584849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/829414886848584849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rabu-17-desember-2003.html' title='Rabu, 17 Desember 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-6354033651140891711</id><published>2010-06-29T03:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T06:38:38.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Diary Tinutuan'/><title type='text'>Jumat, 31 Oktober 2003</title><content type='html'>Biar lalah mar dapa rasa puas&lt;br /&gt;Serta so lama tabadiang&lt;br /&gt;Kronis unjuk gigi ulang&lt;br /&gt;pentas di “Art of heaven” TKB&lt;br /&gt;pake naskah yang torang garap sama-sama&lt;br /&gt;pake samua pe ide&lt;br /&gt;Cupes yang tukang borong naskah&lt;br /&gt;Nyanda torang libatkan&lt;br /&gt;Jenry, Sebax, Jino, Ephenk, Ity, deng da tatambah satu anggota baru, Christy&lt;br /&gt;samua semangat kase kaluar&lt;br /&gt;tu ide masing-masing&lt;br /&gt;Naskah “Manusia dalam peradaban anjing” cukup menarik perhatian&lt;br /&gt;Deng dapa respon meriah dari publik&lt;br /&gt;Dong bilang ini naskah terobosan baru dalam perteateran Manado&lt;br /&gt;yang mulai cenderung monoton&lt;br /&gt;deng membosankan&lt;br /&gt;Deng untuk yang pertama kali&lt;br /&gt;pake celana dalam di atas panggung dapa rasa gamblang&lt;br /&gt;..akhirnya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-6354033651140891711?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/6354033651140891711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rangkuman-diary-tinutuan-2003-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6354033651140891711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/6354033651140891711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/rangkuman-diary-tinutuan-2003-2010.html' title='Jumat, 31 Oktober 2003'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7960339745248736023.post-1235583308450238569</id><published>2010-06-29T02:10:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T02:14:16.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi Bahasa Manado'/><title type='text'>Latah Intelektual</title><content type='html'>Hei tamang&lt;br /&gt;Tau nyanda ngoni&lt;br /&gt;Kalu skarang&lt;br /&gt;lagi tren&lt;br /&gt;Latah intelektual&lt;br /&gt;Tren yang berkembang di kalangan orang-orang sorodo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tren  bakumur kata-kata ilmiah&lt;br /&gt;Sampe bagabu tu lidah&lt;br /&gt;tren elaborasi macam-macam teori&lt;br /&gt;Sampe ta muntah-muntah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samua fenomena luhe-luhe deng analisis&lt;br /&gt;Spaya lebe mantap tu jati diri&lt;br /&gt;Sbagai “budayawan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tragis&lt;br /&gt;Ruang intelektual jadi tampa bapose&lt;br /&gt;Tampa orang-orang ba make up&lt;br /&gt;Deng macam-macam referensi&lt;br /&gt;Spaya dapa lia fasung&lt;br /&gt;Di mata masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang mengkhawatirkan&lt;br /&gt;Ruang intelektual jadi pece&lt;br /&gt;tampa orang-orang cari top&lt;br /&gt;tampa orang-orang cari nama&lt;br /&gt;mungkin dulu ambisi jadi artis&lt;br /&gt;mar nya pernah kesampaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasiang skali&lt;br /&gt;Ruang intelektual jadi candu&lt;br /&gt;Tampa orang se tunjung power&lt;br /&gt;Tampa orang-orang makang puji&lt;br /&gt;Beking-beking malimbuku fenomena&lt;br /&gt;Spaya katu lebe dapa lia tu kesan&lt;br /&gt;Sbagai orang cerdas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau nyanda ngoni tamang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalu skarang&lt;br /&gt;Ruang intelektual&lt;br /&gt;jadi tampa anjing-anjing&lt;br /&gt;Baku-baku reno&lt;br /&gt;Deng anjing-anjing laeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalu skarang&lt;br /&gt;Ruang intelektual&lt;br /&gt;jadi tujuan&lt;br /&gt;Dari orang-orang krisis identitas&lt;br /&gt;Bukang jadi jalang&lt;br /&gt;For mo bangong ni peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So bole jo&lt;br /&gt;Kembalikan intelektual&lt;br /&gt;Ke hakekatnya&lt;br /&gt;for bangong ni kebudayaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So cukup jo&lt;br /&gt;Kembalikan intelektual&lt;br /&gt;Ke hakekatnya&lt;br /&gt;for tampa torang&lt;br /&gt;cari jalang kaluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukang jadi tampa&lt;br /&gt;ngoni&lt;br /&gt;Beking-beking diri&lt;br /&gt;Anjing-anjing!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 Maret 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7960339745248736023-1235583308450238569?l=deankalalo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://deankalalo.blogspot.com/feeds/1235583308450238569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/latah-intelektual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1235583308450238569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7960339745248736023/posts/default/1235583308450238569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://deankalalo.blogspot.com/2010/06/latah-intelektual.html' title='Latah Intelektual'/><author><name>Dean Joe Kalalo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11385364381490509519</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_Ny3rAqgf9qU/Slx9nj9LwQI/AAAAAAAAALM/sv8MMZLO_IM/S220/01042009730.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
